Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pilih saja judul sendiri


__ADS_3

"Tidak perlu kau pikirkan, aku bisa merawatmu" Jani segera menggendong wanita itu dan membawanya ke arah Mobil dengan berjalan pelan.


Sadam dan Jaya tersenyum melihat Jani bersikap seperti itu


"Mungkin wanita itu akan jadi kekasihnya" Ucap Jaya memberi penilaian.


.............


"Tetaplah Hidup, Jika kamu merasa hidupmu sudah tak berarti maka Ingatlah diriku!" Jani tersenyum lalu dia berdiri dan mengambil bubur yang ada dimeja.


"Makanlah, Biarkan aku menyuapimu!" Ucapnya lagi.


Air mata segera menetes dari wajah yang masih terlihat jejak kebiruan dan lebam karna pukulan dan keberutalan.


"Mengapa? Apakah aku terlalu terlihat kasian sehingga kau memperlakukan aku begitu baik?"


"Jangan banyak bicara, Kunyahlah! Itu akan lebih baik untukmu"


'Entah apa yang membuatmu bisa memperlakukan aku sebaik ini, Tapi aku merasa tidak pantas lagi mendapatkan perlakuan ini, Setelah kejadian buruk itu'


"Jangan melamun, Jika kau sembuh dengan cepat, kau akan tau kehidupan lebih baik dari kematian"


"Bagaimana aku bisa yakin, Sedangkan aku sangatlah kotor" Wanita itu menatap mata Jani yang jernih dan tenang.


...............


Dua Orang yang saling berhadapan sedang menikmati makam malam mereka, Tiba tiba dering ponsel terdengar, Zai langsung mengambil dan menerima panggilan itu.


"Kami sudah menghancurkan satu lokasi dari Dark Moon yang menyekap banyak sandra, Tapi kami masih belum menemukan letak markas asli mereka, Mereka seolah tidak ada tapi ada"


"Baiklah, Terima kasih atas informasimu, Terus saja selidiki" Ucap Zai lalu memutuskan sambungan telponnya dengan Sadam.


'Pemuda ini memiliki Aura yang misterius, membuatku selalu ingin didekatnya'


Maira terkesiap ketika sebuah suara menyadarkannya.


"Apa yang kau pikirkan, Kenapa melamun?" Zai bertanya dan menatap wajah yang bisa membiusnya jika terus dipandang.


"Aku hanya mengagumi ketampananamu" Sahut Maira dengan tersenyum setelahnya.


"Hanya! baiklah.... sudah malam, Sepertinya kamu sudah lelah, lebih baik kita pulang saja" Segera Zai berdiri untuk membayar apa yang mereka makan


"Biar aku saja yang bayar, aku sudah janji kan untuk mentraktirmu makan" Maira pun berdiri lalu mengeluarkan kartu ATMnya.


Zai menahan tangan Maira yang ingin memberikan kartu miliknya. "Tidak baik seorang wanita yang membayar makan, Aku akan malu jika diketahui orang"

__ADS_1


Zai memberikan kartu miliknya dan kasir segera melakukan proses pembayaran


"Ini kartu dan struknya" Ucap Sang kasir, lalu menyatukan kedua telapak tangannya dan mengucap kata Terima kasih sambil tersenyum.


Dua muda mudi itu segera melangkah bersama dan keluar dari Resto.


"Biar aku yang nyetir" Ucap Maira langsung berbalik setelah mengambil kunci di tangan Zai


"Awaaaas...! Teriakan seseorang terdengan nyaring dan Sreeeeeet.....!


Zai langsung meraih Maira yang hampir tertabrak oleh pengguna Motor dan memeluknya


"Woy, Kalau jalan lihat lihat dong, Jangan nyebrang gitu aja, Untung ga ketabrak" Pengguna Motor itu kesal dan dia langsung ngegas motornya meninggalkan tempat itu.


"Apa kamu tidak apa apa?" Zai segera bertanya.


Wajah yang memerah malu dipeluk oleh lelaki tak bisa disembunyikan oleh Maira, Dia segera mendorong tubuh Zai pelan agar melepaskan dia.


Tidak risih, Hanya tidak biasa dan ini pertama kalinya dia dipeluk oleh lelaki dan dia dapat merasakan detak jantungnya yang benar benar di pompa dengan kencang


"Biar aku saja yang nyetir, Kamu istirahat saja, Sepertinya kurang Fokus"


Maira kembali menyerahkan Kunci Mobil yang sebelumnya dia ambil dari Zai


Zai segera membukakan pintu untuk Maira, Hingga Maira memasukinya dan menutupkannya kembali. 'Apakah dengan semua perempuan dia bersikap seperti ini'


...............


