Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Ancaman Kakak ipar


__ADS_3

"Apa?" Yura tersenyum lebar mendengarnya. Tidak dapat ia bayangkan betapa indahnya malamnya nanti menginap di hotel yang berada di dekat pantai. Hal yang sudah sejak lama kembali ia inginkan akhirnya terwujud dengan ajakan suaminya itu.


"Terima kasih Kak Rey." Ucap Yura pada Rey.


Rey hanya mengangguk tanpa menyematkan senyuman di wajah tampannya. Yura tak memperdulikan wajah datar suaminya yang sudah biasa ia lihat itu. Ia tersenyum saat matanya menatap ke arah Axel dan Axela yang sedang tertawa bermain pasir bersama kedua pengasuh mereka.


"Yura, kami sedang memesan mie rebus pada penjual yang ada di sana. Apa kau juga menginginkannya? Jika ia aku akan memesankannya juga untukmu dan Rey." Ucap Alea.


Yura menatap ke arah yang Alea tunjuk. "Sepertinya aku menginginkannya, Kak." Jawab Yura tanpa sungkan. "Bagaimana dengan Kak Rey? Apa Kakak juga menginginkannya?" Tanya Yura.


"Boleh." Jawab Rey singkat.


Alea pun beranjak dari duduknya dan berpamitan pada Aidan untuk memesankan menu tambahan untuk Yura dan Rey.


"Kak Lea aku ikut!" Ucap Yura yang sudah ikut beranjak mengikuti Alea.


"Baiklah, ayo!" Ajak Alea tersenyum.


Yura turut tersenyum lalu meraih tangan Alea untuk dipegangnya. Kedua wanita itu pun berjalan ke arah pedagang meninggalkan Rey dan Aidan.


"Axel jangan menjahili adikmu!" Tegur Aidan pada Axel saat melihat Axel melemparkan pasir ke tubuh Axela.

__ADS_1


"Xela senang Daddy dilempar seperti ini!" Jawab Axel lalu kembali melemparkan pasir ke tubuh Axela.


"Hahahaha." Seperti apa yang Axel katakan Axela tertawa mendapatkan lemparan pasir darinya.


Aidan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap kedua anak kembarnya itu. Rey pun turut tersenyum tipis melihat tingkah laku keponakannya.


"Kau terlihat sudah berbeda setelah menikah dan memiliki anak." Komentar Rey setelah Aidan mengarahkan pandangannya pada Rey.


Aidan menarik tipis sebelah sudut bibirnya. "Tentu saja. Aku tidak seperti dirimu yang selalu bersikap seperti jalan tol." Cibir Aidan.


Rey yang dicibir hanya tersenyum sinis membalas ucapan Aidan.


"Jadi?" Aidan menunggu jawaban dari Rey.


Aidan mengalihkan pandangannya dari Rey dan memilih menatap lurus ke depan. Ia tak lagi berniat mencibir adik iparnya itu setelah mendengarkan jawaban penuh maksud dari Rey.


"Kau akan merasakan perubahan itu jika kau sudah memiliki seorang anak." Ucap Aidan tanpa menatap Rey.


"Aku masih mengusahakannya untuk itu." Jawab Rey sinis.


"Apa?" Aidan seketika memutar tubuhnya ke belakang. "Maksudmu kau sudah menyentuh adikku?" Tanya Aidan dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin menjawab pertanyaan yang sudah kau ketahui jawabannya." Jawab Rey.


"Ck." Lidah Aidan berdecak mendengar ucapan Rey yang membuat emosinya naik. "Awas saja jika kau memperlakukan adikku dengan buruk!" Ancam Aidan.


Rey hanya diam tak menggubris ucapan Aidan. Ia membiarkan Aidan merasa kesal seorang diri karena tidak menjawab ucapannya.


"Om Rey ayo main!" Pekik Axel mengajak Rey.


"Iya Om Rey ayo main!" Timpal Axela.


"Kau dengar itu, anak-anakku mengajakmu bermain pasir bersama mereka." Ucap Aidan.


"Kenapa tidak kau saja yang bermain pasir bersama mereka?" Ketus Rey.


"Om Rey!" Axel dan Axela memekik bersamaan mengajak Rey bermain bersama mereka.


"Apa kau tidak dengar jika anak-anakku mengajakmu yang bermain bukan aku? Sekarang lebih baik kau turun dan temani mereka bermain atau anak-anakku akan menangis!" Titah Aidan dengan tatapan berubah tajam.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2