Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Berkunjung Ke Red Devil


__ADS_3

"Silahkan Pak..!" Ucap Satpam meminta Zai untuk masuk kedalam dengan telapak tangan terbuka


"Terima Kasih"


Zai mengangguk lalu melangkah kedalam. Dia melihat disana, Duduk dikursi dengan memakai kaca matanya seorang yang sudah paruh baya sedang melihat dokumen entah dokumen apa.


"Dengan bapak Zaidul Akbar?" Tanya sosok orang tua itu.


"Benar sekali Pak Hotman" Zai mengulurkan tangan nya, "Apakah Asisten saya sudah memberitahu prihal apa yang ingin saya urus?" Tanyanya lagi.


Hotman menyambut uluran tangan itu "Tentu saya sudah mengetahuinya, Senang berkenalan dengan anda" Ucapnya lalu meminta Zai untuk duduk dengan menggerak kan tangannya ke arah Sofa.


"Terima kasih Pak Hotman" Zai duduk di Kursi yang mendominasi warna coklat dengan meja kayu yang berada dihadapannya yang juga berwarna coklat.


Hotman kembali ke Mejanya dan membawa Dokumen yang dari tadi dia lihat. "Apakah ada aset bapak lagi selain yang ada di Dokumen ini Biar memudahkan urusan nantinya?"


"Ya, Saya juga memiliki satu saham lagi, Seperti Saham Bara Nelson 100% dan Satu unit Mension Nelson Trikora"


Suara itu mengejutkan Hotman, Dia tau betul bagaimana besarnya Perusahaan Bara Nelson itu, Perusahaan yang bertindak dibidang batu bara yang paling besar di negara ini. 'Hanya seorang pemuda yang memilikinya, Takutnya orang tidak akan percaya dengan kenyataan itu, Jika aku mengatakan bertemu dan menjadi Pengacara Pribadinya' Batin Hotman senang.


"Baik Pak Zai, Saya akan menambahkannya lagi di dokumen ini" Sahut Hotman lagi.


Suara ketukan menghentikan percakapan mereka. "Masuklah" Teriak Hotman


"Permisi Pak" Seorang wanita cantik tidak biasa, Terlihat membawakan cemilan dan kopi hangat lalu meletak kannya di meja.


"Minumlah Pak Zai" Ucap Hotman lagi.


Wanita itu mundur perlahan dan keluar tanpa suara.


Zai mengambil Kopi itu lalu menyesapnya perlahan. "Uh-aaah Ini Enak.."


Hotman tersenyum mendengarnya. "Kau benar, Ini Kopi khusus diracik oleh wanita muda tadi, Aku juga merasakan nikmatnya, Jika aku masih muda mungkin akan ku nikahi dia, Tapi sayang dia seumuran dengan anakku" Ucap Hotman sambil tersenyum menggeleng karnaa sempat terbesit mengingini wanita itu hanya karna racikan Kopinya.


"Hahaha.... Umur tidaklah masalah, Kalau wanitanya suka, Tak perlu nunggu lama Pak" Ucap Zai setelah berhenti tertawa.


"Aih, Namaku akan tercoreng karna ghibah akan menyebar secepat kilat nantinya" Sahut Hotman dengan menghela nafas pelan. "Tapi jika bapak Zai mau, Aku bisa mengenalkannya, Dia magang dikantor ini, Namanya Alexa blasteran jerman dan indo. Tapi kelamaan hidup di desa makanya dia bisa meracik kopi, Tapi dia cukup pintar dan cekatan" Ucapnya mempromosikan Alexa kepada Zai, Dia hanya ingin mengambil sedikit keuntungan dari itu, ditolak pun tidak masalah baginya.


"Tidak perlu Pak Hotman, Baiklah sudah sore, Aku ada urusan yang lainnya lagi yang harus aku kerjakan" Ucap Zai sembari melihat jam tangan Richard Mille miliknya.

__ADS_1


Hotman jelas melihat jam tangan mahal yang hanya ada beberapa didunia karna edisi terbatas yang dikeluarkan, Dan ternyata orang yang beruntung mendapatkannya adalah pemuda dihadapannya.


'Sungguh orang kaya akan terlihat semakin kaya dengan jam tangan itu' Batinya.


Lalu mengantar Zai hingga depan pintu keluar perusahaan.


Zai melambaikan tangannya dan masuk ke Mobilnya dan mulai menghidupkan mesin, Menginjak kopling dan memasukkan perseneling dan Wuuush Mobil melaju dijalanan kota yang mulai padat.


