
Pagi itu, Yura berangkat menuju perusahaannya dengan perasaan canggung karena ada Rey di sampingnya. Ya, setelah kejadian beberapa jam lalu masih saja membuatnya canggung berada dekat dengan Rey.
"Kenapa aku tidak membawa mobil sendiri hari ini saja. Dengan begitu aku tidak akan berdekatan dengan Kak Rey seperti ini." Ucapnya dalam hati. Sungguh saat ini Yura merasakan rasa aneh dalam hatinya setelah mendapatkan perlakuan hangat dari Rey.
"Tahan Yura... kau tidak boleh lemah seperti ini. Kau harus menjaga hatimu agar tidak kembali patah. Mungkin saja sikap Kak Rey seperti itu karena dia sedang tidak sadar atau ada malaikat baik yang tiba-tiba saja datang padanya." Ucap Yura masih dalam hati menguatkan hatinya.
"Sebaiknya nanti siang aku meminta tolong orang di rumah untuk mengantarkan mobilku ke hotel sehingga besok aku tidak lagi pergi bersama Kak Rey." Lanjutnya kemudian.
Dua puluh lima menit berlalu, mobil Rey pun telah sampai di depan perusahaan Yura. Rey menatap ke arah samping dimana Yura kini tengah menatap padanya.
"Terima kasih telah mengantarkanku. Kalau begitu aku pamit masuk dulu." Ucap Yura.
Rey menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Setelahnya Yura pun turun dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam perusahaannya. Seperti biasanya, mobil Rey masih berada di perkarangan perusahaan sampai memastikan Yura masuk ke dalam perusahaannya.
Beberapa menit kemudian, Yura yang baru saja masuk ke dalam ruangan kerjanya teringat dengan ucapan Rey tempo hari yang mengatakan jika hari ini Flower akan bekerja di perusahaan Rey sebagai sekretarisnya.
"Apa setelah ini mereka akan semakin dekat?" Gumam Yura lalu membayangkan apa yang terjadi di perusahaan Bagaskara setelah Flower menjadi sekretaris Rey.
Huft
Yura menghembuskan nafas bebas di udara. Memikirkan Rey bersama wanita lain saja sudah membuat dadanya sesak. Terlebih saat ini wanita yang dekat dengan Rey adalah wanita yang sejak kecil sudah dijodohkan dengan Rey.
__ADS_1
"Sudahlah Yura. Tidak perlu memikirkannya." Ucapnya lalu menggelengkan kepalanya tak ingin ambil pusing dengan apa yang akan terjadi di perusahaan Bagaskara.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu diikuti suara Jeni memanggil namanya membuat perhatian Yura teralihkan ke sumber suara.
"Masuk." Titah Yura.
Ceklek
"Jeni, kau sudah datang?" Tanya Yura sambil memperhatikan isi nampan yang dibawa Jeni.
Jeni menganggukkan kepalanya. "Saya sudah datang sejak sepuluh menit yang lalu, Nona." Jawab Jeni.
"Aku kira kau belum datang karena kau tidak terlihat di meja kerjamu." Balas Yura tersenyum.
Jeni ikut tersenyum mendengarnya. "Karena saya sedang mempersiapkan minuman dan makanan ringan untuk, Nona di pantry." Jawab Jeni. Ia pun meletakkan minuman dan cemilan yang ia bawa di atas meja Yura.
__ADS_1
"Terima kasih, Jeni." Ucap Yura.
"Sama-sama, Nona." Jawab Jeni.
"Oh ya, Jeni, apa agenda saya hari ini?" Tanya Yura.
"Pagi ini Nona ada rapat dengan para divisi di dalam perusahaan dan nanti siang Nona ada pertemuan dengan Tuan Galang di cafe Mawar." Jawab Jeni
"Jam berapa saya ada pertemuan dengan Tuan Galang?" Tanya Yura.
"Jam satu siang, Nona." Jawab Jeni.
Yura menganggukkan kepalanya paham.
"Dan satu lagi, Nona, setelah pertemuan dengan Tuan Galang, jam setengah tiga Nona melanjutkan pertemuan dengan Tuan Rey di cafe yang sama." Jawab Jeni.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.