
"Yura, apa kau baik-baik saja?" Tanya Aidan pada Yura.
Yura menganggukkan kepalanya. "Aku baik-baik saja, Kak." Jawabnya sambil menunduk.
"Baiklah. Sudah saatnya kita kembali ke desa A." Ucap Aidan sebagai ajakan pada Yura.
Yura mengangkat kepalanya menatap pada Aidan. Ia pun turut menatap pada warga desa dan mengucapkan permintaan maaf pada mereka atas apa yang telah terjadi.
"Ayo." Ajak Aidan lagi yang diangguki Yura sebagai jawaban.
Aidan dan Rey pun bangkit dari duduknya dan bersalaman pada warga desa diikuti Yura. Warga desa pun mengantarkan kepergian mereka hingga sampai di depan balai desa. Yura menatap ke arah warga dengan wajah bingung karena tatapan mereka nampak berubah setelah pernikahannya dan Rey selesai.
"Ayo masuk." Titah Rey pada Yura.
"Aku ingin naik ke mobil Kak Aidan saja." Jawab Yura pelan.
"Masuk." Ucap Rey menekan ucapannya hingga membuat Yura mau tidak mau masuk ke dalam mobil Rey setelah menyadari jika Rey saat ini adalah suaminya dan ia harus mengikuti apa yang diucapkan suaminya.
Selama dalam perjalanan menuju desa A hanya ada keheningan di dalam mobil karena baik Yura maupun Rey larut dalam pemikiran mereka masing-masing. Di belakang mobil Rey terlihat mobil Aidan yang melaju mengikuti mereka. Aidan terlihat duduk di sebelah sopir pribadinya sambil melakukan panggilan telefon dengan sesorang.
__ADS_1
"Aidan akan menelefon lagi jika sudah berada di desa A." Ucap Aidan lalu mematikan sambungan telefonnya karena mobilnya sudah memasuki kawasan sulit signal.
Karena terlalu larut dalam lamunannya, Yura bahkan tidak menyadari jika mobil yang dikendarai Rey sudah sampai di depan penginapan mereka di desa A. Kesadaran Yura muncul saat mendengar suara pintu mobil Rey yang tertutup dari luar. Yura menatap ke samping dimana Rey sudah tidak lagi berada di sana.
"Kami sudah sampai?" Gumamnya merasa bingung. Yura pun keluar dari dalam mobil yang sudah di sambut Aidan yang berada di samping mobilnya.
"Tenanglah, semua akan baik-baik saja setelah ini." Ucap Aidan sambil mengusap rambut Yura.
Yura tersenyum namun berbeda dengan hatinya yang merasa tidak tenang setelah menjadi istri sah Rey yang tidak pernah terpikirkan olehnya setelah memutuskan untuk melupakan Rey.
Aidan pun menuntun Yura masuk ke dalam rumah yang nampak kosong.
"Bu Asih sedang ada pekerjaan di luar desa." Jawab Aidan sambil terus melangkah ke ruang tamu. "Duduklah." Ucap Aidan pada Yura.
Yura mengiyakan ucapan Aidan dengan mendaratkan bokongnya di atas kursi yang bersebelahan dengan Rey. Kepalanya pun tertunduk saat menyadari Rey kini tengah menatapnya.
"Kak Aidan maafkan Yura karena telah membuat malu Kakak dan keluarga kita." Ucap Yura dengan pelan.
Hembusan nafas Aidan terdengar kasar. "Sudahlah. Semuanya telah terjadi. Untuk saat ini jangan terlalu memikirkan apa yang baru saja terjadi. Fokuslah pada pekerjaan kalian yang masih berlangsung dua hari lagi. Setelah kembali ke kota kita akan membahas masalah yang terjadi bersama dengan Ayah, Bunda, Om Gerry dan Tante Kyara." Ucap Aidan.
__ADS_1
Yura diam begitu pun dengan Rey yang memilih diam namun tatapannya kini menatap datar pada Aidan. Aidan membalas tatapan Rey dengan tak kalah datar lalu beralih menatap pada Yura. "Kau harus ingat jika saat ini kau sudah menjadi istri Rey. Saat ini kau sudah memiliki hak dan kewajiban menjadi seorang istri dan Kakak harap kau sudah dapat memahaminya." Tutur Aidan.
"Aku mengerti, Kak." Jawab Yura pelan.
"Sore ini Kakak sudah harus kembali ke kota karena baru saja Alea mengabari jika Axel sedang sakit dan terus memanggil nama Kakak." Ucap Aidan.
"Axel sakit?" Wajah Yura berubah cemas mendengar keadaan keponakannya.
Aidan mengangguk membenarkan. "Kau tahu bukan jika Axel sakit maka Axella juga terkena imbasnya?" Tanya Aidan.
Yura mengangguk. "Tapi apa tidak bahaya jika Kakak berada di jalan pada malam hari?" Yura teringat dengan cerita Rey tentang binatang buas yang akan keluar pada saat tengah malam tiba."
Aidan terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan Yura. "Tidak masalah, karena Kakak akan sampai di kota sebelum tengah malam." Jawabnya dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Yura namun dapat dimengerti oleh Rey.
****
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.