
Yura pun mencoba melakukan panggilan telefon pada Malik untuk menanyakan keberadaan Rey saat ini. Namun usahanya sia-sia saat panggilannya tidak kunjung terhubung dengan Malik.
"Huft, bagaimana ini. Tidak biasanya sekali Kak Rey tidak mengabariku seperti ini." Keluh Yura. "Sudahlah, lebih baik sekarang aku mandi dan bersiap untuk makan malam." Ucap Yura setelah melihat jam sudah hampir menunjukkan pukul tujuh malam.
*
"Yura, ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat gelisah seperti itu?" Tanya Galang saat mereka tengah menikmati hidangan makan malam di restoran yang ada di dalam hotel.
Pandangan Jeni dan Roy pun seketika tertuju pada Yura. Yura yang merasa diperhatikan pun menatap Galang, Roy dan Jeni secara bergantian.
"Aku tidak apa-apa, Gal." Jawab Yura.
"Benarkah begitu? Tapi aku melihatmu gelisah sejak tadi." Ucap Galang.
"Emh, tidak seperti itu." Jawab Yura mencoba tersenyum.
__ADS_1
Galang tak percaya begitu saja. Apa lagi ia dapat melihat dengan jelas Yura yang nampak gelisah sejak mereka duduk di meja makan. "Apa ada sesuatu yang mengganggu pemikiranmu saat ini, hem?" Tanya Galang.
Yura menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Gal. Sudahlah, lebih baik kita lanjutkan menikmati makanannya, Gal." Ajak Yura.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Galang tak ingin memaksakan Yura untuk jujur.
Dua puluh menit berlalu, mereka pun telah selesai menikmati makan malam masing-masing. Yura yang sejak tadi masih dilanda gelisah karena tidak mendapatkan kabar dari Rey pun memilih pamit lebih dulu ke dalam kamarnya karena ia ingin kembali mencoba menghubungi suaminya itu.
"Yura tunggu." Ucap Galang menghentikan pergerakan Yura.
"Ya, ada apa, Gal?" Tanya Yura.
Yura tersenyum mendengarnya. "Ya, aku baik-baik saja, Gal." Jawab Yura meyakinkan. "Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu, Gal." Ucap Yura dan diangguki Galang sebagai jawaban.
*
__ADS_1
Kegelisahan Yura karena tidak ada kabar dari Rey pun semakin bertambah saat waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam namun Rey tak kunjung membalas pesan darinya. Rasanya ingin sekali Yura menanyakan keberadaan suaminya itu pada Rachel, namun Yura merasa sungkan mengingat tadi Rachel sempat mengirim pesan jika saat ini ia tengah sibuk membuat kue dan makanan lainnya bersama Mama Kyara untuk menyambut kedatangan neneknya yang akan datang dari luar negeri.
"Huft... bagaimana ini?" Gumam Yura merasa semakin cemas dan bingung. Beberapa saat kemudian, Yura pun memilih untuk memeriksa file yang baru saja masuk ke dalam emailnya untuk menghilngkan rasa cemasnya pada Rey.
Hingga satu jam berlalu, Yura tak kunjung mendapatkan pesan balasan dari Rey. Karena sudah merasa lelah dan mengantuk, Yura memilih untuk tidur dan berharap esok pagi Rey akan mengirimkan pesan balasan untuknya.
*
Pukul lima pagi, Yura yang baru saja bangun dari tidurnya seketika berteriak dengan keras saat merasakan sesak karena seseorang tengah memeluk erat tubuhnya.
"Lepaskan, lepaskan!" Teriak Yura sambil berusaha melepaskan dekapan seseorang padanya. Ia ingat dengan jelas dimana keberadaannya saat ini. Dan tidak mungkin ia berada di dalam dekapan suaminya seperti yang biasa ia rasakan. Karena sangking paniknya, Yura bahkan tidak berniat melihat wajah pelaku yang tengah memeluk tubuhnya dari belakang saat ini dan justru memilih menggigit tangan pria yang tengah memeluknya hingga membuat pria itu ikut memekik karenanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.