Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Menjaganya dengan baik


__ADS_3

Selama dokter kandungan memeriksa kandungan Yura dan melakukan USG, Rey hanya diam dengan mata berkaca-kaca menatap pada layar monitor. Sebelah tangannya pun menggenggam erat tangan Yura seakan tak ingin melepaskannya. Sesekali Rey menatap pada wajah istrinya yang terlihat tersenyum seraya berkaca-kaca menatap layar monitor.


"Ayo silahkan turun, Nona." Sangking terhanyut dalam rasa haru, Rey sampai tidak sadar jika pemeriksaan istrinya sudah selesai dilakukan. Rey pun turut membantu Yura untuk turun dari atas ranjang lalu menuntunnya duduk di depan kursi dokter.


"Kak Rey..." Yura menggenggam erat tangan suaminya seraya tersenyum.


"Emh, ya." Jawab Rey lalu mengelus rambut istrinya.


Dokter pun mulai menjelaskan hasil pemeriksaan dan menyebutkan hal apa saja yang harus dihindari Yura selama masa kehamilan di trimester pertama. Yura pun mengangguk mendengarkan penjelasan dokter yang terbilang sama seperti yang ia dengar beberapa waktu lalu. Sedangkan Rey hanya diam dengan tatapan datar mendengarkan penjelasan dokter wanita di depannya sambil menggenggam sebelah tangan Yura.


Setelah selesai mendengarkan hasil pemeriksaan, Rey pun membawa Yura keluar dari dalam ruangan dokter kandungan.


"Kau dengar itu, mulai sekarang kau harus menjaga kesehatanmu dan jangan terlalu lelah bekerja." Ucap Rey lembut pada Yura.

__ADS_1


"Ya. Aku tahu itu." Balas Yura sambil mengusap lengan Rey.


Ingin sekali saat ini Rey mengatakan agar Yura berhenti untuk bekerja mengingat kondisinya saat ini yang sedang mengandung bayi kembar tiga. Namun Rey mengurungkan niatnya dan lebih memilih membicarakan hal ini pada Yura di lain waktu.


"Tunggulah sebentar, aku akan mengambil obatnya." Ucap Rey setelah berada di depan ruangan farmasi untuk mengambil obat.


"Baiklah. Aku akan menunggu di sini." Balas Yura yang diangguki Rey sebagai jawaban.


Setelah kepergian Rey, Yura melebarkan senyumannya sambil mengelus perutnya. "Anak-anak Mommy, lihatlah Daddy kalian ternyata sangat bahagia dengan kehadiran kalian tidak seperti yang Mom bayangkan sebelumnya." Ucap Yura pada ketiga janinnya.


Saat sudah berada di dalam mobilnya, Rey tanpa aba-aba menarik tubuh Yura ke dalam dekapannya. "Sekali lagi maafkan aku. Maaf karena telah mengabaikanmu dan anak-anak kita. Mulai saat ini aku berjanji akan menjagamu dan anak-anak kita dengan baik dan tidak akan mengulang hal yang sama." Janji Rey pada Yura.


Kedua bola mata Yura kembali berkaca-kaca mendengar ucapan Rey yang terdengar sangat tulus di telinganya. Rasanya hari ini ia begitu bahagia saat mengetahui Rey sangat bahagia dengan kehadiran ketiga janin dalam kandungannya tidak seperti yang ia pikirkan sebelumnya.

__ADS_1


"Apa kau telah membeli susu hamil untukmu?" Tanya Rey setelah melepas dekapannya.


Yura mengangguk. "Sudah. Aku sudah membeli beberapa kotak susu hamil kemarin." Jawab Yura.


Rey kembali merasa bersalah mendengarkan jawaban dari Yura. Harusnya untuk pertama kalinya ialah yang menemani istrinya membeli susu hamil dan menemani Yura memeriksakan kandungannya. Namun ia justru sibuk dengan permasalahan keluarganya hingga mengabaikan istrinya yang saat ini tengah mengandung.


Melihat suaminya yang kembali merasa bersalah membuat Yura mengusap lembut lengan Rey. "Ayo kita pergi dari sini, Kak." Ajak Yura.


Rey mengangguk mengiyakannya lalu melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah sakit.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2