
Di Bawah tatapan semua orang. Saddam terus melangkahkan kaki nya memasuki pelataran rumah kayu. Dia berhenti di depan pintu. "Taruh semua barang disana!" Tunjuk Saddam ke kursi kayu yang lumayan panjang.
Setelah itu mereka berbaris menunggu tetap di luar seperti pengawal setia seorang bos.
"Kok bisa rumah Fahri kedatangan orang istimewa?"
"Entahlah Bu, aku juga tidak tahu. Kita coba intip bagaimana?"
"Boleh Juga Bu, ayo!" Para tetangga satu persatu mendekat namun tidak berani terlalu dekat.
Umar datang berjalan dengan santai tanpa peduli semua orang melototkan mata kepadanya.
Dia memandang beberapa orang yang berbadan cukup besar. Segera dia membungkukkan tubuhnya dan lewat. Diantara barisan orang berbaju hitam itu.
Tidak lama kemudian Zai keluar dari rumah Fahri dan memunculkan ketampanannya setelah mandi, meskipun hanya memakai pakaian sederhana milik Fahri. Tapi ketampanan dan kegagahan tetap menonjol.
"Siapa dia, tampan sekali. Ingin aku memiliki menantu seperti itu" ada lagi seorang ibu-ibu yang berkata.
"Kita sama Bu, mungkin dia tamu besar yang ada di dalam rumah Fahri. Terlihat wajahnya sangat bersih dan kulit yang halus" kata ibu disebelah yang juga ikut melihat.
"Salam Tuan Muda!" Saddam menyapa yang juga diikuti oleh barisan orang berbaju hitam yang ada disana.
"Mm" Zai mengangguk dan mengangkat tangan. "Kau cepat juga datang, dan kau sangat pengertian dengan membawakan beberapa hadiah. Aku sanGat suka dengan kinerjamu" Zai menepuk bahu Saddam.
"Terima kasih atas pujiannya. Semua ini demi menyenangkan penolong Tuan Muda" kata Sadam.
Zai menoleh ke samping dimana ada Fahri beserta istri dan anaknya dan ada juga Umar yang baru datang.
__ADS_1
"Itu hadiah untuk kalian sebagai bentuk rasa terima kasihku" kata Zai, lalu dia mengalihkan pandangannya lagi kepada Saddam "Bangunkan mereka sebuah rumah untuk tempat tinggal dan sebuah rumah makan yang besar di pesisir pantai ini. Aku ingin ketika nanti aku mampir, aku bisa menginap disini dan menikmati pemandangan laut. Serta sulap tempat ini menjadi surga yang akan menghasilkan uang bagi para penduduk sekitar"
"Baik tuan Muda! Semua pesan akan segera dikerjakan" sahut Sadam. "Kalian semua. Cepat cari tiga ratus orang yang bisa memenuhi apa yang diinginkan tuan muda. Aku ingin semua pekerjaan yang diminta Tuan muda selesai dalam satu minggu. Semuanya, apa kalian mengerti!?"
"Mengerti ketua" sahut semuanya bersamaan. Dan mereka langsung mengumumkan hal itu kepada warga sekitar, siapa yang mau ikut bekerja. Dengan kebutuhan seratus orang pekerja untuk membangun rumah. Seratus orang membangun rumah makan dan seratus orang untuk membangun tempat wisata.
Fahri dan umar melongo, dia merasakan hal yang tidak nyata. Mereka berbicara waktu dipantang hanyalah sembarangan saja. Pada kenyataannya semua memang hampir sesuai dengan doa.
"Umar, aku ingin kau memilih. Kau ikut denganku atau tetap tinggal disini dengan kau akan menjadi pengelola wisata nantinya?" Zai bertanya
"Aku akan tetap disini saja. Karena aku masih memiliki tanggungan adik yang masih kecil serta orang tua yang sudah sangat tua" sahut Umar.
"Baiklah kalau begitu. Kau akan menjadi pengelola wisata yang akan dibangun. Masalah gaji nanti kita bisa mengatur" Zai memeluk Umar. "Terima kasih banyak" katanya lagi
"Aku yang berterima kasih kepadamu atas semua ini" katanya menangis.
Fahri ingin juga memeluk, tapi dia urungkan. Mereka bertiga hampir seumuran. Hanya Fahri yang terlihat lebih tua karena sudah menikah dan memiliki anak.
