Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Tiba-tiba pergi


__ADS_3

"Kakak bisa membukanya setelah aku pergi dari sini." Jawab Yura seraya tersenyum.


Rey menatap wajah istrinya dan kotak yang diberikan Yura secara bergantian. "Kenapa tidak sekarang saja?" Tanyanya bingung.


"Sepertinya akan lebih baik jika Kakak membukanya setelah aku pergi dari sini karena aku harus kembali ke perusahaan sekarang juga." Jawab Yura sambil menunjukkan ponselnya yang terus berdering tanda panggilan masuk dari Jeni.


Rey yang mengerti maksud Yura pun mengangguk sebagai jawaban. Rey mengantarkan istrinya keluar dari dalam ruangannya dan tak lupa memberikan kecupan singkat di kening Yura saat sudah berada di luar ruangannya.


"Hati-hati di jalan dan kabari aku jika sudah sampai." Ucap Rey.


Yura mengangguk mengiyakannya lalu berpamitan untuk segera pergi. Sebelum melangkah meninggalkan Rey, Yura menyempatkan lebih dulu menyapa Flower yang terlihat berwajah masam menatap padanya.


Apa mereka tidak memiliki tempat lain untuk bermesraan selain di hadapanku?! Geram Flower dalam hati.


Yura pun melangkah meninggalkan Rey dengan senyuman lebar di wajah cantiknya. Rasanya ia sudah tidak sabar menanti panggilan telefon dari Rey nanti setelah Rey melihat isi kotak yang ia berikan pada Rey. Jika tidak mengingat jika panggilan telefon dari Jeni sangatlah penting karena kini rekan bisnisnya yang baru datang dari Paris sudah menunggunya di perusahaan, Yura pasti memilih menunggu melihat ekspresi wajah Rey setelah melihat hadiah yang ia berikan.


Setelah kepergian Yura Rey pun kembali masuk ke dalam ruangan kerjanya. Ia tak langsung membuka kotak kecil yang Yura berikan karena kini ada hal penting yang harus ia kerjakan sebelum kembali ke rumah kedua orang tuanya. Rey memilih meletakkan kotak kecil yang diberikan Yura di dalam laci meja kerjanya dan segera menandatangani berkas yang akan ia berikan pada Malik.


Lima belas menit berlalu, Rey telah selesai dengan pekerjaannya dan berniat membuka kotak kecil yang diberikan Yura padanya. "Apa ini?" gumamnya penasaran. Dengan cepat Rey membuka kotak kecil yang diberikan Yura hingga akhirnya terbuka memperlihatkan sebuah benda kecil berbentuk persegi panjang yang terbungkus oleh sebuah kertas.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu yang terdengar cukup keras dari luar ruangannya mengalihkan perhatian Rey dari isi kotak.


Ceklek


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka sebelum Rey sempat mempersilahkan orang yang berada di luar ruangannya untuk masuk.


"Kak Rey..." Rachel berlari ke arah Rey sambil menangis dan mata memerah.


"Ada apa ini Rachel?" Tanya Rey.


"Mama Kak..." Rachel menangis terisak-isak.


"Ada apa dengan Mama?" Tanya Rey mulai cemas.

__ADS_1


"Mama pergi dari rumah dan Papa mengizinkan Mama untuk pergi." Jawab Rachel dengan terbata.


"Apa?" Rey terbelalak dengan rahang yang mulai mengeras. "Kenapa Papa membiarkan Mama untuk pergi?" Tanya Rey keras.


"Itu karena..." Rachel tak dapat melanjutkan perkataannya dan memilih menangis dengan keras.


"Astaga..." Rey mengusap kasar wajahnya saat sudah menebak apa yang terjadi. Tidak ingin mengulur waktu lama mencari keberadaan Mamanya, Rey segera mengajak Rachel untuk pergi dari perusahaannya setelah sebelumnya memasukkan kertas berisikan benda kecil yang ada di dalam kertas ke dalam saku jasnya karena ia ingin melihat apa yang diberikan Yura padany nanti.


"Rachel, Kak Rey, kalian ingin kemana?" Tanya Flower saat melihat Rey keluar dari dalam ruangannya dengan tergesa-gesa.


Rachel dan Rey mengabaikan pertanyaan Flower dan terus melangkah dengan beriringan.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2