
Aidan segera melepas pelukannya saat melihat wajah tak bersahabat Rey saat ini. "Kembalilah pada suamimu." Titah Aidan pada Yura.
Walau merasa bingung dengan perintah Aidan namun Yura tetap melakukannya dengan kembali mendekat pada Rey.
"Apa kau lelah?" Tanya Rey setelah Yura kembali berdiri di sebelahnya.
"Sedikit." Jawab Yura jujur karena sudah cukup lama ia berdiri.
"Kalau begitu ayo duduk dulu." Ajak Rey yang diangguki Yura sebagai jawaban.
Rey pun membawa Yura duduk di sofa yang berada di ruang tengah rumah mertuanya. Setelah memastikan Yura duduk dengan nyaman di atas sofa, Rey pun berpamitan sejenak menyambut Alfin yang baru saja datang.
"Tunggulah sebentar. Aku tidak akan lama." Ucap Rey pada Yura.
"Baiklah." Balas Yura.
Rey segera pergi meninggalkan Yura lalu menghampiri sahabat baiknya yang baru saja datang.
"Alfin." Ucap Rey pada Alfin yang tengah berbincang dengan Aidan.
"Rey..." Alfin segera mendekat pada Rey lalu memeluk Rey baranh sejenak.
"Kau baru saja sampai dari London?" Tanya Rey.
Alfin mengangguk membenarkan. "Ya. Setelah sampai aku langsung memutuskan untuk datang ke sini saat mengingat undangan yang kau kirimkan tadi malam." Jawab Alfin.
__ADS_1
"Kau terlalu memaksa." Lidah Rey berdecak melihat sahabatnya yang tidak tahu lelah langsung pergi ke acara syukurannya.
"Hei, kau seperti orang lain saja. Aku melakukannya karena aku menginginkannya. Lagi pula sudah cukup lama aku tidak bertemu denganmu dan Yura." Jawab Alfin.
"Terserah kau saja." Balas Rey tak ingin berdebat.
"Oh ya dimana Yura? Aku sudah sangat tidak sabar bertemu dengannya." Ucap Alfin.
"Yura ada di sana." Rey menunjuk dengan arah matanya dimana istrinya terlihat duduk di atas sofa sambil memijat kakinya.
"Baiklah. Kalau begitu ayo ke sana." Ajak Alfin.
Rey mengangguk saja lalu mereka berpamitan pada Aidan untuk menghampiri Yura.
Yura mendongak menatap wajah pria yang sudah lama tidak dilihatnya.
"Kak Alfin." Balas Yura seraya tersenyum.
Alfin mengulurkan tangannya pada Yura yang dengan cepat disambut oleh Yura. "Selamat atas kehamilanmu." Ucap Alfin.
Yura mengangguk mengiyakannya dan meminta Alfin untuk duduk di atas sofa.
"Setelah pernikahanmu dan Rey hari itu aku tidak ada lagi bertemu denganmu. Sangat disayangkan sekali karena baru hari ini kita kembali bertemu setelah aku memutuskan untuk menetap beberapa bulan di London.
"Tak masalah. Kita sudah bertemu lagi sekarang." Jawab Yura.
__ADS_1
"Agh, apa kau tahu Yura jika waktu itu aku sangat terkejut mendengar kalian sudah menikah?" Tanya Alfin.
Yura mengangkat kedua bahunya karena memang ia tidak tahu.
"Rasanya aku senang sekali karena pada akhirnya sahabatku menikah dengan wanita yang diinginkannya." Ucap Alfin.
"Maksud Kakak?" Tanya Yura.
"Diamlah." Ketus Rey tak ingin sahabatnya terlalu banyak bicara.
Alfin menyunggingkan senyumannya pada Rey. Rasanya ia sudah tidak ingin lagi menyimpan rahasia sahabatnya terlalu lama.
"Ya. Rey menikah dengan wanita yang diinginkannya dan itu adalah dirimu." Ucap Alfin.
"A-apa?" Yura menatap pada Rey yang terlihat memasang ekspresi datar.
"Kau mungkin merasa bingung dengan apa yang aku katakan saat ini. Baiklah, karena aku sudah lama tidak bercerita panjang lebar maka sekarang aku akan menceritakan kehidupan Rey setelah kau memutuskan untuk pergi meninggalkan kota ini dan menetap di desa bersama nenekmu selama dua tanun lamanya."
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1