
Yura tersenyum lalu memperlihatkan foto USG pada Rachel. "Jadi?" Tanya Rachel tak dapat menangkap jelas maksud foto USG. "Anakku dan Kak Rey berjenis kelamin satu laki-laki dan dua perempuan." Jawab Yura tersenyum.
"Apa?" Kedua bola mata Rachel terlihat berbinar mendengarnya. "Aku akan memiliki ponakan laki-laki dan perempuan?" Ulang Rachel dengan suara sedikit keras karena tak dapat menyembunyikan rasa senangnya saat ini.
"Emh, ya." Yura mengangguk-anggukkan kepalanya seraya tersenyum manis.
"Oh, Yura..." sangking senangnya dengan kabar yang ia dengar, Rachel tanpa aba-aba menarik tubuh Yura ke dalam dekapannya. Sedetik kemudian ia tertawa-tawa saat merasa ada sesuatu yang menghalangi pelukan mereka bersatu. "Ketiga ponakanku membuat jarak di antara kita." Seloroh Rachel lalu mengusap perut Yura dimana ketiga keponakannya berada.
"Kau ini..." Yura menggeleng seraya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Kalau begitu ayo kita cepat pulang. Mama dan Papa pasti sangat senang jika mengetahui ini semua!" Ajak Rachel begitu bersemangat.
"Tunggu sebentar. Kami ingin menebus obatnya dulu." Balas Yura.
"Agh, baiklah." Rachel akhirnya harus menunggu kembali Yura dan Rey mengantri obat di bagian farmasi. Sebenarnya ia sudah diminta Rey agar menunggu di rumah saja untuk mengetahui hasil pemeriksaan Yura kali ini. Namun karena Rachel begitu tidak sabar mengetahui jenis kelamin ketiga keponakannya membuat Rachel mememutuskan menyusul Yura dan Rey untuk pergi ke rumah sakit.
Setelah hampir setengah jam menunggu Yura dan Rey mengantri mengambil obat, akhirnya mereka pun pulang ke kediaman kedua orang tua Rey. Rachel mengemudikan mobilnya sendiri sedangkan Yura pulang dengan mobil Rey.
Setengah jam kurang berkendara, akhirnya mobil milik Rey dan Rachel memasuki perkarangan kediaman kedua orang tuanya. Rachel memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah sedangkan Rey memarkirkan mobilnya di belakang mobil Rachel.
__ADS_1
"Sayang, ayo turun." Ajak Rey pada Yura.
Yura mengangguk lalu membuka seat beltnya. Sementara Rey segera turun dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Yura. "Hati-hati." Ucapnya lembut saat Yura hendak turun dari dalam mobil.
Yura mengangguk lalu memegang tangan Rey turun dari dalam mobil.
"Yura, ayo masuk!" Ajak Rachel begitu tidak sabar.
"Ya." Balas Yura lalu melangkah mengikuti Rachel masuk ke dalam rumah.
"Jangan berjalan tergesa-gesa. Mama dan Papa tidak akan pergi kemana-mana!" Tegur Rey melihat Yura yang berjalan sedikit cepat.
"Yura... Rey..." Mama Kyara dan Papa Gerry seketika bangkit dari duduknya menyambut kedatangan menantu dan anaknya.
"Mama... Papa..." Yura membalas sapaan mertuanya diiringi senyuman. Setelah berada dekat mereka, Mama Kyara pun memeluk Yura barang sejenak
"Ayo duduk dulu." Ajaknya.
Yura mengangguk lalu duduk di atas sofa yang bersebelahan dengan Rey. Sementara Rachel sudah duduk lebih dulu di sofa yang bersampingan dengan Papa Gerry.
__ADS_1
"Kau terlihat senang sekali, Rachel." Ucap Papa Gerry pada putrinya yang sejak tadi tersenyum.
"Tentu saja, Pah. Rachel tersenyum karena tidak sabar menunggu Yura memberitahukan hasil pemeriksaannya pada Mama dan Papa." Jawab Rachel.
Mendengar perkataan putrinya membuat Papa Gerry dan Mama Kyara kini menatap pada menantunya.
"Jadi bagaimana hasilnya, Nak?" tanya Mama Kyara lembut.
Yura menoleh pada Rey meminta Rey menjawab pertanyaan dari Mama Kyara.
"Bayi kami berjenis kelamin satu laki-laki dan dua perempuan." Jawab Rey yang membuat Mama Kyara tersenyum lebar mendengarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1