
"Pertanyaan bodoh." Ucap Rey pelan namun dapat didengar jelas oleh Yura.
Wajah Yura pun berubah masam mendengar jawaban dari Rey. Ia mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela tanpa berminat bertanya langsung maksud Rey mengajaknya pergi ke butik.
Sesampainya di depan butik, Rey menoleh pada Yura yang terlihat tidak berminat membuka sabuk pengamannya.
"Ayo turun." Titahnya pada Yura.
Yura menoleh pada Rey. "Turun? Untuk apa?" Tanyanya.
"Tentu saja untuk masuk ke dalam butik." Jawab Rey.
Yura menatap lurus ke depan. Ia tahu betul butik di depannya saat ini adalah butik langganan keluarga Bagaskara.
"Ayo." Ajak Rey lagi karena Yura hanya diam saja.
Yura menganggukkan kepalanya lalu membuka sabuk pengamannya. Setelahnya ia pun turun lebih dulu dari dalam mobil mendahului Rey.
"Ayo." Ajak Rey lalu menarik tangan Yura untuk mengikutinya masuk ke dalam butik.
Yura dibuat tertegun mendapatkan perlakuan dari Rey namun ia tetap mengikuti langkah Rey.
Setelah masuk ke dalam butik, seorang wanita menggunakan seragam karyawan butik nampak menghampiri mereka.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan Rey, Nona Yura." Sapanya ramah.
Rey menganggukkan kepalanya membalas sapaan wanita itu. Sedangkan Yura tersenyum dan mengangguk membalas sapaannya.
"Apa pesanan baju saya sudah dipersiapkan?" Tanya Rey.
Wanita itu mengangguk. "Bajunya sudah kami persiapkan, Tuan. Apa Tuan ingin mencobanya lebih dulu?" Tanyanya.
"Tidak. Berikan salah satu baju itu untuk dicoba oleh istri saya." Titah Rey.
Wanita itu mengangguk mengiyakan. "Ayo ikut saya, Nona." Ajaknya pada Yura.
"Baju apa ini maksudnya Kak Rey?" Tanya Yura yang sejak tadi merasa bingung.
Yura menghela nafas lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia mengikuti langkah karyawan wanita itu menuju ruangan ganti khusus wanita. Yura terus memperhatikan gerakan wanita itu yang kini tengah mengambil gaun yang sudah berada di dalam paper bag.
"Silahkan dicoba, Nona." Ucapnya ramah pada Yura.
Yura mengangguk saja lalu mengambil gaun bewarna merah itu dari tangan pegawai butik. Setelahnya ia masuk ke ruangan ganti untuk mencobanya.
"Apa dia sudah mencoba bajunya?" Tanya Rey pada pegawai wanita yang tengah menunggu Yura untuk berganti baju.
"Nona Yura sedang mencobanya, Tuan." Jawabnya.
__ADS_1
Rey mengangguk paham lalu duduk di kursi tunggu yang berada tidak jauh dari ruangan ganti.
Sementara Yura yang sedang mencoba gaun di dalam ruangan ganti nampak berdecak kagum melihat penampilannya saat ini.
"Kenapa kulitku terlihat bersinar memakai gaun ini? Gaun ini juga terlihat terlalu mewah jika digunakan untuk tubuh mungilku ini." Komentarnya. Yura pun memutar tubuhnya ke kana dan ke kiri untuk melihat setiap bagian tubuhnya saat memakai gaun. Setelah cukup mencobanya, Yura pun melepaskan kembali gaun itu dari tubuhnya dan keluar dari dalam ruangan ganti.
"Nona, apa anda sudah mencoba gaunnya?" Tanya pegawai butik pada Yura.
Yura menganggukkan kepalanya. "Sudah. Gaunnya terlalu mewah untuk tubuhku." Jawab Yura.
"Kenapa anda tidak keluar saat mencobanya hingga Tuan Rey dapat melihat gaun itu dipakai oleh anda?" Tanyanya pelan. Sungguh pegawai wanita itu merasa takut karena lupa memberitahu Yura untuk keluar dari dalam ruangan ganti dulu setelah memakai gaunnya.
"Apa itu perlu? Lagi pula gaun ini untuk siapa?" Tanya Yura bingung.
"Untukmu." Jawab Rey.
"Untukku? Gaun ini untukku?" Ulangnya merasa tak percaya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.