
"Jangan Rachel." Yura memegang sebelah tangan Rachel. "Ku mohon jangan. Aku tidak ingin karena diriku Kak Rey menjadi kepikiran dan pekerjaan Kak Rey menjadi terbengkalai di sana."
"Jika kau tidak ingin maka dari sekarang kau harus menurut dengan perkataanku." Tekan Rachel.
"Baiklah..."
"Bagus. Kalau begitu sekarang kau tunggu di sini. Aku akan turun ke bawah untuk meminta bibi memasakkan sarapan yang sehat untukmu." Ucap Rachel.
Yura mengangguk saja. Setelah menyelimuti Yura dan memastikan Yura berbaring dengan nyaman, Rachel pun keluar dari dalam kamar Yura.
"Rachel... maaf jika aku selalu merepotkanmu." Lirih Yura. Sudah beberapa hari terakhir ini Yura selalu dibuat tidak enak dengan sikapnya yang selalu merepotkan Rachel. Seperti meminta Rachel menjemputnya ke perusahaan dengan alasan malas menyetir, membelikan makanan yang tiba-tiba saja diinginkannya dan kemarin meminta Rachel mengantarkannya pulang ke rumahnya karena Yura ingin tidur di rumahnya dan Rey.
*
__ADS_1
"Yura, apa kau yakin tetap ingin berangkat bekerja hari ini?" Tanya Rachel sambil memperhatikan Yura yang sedang bersiap-siap berangkat bekerja pagi ini.
Yura mengangguk tanpa menatap pada Rachel karena kini ia tengah sibuk memoles wajahnya di depan cermin.
"Apa kau yakin sudah baik-baik saja? Aku takut kondisimu akan seperti tadi pagi lagi." Ungkap Rachel.
Yura menyelesaikan kegiatannya lalu menatap pada Rachel. "Aku sudah baik-baik saja, Chel. Lagi pula kau sudah memberikan makanan cukup banyak padaku tadi." Jawab Yura.
Rachel memperhatikan wajah Yura yang tidak lagi pucat seperti tadi yang ia lihat. Wajah Yura sudah terlihat cerah dan bersemangat hingga membuatnya yakin jika Yura sudah baik-baik saja. Rachel pun akhirnya mengiyakan ucapan Yura dan tak lupa menyuruh Yura untuk mengirikan pesan pada Kakakknya jika ia akan berangkat bekerja pagi ini.
Setelah kepergian Yura, Rachel segera menghampiri pelayan di rumah Yura dan meminta mereka untuk membuatkan makanan sehat untuk makan siang Yura. Nanti siang Rachel berniat datang ke perusahaan Yura dengan tuhuan membawakan makan siang untuk Yura.
"Apa sebaiknya aku beritahu Kak Rey saja jika kondisi Yura sedang tidak baik-baik saja saat ini?" Gumam Rachel setelah keluar dari dapur. "Tapi... jika aku memberitahukan pada Kak Rey bisa saja Yura akan marah kepadaku dan akan mendiamkanku. Dari pada aku harus dimarahi Yura, lebih baik aku dimarahi Kak Rey saja." Setelah cukup berpikir, Rachel pun memilih tetap diam dengan tidak memberitahukan pada Rey bagaimana keadaan Yura saat ini.
__ADS_1
Sementara Yura yang sedang berada di dalam perjalanan menuju perusahaannya saat ini terlihat tengah menahan rasa mual di dalam perutnya. "Hoek." Yura mencoba menahan rasa mualnya yang semakin bergejolak.
"Tahan Yura..." gumam Yura mencoba tetap fokus pada jalanan di depannya saat ini. Untung saja Yura masih bisa menahan rasa mualnya hingga akhirnya sampai di perusahaan.
Setelah memberhentikan mobilnya di depan perusahaan dan memberikan kunci mobil pada security, Yura segera masuk ke dalam perusahaan dan melangkah ke arah kamar mandi yang ada di dalam lobby.
"Nona Yura?" Jeni yang tengah mengantri lift dengan karyawan yang lainnya pun segera beranjak dari posisinya dan menghampiri Yura yang terlihat tengah berjalan ke arah kamar mandi sambil menutup mulutnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.