
Setelah selesai Zai membuat pengaturan, Handoko langsung berangkat memakai motor Gold Wing milik Zai dengan di iringi dua buah mobil, Untung nya handoko membawa mobil cukup besar, Jadi mampu menanampung mereka semua meskipun bersesakan.
"Aku yang akan mengemudi" Ucap Udin lalu menarik pegangan pintu mobil Handoko yang di tinggal nya
Torak dan Zai berada di belakang, Dan Amat berada di depan, di samping Udin. Sedang kan Fanzul ikut dengan Handoko membuang mayat ke laut. Mereka berangkat ke arah banjarmasin kembali, Menuju Sky Paviliun.
Sesampai nya di tempat tujuan, Zai membawa mereka menuju lantai 22 dengan Lift.
Zai mendorong pintu Apartemen nya. Lalu menuju Bar kecil yang ada di Apartemen ha itu, Bar keci sangat cocok untuk perbincangan serius saat ini.
"Jelas kan padaku siapa yang ingin membunuh ku?" Ucap Zai sambil duduk di kursi dengan jari jari dua tangan menyatu dan menatap Torax dengan tajam, Tatapan itu begitu mendominasi.
"Bu Fatma" Sahut Torax singkat.
"Aku tak pernah merasa bermasalah dengan seseorang" Ucap Zai sambil menautkan alis nya yang ke bingungan.
"Dia yang anak nya Bos masukan ke dalam sel, dan suami nya sedang di rumah sakit" Sahut Torax lagi.
"Ooh ibu nya mahasiswi itu ya.. Seperti nya dia cukup berpengaruh hingga bisa membuat Organisasi kalian bergerak"
"Ya, Dia cukup kaya, Dia menyuruh seseorang menghubungi ku, Dan kebetulan orang itu pernah menolong ku dulu, Jadi aku menuruti nya untuk membalas budi, Jika tidak untuk apa berurusan dengan hal seperi ini" jelas Torax
"Mat, Ambil Bir di kulkas" Ucap Zai kepada Amat.
Lalu dia mengarahkan mata nya lagi ke arah Torax, "Emm, Hubungi orang itu, Katakan pada nya tugas sudah selesai, lalu atur tempat untuk pertemuan, Aku ingin memberi nya pelajaran"
"Baik Bos" Dan Torax langsung menghubungi orang itu, Setelah tersambung.
"Hallo Gung, Target sudah kita dapat kan dan sudah di lumpuh kan, Jika kau ingin melihat nya kita akan bertemu di pergudangan Lingkar Basirih, dan bawa uang sesuai kesepakatan"
"Baik, Aku dan juga Bu Fatma akan datang nanti malam jam 21: 00" Sahut orang itu langsung menutup sambungan telpon.
Amat datang membawa empat Bir Bintang dan memberikan nya nya kepada Zai terlebih dulu kemudian membagikan nya dengan yang lain nya.
__ADS_1
Zai langsung membuka, Dan meminum nya, Baru semua orang juga ikut meminum nya.
"Baik lah, Kalian istirahat dulu, kemudian sekitar pukul 19:00 kalian berangkat lebih dulu. Dan aku akan menyusul" Ucap Zai
Mereka berempat pun keluar dan mencari hotel
Sedang kan Zai lagi dan lagi menelpon Handoko,
"Kumpul kan para preman sebanyak banyak yang kamu bisa, Aku akan memulai pembalasan, Dan jika semua sudah terkumpul. Bawa mereka ke Pergudangan Lingkar Basirih,"
"Baik Bos, Aku akan segera mencari nya"
Selesai ucapan itu, Zai langsung memutus sambungan telpon lalu melihat jam di tangan nya. Pukul 14:34 Dia pun menelpon Alisya,
"Sibuk..!"
"Tidak sayang, Kangen?" Tanya Alisya dengan lembut sambil terdengar langkah kaki nya berjalan "Kamu dimana sayang?" Kata nya lagi.
"Tungguin aja" Ucap Alisya yang ternyata sudah mendorong pintu, Dengan senyum cerah dia mendekat ke arah Zai kemudian hendak duduk di pangkuan Zai, Karna hanya bercanda tidak sampai duduk, dia mengangkat pantat nya lagi, Zai gemes dia pun memukul pantat itu,
Pok! Pok! Dua kali tepukan terdengar memecah hening.