Dering telpon terdengar, Zai langsung memasang Headset Bluetooth ditelinganya.


"Ya"


"Maaf menganggu bapak sepertinya, Saya hanya ingin memberitahukan bahwa Pukul 19:30 Acaranya akan berlangsung di Best Wastern Pak" Ucap Wilhan.


"Baiklah, Terima Kasih, Apa sudah memeberikan pengumuman kepada yang lain?"


"Belum Pak, Karna saya memberitahukan kepada anda lebih dulu" Sahutnya Wilhan


"Oke, Umumkan saja langsung dan suruh mereka pulang lebih awal untuk bersiap" Ucap Zai lagi lalu memutuskan sambungan telpon.


'Jani, Sadam,' Panggilnya. Dua sosok langsung muncul di samping Zai yang sudah menepikan Mobilnya.


"Kita akan berkunjung ke suatu tempat" Ucapnya,


"Baik tuan"


"Jani, Kemudikan Mobil!" Pinta Zai yang langsung keluar dari pintu kemudi dan berpindah tempat, Jani pergi ke kemudia sedangkan Sadam di sebelah Jani memperhatikan jalan.


............


Setengah jam kemudian Mobil itu sampai pada tujuannya.


Mobil itu berhenti didepan pagar besi yang tinggi, Yang di ujungnya nya terdapat kawat berduri melingkar.


Terlihat lima orang keluar dari dalam Markas besar dan satu orang mengetuk kaca Mobil.


Jani menurunkannya kaca setengah lalu berkata "Bos Aku ingin bertemu dengan Bos kalian"


"Bos sedang sibuk" Sahut orang yang mengetuk pintu.

__ADS_1


"Katakan padanya Ketua Macan Hitam berkunjung" Ucap Zai menunjuk satu orang yang duduk dikursi belakang.


Orang itu menengok sebentar dan menemukan satu orang duduk disana. "Tunggulah, aku akan menyampaikannya lebih dulu" Ucapnya kepada Jani


"Kalian berempat jaga Mobil ini, Jangan biarkan mereka mengacau" Ucapnya memandang Empat orang yang berdiri tegak.


"Siap...."


Sahut mereka sambil menganggukkan kepala. lalu fokus kepada Mobil setelah melihat.


...........


Telihat seseorang berlari menuju pintu gerbang besi, Tapi tidak ada nafas yang kembang kemping karna orang itu sangat terlatih.


"Bos sudah menunggu didalam, Silahkan masuk" Ucapnya.


Dua orang mendorong pintu besar itu agar bisa masuk Mobil, Dan menutupnya kembali dan berjaga.


Jani turun dan membukakan pintu Zai yang ada dibelakang, Setelah turun dia mengikuti dari belakang bersama dengan Sadam yang selalu siaga.


Pintu Aula berderit dan terbuka, Mereka pun disuruh masuk oleh seseorang yang membukakan pintu itu.


"Selamat datang Ketua Macan Hitam, Ada hal apa berkunjung kesini?" Tanyanya masih duduk dengan menyilangkan kakinya.


Sadam kesal melihat orang itu karna tak sopan dengan Bosnya, Tapi Zai menepuk bahu Sadam kemudian menggeleng.


Zai berjalan dan duduk dikursi yang ada tanpa diminta, Karna orang tak sopan dia pun tak segan.


"Aku tidak bermaksud apa apa kesini, Hanya ingin mengajakmu bergabung, Aku ingin menyatukan semua Organisasi dibawah perintahku, Tapi tenang saja, Kau tetap akan menjadi ketua Red Devil hanya saja berada dibawahku, Bagaimana?" Tanya Zai.


Semua orang yang hadiri disana dari pihak Red Devil membelalak kan matanya, Dan mereka ingin bergerak menghukum orang yang berani sombong ingin membuat ketua mereka tunduk.


"Brengsek, Kau pikir kau siapa berani sekali berbicara seperti itu dihadapan kami" Ucap salah seorang yang tak bisa lagi menahan kekesalannya.


"Ya, Kau pikir kami takut kepadamu?"


Hanya ketua Red Devil sendiri yang diam. Dia terdiam mencerna ucapan dari seorang pemuda yang begitu tidak tahu malu.


Dia pun kesal tapi masih diam sebentar, Kemudian mengangkat tangan nya untuk menyuruh anggota nya diam.

__ADS_1


"Diam kalian semua" Teriak nya...


__ADS_2