
Sebuah mobil berhenti di parkiran, ketika itu waktu sudah menunjukan pukul sebelas.
Delon sebagai security langsung menjadi pengatur parkir. Sebab dia tau orang yang ada di dalam, setidaknya orang yang sangat kaya. Mengendarai bugatti ke perusahaan adalah hal yang jarang terjadi dilakukan oleh karyawan biasa. Karena memang harganya yang sangat mahal.
Seorang gadis cantik memunculkan setengah tubuhnya dari pintu. Tercekat ludah Delon dan dia menelan salivanya dengan cukup banyak. Melihat keindahan yang kini sepenuhnya muncul. Memamerkan sesuatu yang tak biasa.
Penuh dengan lengkukan yang sempurna.
Setelah itu keluar pula lelaki paruh baya di sisi sebelahnya dan melihaT security itu memandang anaknya dengan begitu bersyahwat, segera dia menegur.
"Hey! Mau ku copot matamu?!" Tegur ayahnya Selly.
"Maaf Pak!" Delon segera membungkuk dan meminta maaf, lalu dia bertanya. "Bapak dan ibu mau bertemu dengan siapa? Biar saya antarkan!" Ucapnya lagi.
"Aku ingin bertemu dengan pak Demon!" Selly menjawab dengan tersenyum. Senyum sederhana tapi menggoda.
"Apakah sudah ada janji bu?" Tanya Delon lagi.
"Sudah! Katanya langsung ke ruangannya saja!" Kata Selly lagi.
"Baik kalau begitu. Saya akan antarkan ibu dan bapak ke lift yang langsung menuju ruang utama perusahaan. Ikuti saya!" Delon berjalan di depan dan masuk ke lobby lalu menuju Lift dia segera menekan tombol, Setelah itu pintu Lift segera terbuka. "Silahkan Pak, Bu!"
"Terima kasih!" Kata Selly. Segera dia menekan angka yang diinginkan untuk mencapai ruangan utama perusahaan.
__ADS_1
"Apakah ini akan berhasil Nak? Ayah masih ragu! Sebab kontrak sudah dibatalkan oleh Manajer Owen" ayahnya Selly mengungkapkan kegelisahannya. Dia tak ingin dipermalukan ataupun di anggap pengemis dengan memohon kepada wakil direktur. Namun ini juga menurutnya sebuah kesempatan untuk mengenal orang besar, jadi dia tidak akan mengorbankan anaknya lagi dengan mengikat perjodohan dengan anak manajer Owen.
Lift terbuka. Ketika itu mata Richard terkejut melihat beberapa orang yang ditarik dengan paksa pada kerah bajunya dan salah satu di antara orang-orang yang di tarik itu ada satu orang yang dikenalnya. Yaitu Owen. 'Ada apa dengan Owen? Dan mengapa perusahaan ini memperlakukan mereka seperti itu?'
Sama halnya dengan Selly, matanya membulat sempurna melihat ayahnya Fredy ditarik bajunya. Bahkan wajah dan tubuhnya mengalami banyak luka lebam. Timbul tanda tanya dibenaknya tentang apa yang telah dilakukan oleh pak Owen sehingga mendapatkan perlakuan itu. Tapi kemana dia harus bertanya?
Selly mengambil ponselnya dan menghubungi Pak Demon dan mengatakan bahwa dia sekarang sudah berada di lantai teratas dan baru keluar dari Lift. Dengan arahan pak Demon, Selly berjalan di ikuti oleh Richard dibelakangnya. Seperti seorang bodyguard saja.
Pintu segera di ketuk dan Demon berjalan membukakan pintu ruangannya.
"Silahkan masuk ibu Selly?"
Selly kemudian mengikuti Demon masuk kedalam. Bersama ayahnya yang setia di belakang.
"Silahkan duduk Bu! Aku akan mengambilkan berkasnya dulu!" Ucap Demon.
Hanya beberapa detik saja. Demon mendekat kembali. Terlihat di tangannya ada sebuah map dan dia mengeluarkan isinya lalu memberikannya kepada Selly.
"Maaf Bapak siapanya ibu Selly?" Tanya Demon. Dia belum diberi tahu oleh Zai. Bahwa orang yang ditunggunya akan datang dengan siapa?
"Aku Richard. Ayahnya Selly!" Richard mengulurkan tangannya. Dan disambut dengan hangat oleh Demon.
