Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Sesuatu yang ingin dibicarakan


__ADS_3

Yura dibuat terdiam dengan jemari yang saling bertaut. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana terkejutnya keluarganya nanti seteleah mengetahui statusnya saat ini. Terlebih penikahan mereka di dasari keterpaksaan karena insiden yang tak terduga sebelumnya.


Yura pun melewati sisa perjalan menuju kota dengan terus berpikir apa yang harus ia katakan pada keluarganya setelah Rey memberitahu status mereka saat ini. Mengingat kedua orang tuanya dan orang tua Rey, membuat Yura teringat dengan sosok wanita yang akan dijodohkan dengan Rey.


"Bagaimana dengan Flower jika dia tahu Kak Rey sudah menikah denganku?" Gumam Yura pelan. Yura menggelengkan kepalanya saat bayangan Flower melabraknya tiba-tiba melintas di benaknya.


"Dia pasti tidak akan terima jika Kak Rey tiba-tiba menjadi suamiku." Gumam Yura kemudian mengingat Flower yang sangat terlihat menaruh perasaan pada Rey dan terlebih kedua orang tuanya sudah menjodohkannya dan Rey sejak ia masih di dalam kandungan.


Selain Flower, Yura pun turut memikirkan reaksi sahabat baiknya yang tak lain adalah Rachel jika mengetahui jika ia sudah berubah status menjadi istri dari Kakaknya.


*


Setelah melewati lebih kurang enam jam perjalanan, mobil yang dikendarai Rey pun akhirnya memasuki perkarangan kediaman keluarga Dharma. Denyut jantung Yura terasa berdebar begitu cepat saat mobil Rey sudah terparkir tepat di depan pintu utama rumahnya.


Di depan mobil Rey, terlihat sudah ada mobil keluarga Bagaskara dan mobil Aidan. Yura dan Rey sudah bisa menyimpulkan jika keluarga mereka sudah berkumpul di dalam rumah menunggu kedatangan mereka.


"Kau mau tunggu apa lagi?" Tanya Rey pada Yura yang nampak belum berniat untuk keluar dari dalam mobil.


Yura tersadar dari lamunannya lalu mengangguk pada Rey. Ia segera keluar dari dalam mobil diikuti Rey setelahnya. Rey mengeluarkan lebih dulu koper Yura dari dalam mobilnya sebelum menyusul Yura masuk ke dalam rumahnya.


"Sebenarnya ada apa ini, Lea? Kenapa kita disuruh berkumpul di sini?" Bisik Rachel pada Alea. Sejak tadi di rumahnya ia sudah merasa sangat penasaran hal apa yang membuat keluarganya tiba-tiba diminta datang ke rumah Yura.

__ADS_1


Alea mengangkat kedua bahuhnya. "Aku juga tidak tahu, Chel. Mungkin saja ada sesuatu yang penting yang ingin dibahas di sini." Jawab Alea seadanya.


Rachel mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Alea yang tidak sesuai dengan jawaban yang ia harapkan. "Kau sungguh tidak asik, Lea." Sungut Rachel.


Alea menahan tawanya melihat wajah Rachel yang terlihat lucu dimatanya.


"Kak Yura?" Ucap Alula sedikit keras sambil menatap ke arah pintu hingga membuat perhatian orang-orang yang berada di ruang tamu tertuju pada sosok Yura dan Rey yang tengah berjalan ke arah mereka.


"Yura? Kak Rey?" Rachel seketika bangkit dari duduknya dan berlari ke arah Yura. "Agh, Yura, apa kau tahu aku sangat merindukanmu? Begitu banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu setelah seminggu kau meninggalkanku." Ucap Rachel sambil memeluk tubuh Yura.


Yura tersenyum kaku merespon ucapan Rachel. Sedangkan Rey menatap adiknya dengan datar sambil menggelengkan kepalanya.


Rachel seketika melepas dekapannya di tubuh Yura dan membiarkan Yura menjawab pertanyaan ayahnya.


Yura menjawab pertanyaan Rangga dengan anggukan kepalanya.


"Saya dan Yura baru saja sampai, Om." Jawab Rey.


Rangga mengangguk paham. Ia pun mempersilahkan Rey dan Yura untuk duduk di antara mereka.


"Kenapa aku merasa ada yang tidak beres di sini?" Gumam Rachel setelah menyadari ekspresi wajah Yura yang nampak tengah memendam rasa takut.

__ADS_1


Rachel pun berjalan ke arah keluarganya dan kembali mendaratkan bokongnya di sofa yang tadi ia duduki.


Bunda Vara pun berpamitan untuk ke dapur membuatkan minuman untuk Yura dan Rey. Sedangkan Mama Kyara kini tengah berbisik dengan Gerry tentang wajah putra mereka yang terlihat semakin dingin.


"Yura... Rey... ayo diminum dulu." Ucap Bunda Vara lembut pada mereka.


Yura dan Rey mengangguk bersamaan lalu mengambil minuman yang berada di depan mereka.


"Sebenarnya ada apa ini, Aidan? Kenapa kau meminta Om dan keluarga datang ke sini?" Tanya Gerry pada Aidan setelah Yura dan Rey selesai meneguk minuman mereka masing-masing.


"Alasan saya meminta Om dan keluarga datang ke rumah ini karena ada hal penting yang akan disampaikan Yura dan Rey pada keluarga kita." Jawab Aidan sambil melemparkan tatapan perintah pada Rey.


Rey yang mengerti dengan tatapan Aidan pun menghela nafasnya sesaat sebelum angkat bicara.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2