Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Jatuh cinta pada orang yang sama


__ADS_3

"Maafkan aku." Ucap Rey kemudian.


Yura mengangkat kepalanya yang tertunduk lalu menatap pada wajah Rey yang terlihat penuh sesal di sana.


Rey meraih kedua tangan Yura lalu menggenggamnya. "Jika sejak awal aku jujur dengan perasaanku mungkin ini semua tidak akan terjadi. Maaf telah membuatmu terluka hingga membuatmu pergi meninggalkanku." Sesal Rey.


Yura tersenyum mendengarnya. "Tidak ada yang perlu dimaafkan. Semu telah berlalu dan mungkin itulah jalan takdir yang bisa membuat kita bisa bersama dan menua bersama." Balas Yura.


Rey kembali meraih tubuh Yura ke dalam dekapannya. Ia memberikan ciuman bertubi-tubi di kening Yura dan kembali mengucapkan permintaan maaf walau Yura melarangnya. Setelah merasa cukup dengan kegiatannya saat ini, Rey pun menunduk dan mendekatkan wajahnya pada perut Yura.


"Anak-anak Daddy... maaf karena telah melukai hati Mommy kalian." Bisik Rey pada ketiga buah hatinya.


"Tidak apa-apa, Daddy." Balas Yura menirukan suara anak kecil.


Rey mencium perut Yura yang terhalang dengan baju yang dikenakan Yura. Rey menciumnya dengan sayang dan menyalurkan rasa kasih sayangnya lewat ciumannya yang terbilang cukup lama. Tangan Yura pun terulur mengusap-usap rambut tebal Rey.


"Aku sangat mencintaimu, Kak." Lirih Yura dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Mendengar ungkapan cinta istrinya membuat Rey segera mengangkat kepalanya hingga kini ia dapat melihat wajah istrinya yang kembali basah oleh air mata. Rey pun menegakkan tubuhnya lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Yura.


Cup


Sebuah kecupan lembut mendarat di bibir mungil Yura. "Jangan menangis lagi. Kau sudah terlalu banyak menangis malam ini." Bisik Rey di telinga Yura.


Yura tersenyum dan tanpa rasa sungkan memeluk tubuh Rey yang sudah seperti candu untuk ia peluk.


"Aku juga mencintaimu." Bisik Rey lagi sambil membalas dekapan istrinya.


"Kakak bilang apa?" Tanya Yura yang ingin mendengarkan ungkapan cinta kembali dari suaminya.


"Terima kasih. Terima kasih karena telah membalas cintaku." Yura tak kuasa menahan rasa haru dan bahagianya dengan meneteskan air matanya.


Rey mengangguk di dalam pelukan Yura. "Terima kasih karena telah mencintaiku hingga sampai saat ini. Terima kasih tetap membuat aku menjadi pria beruntung karena telah dicintai oleh bidadari seperti dirimu."


"Kakak..." Yura hampir saja tertawa mendengar ucapan Rey yang terdengar lucu dan manis di telinganya. Bagaimana tidak, kali ini untuk pertama kalinya Rey berbicara panjang lebar dan bersikap manis padanya. Selama ini ia hanya melihat sikap datar dan dingin Rey. Dan saat ini ia melihat sisi lain dari Rey.

__ADS_1


"Kau berani menertawaiku?" Intonasi Rey sedikit meninggi.


Bukannya takut Yura justru tertawa-tawa mendengarnya. "Tentu saja aku berani." Jawabnya tanpa rasa takut.


"Kau ini..." Rey yang merasa gemas dengan sikap istrinya itu pun mengucup berulang kali bibir mungil Yura dan sesekali menggelitik pinggang Yura hingga membuat Yura kegelian dan semakin tertawa-tawa.


"Kakak... hentikan..." pinta Yura yang sudah merasa tak kuasa menahan rasa geli pada tubuhnya.


"Tidak akan." Rey semakin menggelitik pinggang istrinya sambil menahan tawanya melihat Yura yang tengah tertawa-tawa. Setelah merasa puas, Rey kembali memeluk tubuh Yura namun tidak terlalu erat. "Aku sangat mencintaimu." Bisik Rey.


"Begitu pun denganku. Kak Rey... bagaimana bisa aku jatuh cinta berulang kali pada orang yang sama?"


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2