"Tentu" kata Fahri, dia menggenggam erat tangan istrinya dan juga anaknya. Ada rasa syukur yang dalam dapat dirasakannya. Setelah Zai pergi. Fahri beserta istri bersujud begitu pula dengan Umar yang sangat senang hatinya..
Zai meninggalkan Saddam dan beberapa orang lagi untuk seminggu kedepan sebagai tanda agar semua orang yang ada bekerja dengan baik, dan juga agar tidak ada orang yang akan mengganggu pekerjaan yang dijalankan.
Zai naik helikopter dan pulang..
Sesampainya di jakarta, Zai mendaratkan Helikopter di atas gedung Pt megah Jaya.
Dia melihat adanya keributan di bawah. Segera dia keluar dan disambut oleh Monte.
__ADS_1
Monte langsung naik ke atap ketika melihat adanya helikopter yang ingin mendarat.
"Apa yang terjadi Mon?" Zai segera bertanya.
"Ada yang ingin membuat masalah sedikit dengan kita tuan Muda. Namun hal itu akan segera diselesaikan. Kami sudah menyiapkan bukti dan semua hal yang diperlukan untuk melaporkan mereka." Kata Monte sambil berjalan.
Zai langsung ke bawah ruangan Orlando. "Ayah!" Panggil Zai. Padahal sebelumnya dia hanya memanggil Orlando Om. Tapi sekarang sudah diubah panggilannya. Karena Zai sudah merancang pernikahan yang luar biasa di Sky Pavilion Banjarmasin. Dia memilih tempat di sana, salah satunya karena banjarmasin tempat kelahiran. "Bagaimana tentang perusahaan?" Tanya Zai lagi. Lalu dia duduk di sofa.
"Sedikit buruk sebelumnya. Tapi sekarang tinggal menekan balik saja. Ini dalangnya" kata Orlando menyerahkan Map warna hijau.
"Bramasta, aku tak pernah merasa bermasalah dengan orang ini" gumam Zai. "Hancurkan saja hingga ke akar. Agar mereka tahu sedang berhadapan dengan siapa?" Ucap Zai kepada Ayah mertuanya.
"Kami sedang menanggapi pihak-pihak yang terlibat dan akan melaporkan mereka ke kantor polisi, dengan barang bukti yang cukup tinggal menunggu hari" kata Zai.
"Aku akan membawa Juli hari ini lebih dulu, kami akan menikah di banjarmasin seminggu kemudian. Ayah akan menyusul bersama ibu. Kami akan menunggu disana" kata Zai lagi.
"Tentu Nak"
Zai keluar dari ruangan Orlando dan turun menuju Lobi lalu memerintahkan staff untuk berkumpul di Lobi perusahaan.
Tidak menunggu lama. Seluruh staff berhenti bekerja sejak diumumkannya pemberitahuan itu. Zai menunggu selama lima menit hingga semua orang terkumpul semua.
"Baiklah… karena semua orang sudah berkumpul. AKu akan mengumumkan bahwa mulai besok kalian semua akan libur. Kantor akan tutup hingga dua minggu kedepan" Zai menghentikan bicaranya sebentar. Tidak mendengar adanya suara sumbang. Zai melanjutkan lagi " namun kalian bisa tenang, gaji kalian tidak akan dipotong sepeserpun. Dan aku akan mengadakan pernikahan satu minggu lagi. Untuk itu siapa yang ingin datang. Silahkan datang." Kata Zai menutup pengumuman sambil tersenyum
Seketika ucapannya selesai. Tepuk tangan yang meriah diberikan serta ucapan selamat diucapkan para karyawan. Tidak hentinya mereka bersyukur, selain mendapat gaji full dengan bekerja kurang lebih dua minggu mereka juga mendapatkan Bos yang sangat baik.
Zai pulang dan menjenguk Anggoro dirumahnya..
__ADS_1
"Selamat siang Tuan Muda. Ada yang bisa dibantu?" Satpam bertanya. Sekarang satpam disana telah berganti dan sangat sopan. Karna Zai juga mengendarai Bugatti Divo miliknya.
"Aku ingin bertemu Pak Anggoro" kata Zai yang membalas kesopanan dengan kesopanan