Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Senang bertemu Yura?


__ADS_3

"Kau ini ada-ada saja." Ucap Gerry.


"Memang seperti itu, Papa. Yura sempat bercerita jika ada seorang pemuda anak dari Pak Kades yang berniat melamarnya tahun lalu namun Yura dengan sopan menolaknya. Bukan hanya anak Pak Kades saja, anak juragan yang ada di desa pun turut berniat meminangnya." Rachel pun mulai membesar-besarkan ceritanya sambil menatap sekilas pada Rey.


Ting


Suara notifikasi pesan masuk dari ponsel Gerry dan Kyara menghentikan cerita Rachel tentang Yura.


"Ada apa, Ma?" Tanya Rachel menatap wajah Kyara yang tersenyum setelah membaca isi pesan di ponselnya.


"Besok malam keluarga kita diundang datang ke rumah Om Rangga karena mereka ingin mengadakan acara syukuran atas kembalinya Yura." Ucap Kyara.


"Apa Kak Rey juga diundang, Ma?" Tanya Rachel sambil menatap Rey penuh maksud.


"Tentu saja Kakakmu juga diundang, Sayang." Jawab Kyara lembut.


"Agh, pasti Kakak sangat senang karena bisa bertemu dengan Yura lagi." Seloroh Rachel.


Ucapan Rachel pun berhasil membuat Rey menatapnya dengan tajam. "Jaga ucapanmu!" Cetus Rey.


"Hei, kau jangan memarahi adikmu! Dia kan hanya bercanda!" Gerry pun memarahi Rey karena telah memarahi Yura.


Rey menghela nafasnya lalu menghembuskan dengan kasar di udara. Ia pun memilih diam tak menjawab ucapan Gerry. Karena sebenar apa pun dirinya akan tetap salah jika itu tentang kesalahan Rachel.


Sementara Rachel kini sudah bergelayut manja di lengan Kyara sambil memeletkan lidahnya pada Rey.


Rasakan itu. Papa pasti membelaku. Ucap Rachel dalam hati.

__ADS_1


*


Keesokan harinya di kediaman keluarga Rangga tengah ramai dengan kedatangan rekan kerja sekaligus sahabat-sahabat Rangga dan Vara yang diundang datang untuk acara syukuran kembalinya Yura.


"Kak Yura cantik sekali malam ini." Lidah Alula berdecak menatap Yura yang sudah cantik dengan gaun bewarna pastel yang melekat indah di tubuhnya dan make up natural yang menghiasi wajah cantiknya.


"Kau bisa saja. Kau tak kalah cantik dari Kakak, Lula." Jawab Yura.


"Tentu saja." Jawab Alula dengan pedenya.


Yura tersenyum mendengarnya.


"Kalau begitu ayo kita keluar, Kak. Teman-teman Bunda dan Ayah sudah pada datang." Ajak Alula.


Yura mengangguk mengiyakan lalu beranjak dari meja rias. Yura pun berjalan keluar dari dalam kamar diikuti Alula di belakangnya. Saat menginjakkan kakinya di anak tangga terakhir, hampir seluruh tamu yang sudah datang pun memusatkan pandangannya pada Yura.


"Ya. Yura terlihat semakin cantik." Timpal Flower yang berada di sebelah Rania.


Yura pun terus berjalan menghampiri Vara dan Alea yang tengah berdiri menjamu para tamu undangan yang sudah datang di tengah ruangan.


"Dimana Kak Rachel dan kelurganya, kenapa Lula tidak melihatnya." Komentar Alula setelah menatap para tamu undangan yang sudah datang.


"Tenanglah, Rachel dan keluarganya akan datang sebentar lagi." Jawab Vara dengan lembut.


Alula mengangguk saja. Sedangkan Yura memilih diam sambil tersenyum pada orang-orang yang tengah tersenyum padanya.


Tak lama pandangan mereka pun tertuju pada sosok Gerry yang baru masuk ke dalam rumah bersama Kyara dan Rachel.

__ADS_1


"Nah, itu Kaka Rachel!" Seru Alula sambil menunjuk Rachel yang tengah tersenyum kepada mereka.


"Rachel..." Yura pun turut tersenyum menatap pada Rachel.


Rachel pun berjalan dengan cepat ke arah Yura berada. "Maaf aku datang terlambat." Ucap Rachel setelah menyalimi Vara, Alea, Yura dan Alula.


"Tak apa. Lagi pula acaranya belum dimulai." Jawab Yura.


"Oh ya, dimana Kak Rey, apa Kak Rey tidak datang?" Tanya Alula karena tidak melihat keberadaan Rey.


"Kak Rey masih berbicara di depan bersama Om Rangga dan Kak Aidan." Jawab Rachel.


"Ohh... Lula pikir Kak Rey tidak datang." Ucap Alula.


"Kau ini ada-ada saja. Tidak mungkin Kak Rey tidak datang." Ucap Rachel lalu mengedipkan sebelah matanya.


Tak lama sosok yang mereka bicarakan pun nampak masuk ke dalam rumah dengan tatapan datarnya namun berhasil mencuri perhatian orang-orang yang melihatnya.


"Nah, itu Kak Rey!" Seru Alula sambil menunjuk pada sosok Rey.


Yura pun mengalihkan pandangannya pada Rey yang kini terlihat juga tengah menatap ke arahnya dengan intens.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2