"Sepertinya didepan ada orang yang balapan Mobil" Zai terus memperhatikan mereka dan memelankan laju Mobil yang dikendarainya.


"Anak anak di sini sudah biasa, Mereka melakukan hal itu hampir setiap malam, dan akan bubar ketika ada polisi yang datang"


"Kamu sering juga ikutan Nongkrong disini?"


"Tidak juga" Sahut Maira sambil melihat kesamping dan dia melihat temannya ada disana. "Kita mampir sebentar"


(Ding... Tugas sistem terpicu.)


(Rincian Tugas: Menangkan pertandingan adu balap Mobil)


Ya/Tidak


Zai tersenyum mendapat tugas sampingan, ini sekaligus untuk uji Skill Pembalap Super miliknya 'Ya'


Segera Zai menepikan Mobilnya ditempat yang ditunjuk oleh Maira

__ADS_1


Terlihat seorang gadis memburu ke arah Maira ketika dia keluar dari Mobil dan memeluk erat


"Sama siapa Mai?" Gadis itu bertanya dan melirik ke arah Kemudi, dia mendapati seorang laki laki tapi belum terlihat jelas Maira sudah menutupi pandangannya dengan tubuhnya.


"Eit.... Kau bersama laki laki, Siapa Mai? Apakah aku kenal?" Rocosnya terus


"Dia teman baruku, Biar aku kenalin, Tapi awas jangan jatuh cinta kepadanya" Bisik Maira ditelinga Gadis itu.


Zai keluar dari Mobil dengan santai dan penuh daya tarik pesona.


Hampir setiap wanita muda yang ada disana memandang ke arahnya.


"Sangat tampan Mai, Dimana kamu Nemu orang seperti ini?"


"Nemu! Nemu apa, Barang?" Sahutnya sedikit kesal setelah itu dia tersenyum kembali dan menatap Zai, "Ini kenalin temanku yang centil"


Zai berjalan dengan gaya santainya dengan tangan yang berada dalam saku celananya.


Kemudian dia mengulurkan tangan besar yang kokoh itu dan berkata "Namaku Zai! salam kenal"


"Salam kenal juga, Aku Eva!"


Eva menjabat tangan Zai cukup lama hingga Maira harus berdehem.


"Maafkan aku Mai, Tangannya sangat lembut, Dan cium nih sangat harum" Eva sekali lagi membuat Maira kesal dengan menciumkan bekas jabatan tangan mereka.


"Gabung dengan kita yuk disana" Tunjuk Eva lagi mengajak Zai, Dia sangat senang menggoda Maira, Karna Maira tak pernah membawa seorang pun laki laki atau dekat dengan seorang laki laki, Meski dia terua dikejar kejar oleh banyak laki laki.


"Eva.... Kamu ini" Maira menghentak kan kakinya ketanah dan mengikuti mereka berdua dari belakang


'Apakah aku cemburu, Apakah benar aku jatuh cinta, sangat kesal melihat sahabat dekat dengan dia'


"Siapa yang kau bawa Va?" Seorang pemuda bertanya.


"Dia pacarnya Maira" Ucap Eva dengan gampangnya


Maira membelalakkan matanya mendengar Eva berbicara asal saja 'Meskipun aku ingin, Tapi kan aku malu jika mengakuinya, dasar Eva centil ini, gak mikir mikir kalau ngomong asal jeplak saja'


Eva sengaja mengatakan itu karna pemuda yang bertanya kepadanya, Salah satu dari pengagum dan pengejar Maira, Dia berharap jika pemuda itu mendengar Maira sudah punya pacar, Maka Orang itu berhenti mengganggu Maira.


"Oh.." Pemuda itu mendekat ke arah Zai dan mengulurkan tangan "Aku Syam!" Ucapnya dengan mata yang menatap tajam.


"Zai!" Zai jelas melihat kebencian dimata itu dan dia memahami alasan Eva menyebutkan dirinya pacar Maira. Dia pun mengulurkan tangan, Karna tak sopan jika tidak disambut.


Zai merasakan tangannya diremas dengan kuat, Tapi tidak sedikitpun dia mengeluarkan suara atau pun menunjukan wajah kesakitan.

__ADS_1


Zai menatap ke arah Maira dalam hatinya pun berbicara 'Aku akan mengikuti permainan'


__ADS_2