Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Dia mencariku?


__ADS_3

Yura yang sudah berada di dalam kamar mandi terlihat dengan buru-buru mengunci pintu kamar mandi. Jantungnya kini berdebar begitu cepat saat pemikirannya tertuju pada novel yang pernah ditulisnya jika si pria akan mengejar wanita masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan hal yang sama seperti apa yang pernah mereka lalukan di atas ranjang sebelumnya.


"Astaga, Yura... apa yang kau pikirkan!" Yura menepuk keningnya. "Tidak mungkin pria seperti Kak Rey mau melakukannya di dalam kamar mandi. Kau terlalu berpikir jauh, Yura." Ucap Yura merutuki pemikiran kotornya. Tak ingin kembali berpikiran kotor tentang apa yang akan dilakukan suaminya padanya, Yura memilih segera menanggalkan baju tidurnya dan segera membersihkan wajah dan tubuhnya.


Sementara Rey yang masih berdiam di atas ranjang nampak menghembuskan nafas beberapa kali saat pemikiran kotor semakin menghantui dirinya.


*


"Selamat pagi, Nona Yura." Sapa Jeni saat Yura baru saja sampai di depan meja kerja Jeni.


"Pagi, Jeni." Balas Yura ramah.


"Bagaimana keadaan anda pagi ini, Nona, apa sudah baikan?" Tanya Jeni.


"Emh, ya. Aku sudah semakin membaik Jeni." Jawab Yura sedikit gugup.


Jeni dapat menangkap kegugupan di wajah Yura saat ini namun ia enggan untuk mempertanyakannya. "Syukurlah kalau begitu, Nona." Jawab Jeni.


Yura tersenyum kaku membalasnya. "Kalau begitu saya masuk ke dalam ruangan dulu, Jeni." Pamit Yura.


Jeni mengiyakannya. Yura pun segera masuk ke dalam ruangan kerjanya.

__ADS_1


"Huft... rasanya aku jadi serba salah memberikan alasan sakit pada Jeni kemarin." Ucap Yura sambil mengelus dadanya. Entah mengapa ia merasa awas jika saja Jeni bertanya apa penyebab yang membuatnya sakit hingga tidak dapat masuk bekerja kemarin.


Ting


Suara notifikasi yang terdengar nyaring dari ponselnya membuat Yura segera mengeluarkan ponselnya yang berada di dalam saku jas kerjanya.


"Kak Rey?" Gumam Yura membaca nama pengirim pesan.


"Apa kau sudah sampai di perusahaan?" Ucap Yura membaca pesan yang Rey kirimkan.


"Tumben sekali Kak Rey bertanya seperti ini." Gumam Yura lalu segera membalas pesan yang Rey kirimkan.


Ting


"Kenapa tidak mengabariku jika sudah sampai?" Balas Rey. Kening Yura mengkerut membaca pesan yang terasa aneh dipenglihatannya. Walau merasa aneh melihat isi pesan dari Rey, namun Yura tetap membalas pesan dari suaminya itu.


Setelah cukup membalas pesan dari Rey, Yura pun melangkah ke arah meja kerjanya.


"Huft..." Yura menghembuskan nafas bebas di udara saat melihat tingginya tumpukan berkas yang belum ia periksa di atas meja kerjanya. "Baru sehari tidak masuk pekerjaanku sudah banyak saja." Ucap Yura. Ia pun mencoba tersenyum menatap tumpukan dokumen yang ada di atas mejanya. "Tak masalah, Yura. Kau pasti bisa menyelesaikannya hari ini." Ucap Yura menyemangati dirinya.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Suara pintu yang terdengar diketuk dari luar mengalihkan tatapan Yura dari setumpuk dokumen di depannya.


"Masuk." Ucap Yura setelah mengetahui siapa yang mengetuk pintu ruangan kerjanya.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka dan menampilkan wajah Jeni di sana. Jeni nampak melangkah masuk ke dalam ruangan dan mendekati meja kerja Yura.


"Ada apa, Jeni?" Tanya Yura saat Jeni sudah berada di dekat meja kerjanya.


"Saya ingin menyampaikan jika kemarin siang Tuan Galang datang ke perusahaan untuk mencari Nona. Dan selain itu, kemarin siang saya juga mendapatkan panggilan telefon dari Nona Flower sekretaris Tuan Rey yang juga menanyakan keberadaan Nona." Ucap Jeni.


"Flower? Untuk apa dia mencariku?" Tanya Yura bingung.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2