
"Siapa sebenarnya Nama Aslimu?" Tanya Handoko yang masih menyetir.
"Alex! Antarkan aku ke hotel saja" Handoko pun langsung membelok kan mobil nya ke arah Hotel Victoria yang berada di dekat kantor wali kota.
Sesampainya di parkiran, "Ini kartu nama ku, Telpon aku jika kau ingin menemui Bos" Ucap Handoko.
Alex atau yang di sebut Mata Elang mengambil kartu nama itu dan mengucapkan terima kasih kemudian turun sendiri, dengan gagah nya dia berjalan menjauhi mobil, Serasa hidup nya muda kembali.
Dia melambaikan tangan ke arah Handoko yang masih berada di mobil, Handoko pun melambai sambil menggelengkan kepala nya dan melajukan mobil nya pulang, Dia ingin melampiaskan hasrat nya juga dengan istri nya tercinta nya yang berbeda sepuluh tahun dengan umur nya..
Zai sampai di rumah nya, Dan sekarang dia merebah kan tubuh nya yang lelah setelah perjalanan jauh dan menyelesaikan setiap urusan.
'Sistem..! Tidak adakah hadiah untuk ku karna sudah menyelesaikan tugas? dari tadi aku menunggu notifikasi nya!'
(Itu hanyalah sebuah tugas yang di berikan agar nanti nya tuan rumah bisa berlaku seperti itu, Untuk mengguncang dunia harus memiliki permikiran seperti itu Tuan, Jika tuan terlalu lembek maka perjalanan ini akan membutuhkan waktu yang panjang, Bisa saja tuan lebih dulu kembali ke tanah sebelum tujuan tercapai.
__ADS_1
Kali ini tugas dari sistem tidak ada hadiah yang lain nya karna tuan sudah mendapat hadiah berupa perusahaan Sadewa Group, Jadi manusia jangan serakah, Karna keserakahan akan menghancurkan diri sendiri) Sistem menyahut dengan panjang lebar seperti seorang Dosen yang mengajar murid nya.
'Oke oke, Maaf kan aku, mungkin karna aku terlalu bergantung padamu untuk mengguncang dunia, Padahal kau kan hanya pendukung yang membantu, Bukan pembantu yang mendukung' Ucap nya sambil menghela nafas.
(Ding... Selamat tuan mendapat kan Seluruh gedung Aston Banua Banjarmasin dan semua berkas sudah berada di inventory)
'Eh ada apa, Kenapa aku mendapat kan Hadiah' Pikir nya dia tak melakukan apa apa. Zai tertegun sebentar lalu berjalan lagi ke kamar mandi, Dia tak ingin menanyakan alasan nya kepada sistem.
Sepuluh menit berlalu Zai menyelesaikan bebersih nya.
Kau begitu cepat, Lari dan melesat tinggalkan diriku yang kini tersesat, Kau begitu cepat lari dan melompat apa kau sengaja membuat ku sekarat..
Zai tersenyum mendengar nada sambung milik Aisya, Lagu yang lagi viral sekarang di internet..
Dua kali panggilan namun tidak terjawab. Zai pun tidak lagi menelpon. dia ingin terlelap secepat nya dan mematikan ponsel nya..
__ADS_1
Pagi kembali menyapa nya dengan sinar matahari yang menembus jendela kamar yang tersingkap tirai nya karna seseorang dengan sengaja membuka nya.
Sebelum nya dia tak tahu bahwa di kamar itu ada orang nya., Karna Zai tidur dengan lampu yang dimatikan..
Setelah dia membuka tirai dan berpaling dia pun melihat ada gundukan dalam selimut.
Dia berjalan dengan perlahan Dan mencoba memeriksa nya, Tapi sebelum menarik selimut, Selimut bergerak dan ada satu tangan yang menarik tangan nya hingga tubuh nya pun ikut terbawa masuk dalam selimut.
Vera mencium bau seorang lelaki jantan yang mendekap nya langsung, Dia ingin berteriak tapi malu, Karna ini lagi lagi salah nya yang memasuki kamar seorang laki laki dengan sengaja.
Zai mendekap erat pinggang Vera yang kini berada dalam pelukan nya. dia ingin memberi pelajaran kepada gadis itu agar tidak masuk ke kamar lelaki bujang dengan sengaja.
Di dalam selimut, Vera mempunyai jantung yang berdetak dengan kencang, Selain dengan kakak nya dia tidak pernah sedekat itu dengan laki laki.
dia merasakan nafas Zai begitu dekat dengan telinga nya, Dan ada hembusan angin yang entah di sengaja atau tidak bertiup di tengkuk nya. membuat tubuh nya bergetar.
__ADS_1
"Kak Zai Ma....!" Mungkin Vera ingin meminta maaf tapi tak bisa melanjutkan perkataan nya, Di karnakan bibir nya sudah di lahap oleh Zai, Dengan pengalaman nya dengan Aisya dan beberapa kali mimpi, Dia menerobos bibir Vera dengan lidah nya, dan menyapu isi dalam nya.