"Senang ya ngerjain aku" Ucap Zai Sambil melayang kan tangan nya menarik Alisya, Kini Alisya benar benar duduk di pangkuan Zai. Tercium wangi yang menggoda, Membuat Tongkat sakti bergerak gelisah.
Alisya merasakan pergerakan di bawah nya, Namun dia masih tak mengangkat pantat nya. Dia melingkarkan tangan nya di kepala Zai kemudian menarik dan memeluk nya.
Zai merasakan melon yang menyesak kan mengapit wajah nya, Beberapa detik Zai menikmati momen itu, Setelah merasa sulit bernapas dia mengangkat kepala nya sendiri.
Zai memegang dagu Alisya kemudian mencium nya sebentar, "Semakin hari, kamu semakin cantik saja!" Ucap Zai merayu.
Alisya tersenyum bahagia mendengar nya, Siapa yang tak senang di puji orang yang di sayangi nya. Orang itu pasti tidak waras.
Terlihat tangan Alisya melayang, dan ujung telunjuk nya mencolek hidung Zai, "Semakin pintar memuji, Udah berapa banyak wanita yang kamu rayu?" Tanya Alisya bercanda.
__ADS_1
"Gak banyak, Hanya beberapa sayang!" Sahut Zai terkekeh "Jalan jalan yuk, Bosen nih" Ajak Zai
"Ayoo....!" Sahut Alisya bersemangat, dia pun bangkit berdiri, Terasa kekenyalan nya yang hilang. "Cepat lah" Kata nya lagi sambil menarik tangan Zai untuk membantu berdiri.
"Itu terlihat kesesakan sayang" tunjuk Alisya ke bawah sambil terkekeh menutupi mulut nya. Saat Zai sudah berdiri.
"Ini gara gara kamu duduk di pangkuan ku, Jika tidak kamu yang bangunin, siapa lagi. Harus tanggung jawab dong!" Ucap Zai sambil berpaling dan membetulkan posisi nya.
Alisya bukan nya tidak paham apa yang di ucap kan Zai, Tapi dia tak ingin memikirkan itu, setidak nya untuk saat ini "Kata nya ngajakin jalan, Kok bahas tanggung jawab" Ucap nya cemberut..
Zai mengambil kunci yang ada di meja lalu berjalan di depan, Dan alisya meraih tangan Zai lalu mengandeng nya dan berjalan di samping nya.
Zai menutup pintu lalu turun melalui lift bersama Alisya. Gadis manis yang punyai lesung pipit di sebelah kanan pipi nya, hidung mancung seperti keturunan arab, Juga kulit putih dan cerah yang lebih lagi, Tinggi nya hampir sama dengan Zai yang mempunyai ketinggian 172cm.
Mereka masuk ke mobil Yaris milik handoko. Dan Zai melajukan mobil pelan, Dia ingin menikmati momen kebersamaan.
"Ada referensi tempat gak?" Tanya Zai kepada Alisya yang duduk miring ke arah nya.
"Sore gini enak nya makan ice Cream, Aku tau tempat yang asyik, Ke Antasan besar saja" Ajak Alisya.
Tanpa membantah, Zai melajukan mobil nya menuju arah yang di tunjukkan oleh Alisya. Beberapa menit berlalu mereka pun sampai di jalan DI. Panjaitan no 23, Pondok Ice Cream Gelato. Mereka masuk dan Zai mencari tempat duduk sedangkan alisya memesan ice dan cemilan.
Beberapa menit menunggu pelayan mengantarkan mereka beberapa cemilan diantara nya, Singkong tela bbq, Sosis bakar dan juga Pancake caramel dan minuman yang menyegarkan Coco Cino Gelatto. Semua sudah tersusun di meja. "Selamat menikmati" Ucap pelayan tersebut ramah lalu meninggalkan dua insan itu.
Alisya langsung tancap mengambil sosis bakar dan langsung melayangkan nya kemulut nya,
"Kalau kamu makan nya secepat itu, Nanti gendut nya cepat juga lo" Ucap Zai sambil mengusap sisa sambel di sela bibir Alisya yang masih mengunyah sosis bakar nya.
Alisya terkekeh, "tidak mungkin lah gendut" Sahut Alisya lalu menyuapi Zai Pancake caramel....
🤧Kurang sehat badan, Hanya satu bab, Zhang San pun tidak Up 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1