Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Mandi berdua


__ADS_3

Sang surya nampak sudah naik ke tempat peraduannya. Sinarnya yang terang menelusup masuk ke dalam jendela yang tidak tertutup oleh tirai. Suara keributan yang terdengar dari luar kamar akibat ketukan pintu yang terdengar berulang oleh Rachel tak membuat Yura dan Rey terganggu dari tidurnya.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu yang terdengar semakin keras akhirnya berhasil membuat Rey merasa terganggu dan membuka kedua kelopak matanya. "Siapa itu." Gumamnya parau. Tiba-tiba saja suara ketukan pintu tak lagi terdengar. Sepertinya sosok yang sejak tadi berusaha membangunkan kedua kakanya sudah lelah dan kembali masuk ke dalam kamarnya.


Rey tak memperdulikan itu. Ia lebih memilih menatap wajah istrinya yang masih terlelap seakan tidak terganggu oleh keributan di sekitarnya dan cahaya mentari pagi yang sudah menerpa wajahnya.


"Dia lelap sekali." Gumam Rey. Ditatapnya lama wajah istri cantiknya itu lalu pandangannya beralih pada jam yang menggantung di dinding kamarnya. "Sudah jam tujuh pagi?" Rey begitu terkesiap. Pantas saja terdengar suara keributan dari luar kamarnya yang ia yakini berasal dari tangan Rachel yang mengetuk pintu kamarnya. Pastilah tadi adiknya itu ingin membangunkannya dan Yura untuk sarapan pagi.


"Eugh..." suara lenguhan Yura terdengar. Rey kembali memusatkan pandangan pada mata istrinya yang terpejam dan perlahan terbuka. "Kak Rey?" Ucap Yura dengan mata terbelalak melihat wajah Rey yang begitu dekat dengannya.


Rey mempererat pelukannya ditubuh Yura tanpa memperdulikan keterkejutan Yura. "Kak Rey sudah kembali?" Tanya Yura sambil berusaha melepaskan dekapan Rey di tubuhnya.

__ADS_1


"Hem." Rey hanya menjawab dengan sebuah deheman.


"Kapan Kakak kembali dan dimana Rachel?" Yura tersadar jika tadi malam ia tidur bersama Rachel dan kini sahabat baiknya itu sudah tidak ada di sampingnya dan digantikan oleh Rey.


Rey tidak menjawabnya karena menurutnya pertanyaan Yura tidak begitu penting. "Sepertinya kau begitu nyaman tidur di dalam pelukanku hingga bangun kesiangan seperti ini." Ucap Rey.


"A-apa?" Yura menatap ke arah jendela yang memperlihatkan situasi di luar sudah terang lalu mengalihkan pandangan pada jam dinding. "Astaga aku kesiangan!" Yura semakin kuat untuk melepaskan dekapan Rey hingga akhirnya Rey melepaskan dekapannya.


"Kenapa Kakak tidak membangunkanku? Aku bisa terlambat!" Yura berniat turun dari ranjang namun Rey menghentikan pergerakannya.


"Apa kau amnesia? Kau lupa hari apa hari ini?" Tanya Rey datar.


Rey menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang tengah linglung.


"Kapan Kakak kembali? Kenapa tidak mengabariku?" Tanya Yura.


Rey tak langsung menjawabnya saat mendengarkan kembali suara ketukan pintu dari luar.

__ADS_1


"Yura, Kak Rey, ayo bangun! Kalian sudah melewatkan jam sarapan pagi." Rachel terdengar memekik di balik pintu.


Mendengar suara adiknya kembali membuat Rey segera turun dari atas ranjang dan melangkah ke arah pintu.


"Tunggulah di meja makan Kakak akan segera menyusul." Ucap Rey sebelum Rachel angkat suara.


"Ta—" ucapan Rachel terputus karena Rey sudah menutup pintu kamarnya kembali.


"Ayo kita mandi. Rachel sudah menunggu untuk sarapan." Ajak Rey tanpa basa-basi pada Yura.


"Baiklah, aku akan mandi lebih dulu." Yura hendak melangkah ke arah kamar mandi namun tangan Rey menghentikan pergerakannya.


"Siapa yang menyuruhmu mandi sendiri? Kau akan mandi berdua denganku." Ucap Rey lalu dengan gerakan cepat mengangkat tubuh Yura.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2