"Senang bisa bertemu denganmu pak Richard. Aku sebelumnya pernah mendengar namamu yang cukup bersinar dalam bidang properti namun saat itu redup seketika. Semoga dengan kerjasama ini. Akan terbangun kembali hari yang cerah untuk perusahaanmu!" Ucap Demon. Dia tersenyum lalu menuangkan anggur ke dalam gelas dan menyerahkannya kepada Richard.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Pak Demon" Richard mengambil gelas itu lalu menyesapnya perlahan. "Aku tidak menyangka dapat bekerjasama dengan perusahaan terbesar di dunia, bahkan untuk menginjak lantainya saja aku sedikit gemetar Pak Demon. Tidak ada yang tidak menginginkan kerjasama ini. Namun aku sangat banyak-banyak berterima kasih atas kesediaan bapak menerima proposal kami!" Kata Richard mengungkapkan kegembiraannya.
Selly hanya tersenyum mendengar ayahnya berkata seperti itu, dia tau bagaimana gugupnya ayahnya. Dari semenjak keluar dari rumah hingga sampai pada perusahaan ini. Selly bahkan tidak memberitahukan kepada ayahnya nominal kontrak yang didapatkan melebihi dari apa yang dibayangkan. Dua kali lipat dari pengajuan proposal kontrak yang sebelumnya telah dibatalkan oleh pak Owen sebagai manajer international Group.
'Siapa sebenarnya Zai ini, tak mungkin dia bisa mengatur isi kontrak sebagus ini jika dia hanya memiliki kenalan yang melebihi Pak Owen. Apakah dia anaknya pak Demon? Ataukah anaknya bos perusahaan? Sebaiknya aku menggali sedikit lebih dalam' Selly membatin. Di antara kesenangannya masih banyak tanda tanya yang belum terjawab.
"Sudah selesai saya membacanya Pak Demon. Dan ini lebih dari apa yang saya bayangkan. Jadi apakah saya bisa menandatangani berkas ini sekarang?" Selly menatap pak Demon. Dia bicara ketika ayahnya dan pak Demon berhenti bicara.
"Silahkan tanda tangani saja! Dan berkas itu juga sudah disetujui oleh atasan langsung. Dan dia yang mengatur besaran biaya itu" kata Demon.
Sedikit terkuak teka teki itu. 'Kemungkinan besarnya Zai adalah anak dari Presdir!' Senyum cerah langsung menghias wajah Selly. Dia tak menyangka akan mengenal sosok luar biasa melalui insiden tak terduga. Bahkan dia sempat menuduh orang itu tidak bisa bertanggung jawab untuk mengganti Mobilnya yang rusak. Ada rasa malu ketika mengingat itu!
"Apakah aku boleh bertemu untuk mengucapkan terima kasih secara langsung?" Tanya Selly "tapi jika tidak bisa tidak apa!" Ucapnya lagi.
"Untuk sekarang tidak bisa. Tapi mungkin hari lain. Beliau sangat sibuk sekali" ucap Demon. Dia memang diberi pesan oleh Zai untuk sementara dia sangat sibuk. Apapun alasannya tidak bisa bertemu di kantor.
"Kalau begitu kami permisi saja Pak Demon, terima kasih sekali lagi atas keramah tamahannya" kata Selly. Dia tak sabar ingin bertemu dengan Zai dan bertanya langsung.
"Sama-sama! Semoga kedepan kerjasama ini berjalan dengan baik dan kita bisa mengatur kerjasama yang lainnya lagi" Demon mengantarkan hingga ke daun pintu.
….
"Ayah sangat berterima kasih. Dengan kontrak yang disetujui ini. Maka harapan ayah sudah terpenuhi. Mimpi ayah untuk bekerjasama dengan perusahaan terbesar sudah terealisasi. Dan perusahaan kita akan bangkit kembali dari keterpurukan. Undang anak muda yang telah membantu kita dalam mendapatkan kontrak kerjasama ini! Ayah akan menunggu dirumah dan meminta ibu memasakan makanan terlezat sepanjang sejarah"
__ADS_1
"Tentu ayah! Ini demi kebaikan kita bersama" mereka berpelukan di dalam Lift.
Sebagai seorang ayah, Rochard merasa bangga. Ini adalah kali pertama anaknya membuat kemajuan yang signifikan…