
"Kenapa kau gugup begitu?" Tanya Rey pelan.
"A-aku—" ucapan Yura terhenti saat merasakan sebuah benda kenyal menempel di bibirnya. Tubuhnya dibuat menegang dan kedua matanya kini membola sempurna.
Yura mengetahui dengan jelas apa yang yang saat ini menempel di bibirnya dan siapa pelakunya. "Kak Rey..." ucap Yura dalam hati. Ia menatap wajah Rey yang kini berada tepat di depan matanya. Rey terlihat tengah memejamkan kedua kelopak matanya dan kini Yura merasakan bibir Rey yang awalnya menempel mulai bergerak melu-mat bibirnya.
"A-apa ini?" Yura kembali berucap dalam hati. "Kak Rey menciumku? Dia mengambil ciuman pertamaku?" Kata-kata itu hanya terucap dalam hati karena Rey tak kunjung melepas pangutannya dan justru semakin melu-matnya dengan lembut hingga hampir saja membuat Yura terbuai.
Tak lama, Rey pun melepaskan pangutannya lalu mengelap bibirnya yang nampak basah dengan jari jempolnya
"Apa yang Kakak lakukan?" Ucap Yura sedikit keras.
"Menciummu." Jawab Rey santai.
"Men-menciumku..." Yura terbata.
__ADS_1
"Apa aku salah mencium istriku sendiri?" Tanya Rey lalu bangkit dari duduknya. Pria itu berjalan ke arah jendela lalu membuka gorden jendela yang belum terbuka. Ia berdiri menatap ke arah luar jendela tanpa memperdulikan Yura yang merasa terkejut dengan perbuatannya.
Yura mengusap perlahan bibirnya yang basah dengan jari jempolnya. Ia menatap punggung kekar Rey yang membelakanginya dengan tatapan tak terbaca.
"Kenapa dia menciumku? Apa yang dia lakukan padaku?" Ucap Yura dalam hati. Entah apa yang ia rasakan saat ini. Perasaan aneh kini menjalar ke dalam dadanya setelah mendapatkan perlakuan tak terduga dari Rey.
"Apa dia sudah terbiasa mencium banyak wanita hingga menciumku adalah hal yang biasa untuknya?" Yura menduga-duga dalam hati.
"Bersihkan tubuhmu. Nanti malam aku akan mengajakmu makan di luar." Ucap Rey.
"Kenapa kau diam saja?" Tanya Rey menatap tajam Yura.
"Aku tidak membawa pakaian." Jawab Yura seadanya. Ia berusaha bersikap biasa saja sama seperti sikap Rey saat ini.
"Apa kau tidak melihat aku membawa koper tadi? Di dalam koper itu sudah ada pakaian untukmu." Jelas Rey.
__ADS_1
Yura menatap koper yang terletak di dekat lemari. Ia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah lemari.
"Dia sudah mempersiapkan pakaian ganti untukku?" Gumam Yura. Yura pun membuka koper milik Rey dan dibuat terkejut saat melihat ada beberapa helai pakaiannya ada di sana.
Tak ingin terlalu banyak bertanya pada Rey, Yura memilih mengeluarkan seluruh pakaiannya dan Rey dari dalam koper dan menyusunnya di dalam lemari. Setelah selesai, ia membawa baju ganti untuknya dan baju ganti Rey ke arah ranjang dan meletakkan baju Rey di sana. Setelahnya, Yura berjalan ke arah kamar mandi sambil membawa pakaian ganti untuknya.
Rey menatap pergerakan istrinya itu dengan ekspresi tak terbaca. Ia menarik tipis sebelah sudut bibirnya setelah melihat Yura masuk ke dalam kamar mandi.
"Menarik." Gumamnya sambil memegang bibirnya yang tadi ia pergunakan untuk mencium bibir Yura. Untuk pertama kali dalam hidupnya akhinya ia dapat merasakan ciuman dengan seorang wanita dan wanita itu adalah istrinya. Yura.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.