
Terdengar pintu berderit yang ditarik dari dalam, Semua orang sudah siaga didepan dan menghadap kepintu untuk menyambut Bos mereka.
Karna mereka yakin, Tidak ada yang mampu mengalahkan Bos mereka dikota ini, Dan keyakinan itu terbuktik saat wajah Zai terlihat tanpa memar, Tanpa luka dan hanya ada di punggung tangannya. tapi jelas mereka yakin, Itu bukan darah bosnya karna darah itu tidak menetes.
(Ding.... Selamat karna tuan sudah berhasil menyelesaikan tugas menundukkan semua kekuatan di kota ini, Meskipun sedikit melenceng dari tugas tapi Sistem akan memakluminya)
(Selamat anda mendapat satu kotak misteri)
(Selamat anda mendapatkan pabrik sepeda Cervélo Cycles)
Zai tertegun sebentar didepan pintu hingga Sadam bertanya
"Apakah Tuan ada mengalami masalah?" tanyanya setelah melihat Zai tidak bergerak dari pintu.
"Oh Ya, Tidak ada masalah, Hanya saja aku sedang memikirkan urusan ku yang lain dikantor, Sadam dan Jani Kalian tinggal disini dulu, Kalian akan dibantu oleh anggota yang lain untuk membereskan kekacauan ini sebelum polisi datang mencium bau darah, Karna hidung polisi akan lebih tajam jika menyangkut soal darah"
"Baik tuan" Sahut mereka bersamaan.
"Torax, kau cepat cari anggota kita yang hilang, Setelah itu kontrol mereka untuk secepatnya menyelesaikan semua ini, aku akan pergi dulu" ucapnya sambil mengambil ponselnya yang terus bergetar ketika dia berbicara.
"Ya Hallo" sahut Zai
"Kami dari pihak sepeda Cervèlo Cycles cabang indonesia akan mengirimi anda sepeda seri terbaru sebagai uji coba kelayakan, Mohon anda untuk menerimanya" Ucap seseorang perwakilan dari pabrik sepeda itu.
"Antar saja kerumahku, aku sedang sibuk, Nanti aku kirim alamatnya" Ucap Zai yang langsung mematikan sambungan telpon
Zai langsung mengirimi alamat rumah yang ada di pesona moderen, Setelah melihat jam di ponselnya yang masih ada waktu beberapa menit sebelum acara dimulai, Zai pulang lebih dulu kerumah dan mandi setelah itu dia bergegas berganti pakaian dan meluncur kembali.
..............
__ADS_1
Best Western Kindai adalah Hotel berbintang yang tidak kalah megah dari hotel berbintang di kota banjarmasin.
Hotel santai di jalan raya utama yang menawarkan pemandangan Laut Jawa ini berjarak 11 km dari Pasar Terapung Lok Baintan dan 21 km dari Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Kamar modern sederhana dilengkapi dengan Wi-Fi gratis, TV layar datar, dan minibar, ditambah pembuat kopi dan teh. Kamar di kelas yang lebih tinggi memiliki tambahan balkon dan/atau pemandangan laut. Tersedia room service.
Parkir tersedia gratis, begitu juga dengan sarapan yang disajikan di restoran informal luas. Fasilitas lainnya meliputi kolam renang outdoor di atap, gym, dan ruang acara.
Sungguh sangat nyaman jika bermalam disana, Dan sekarang Terlihat banyak mobil berbaris rapi diparkiran.
Ruang acara telah dipenuhi oleh kariayawan Sadewa Group.
"Ugh pemandangan diatap sangat indah" Ucap seorang wanita, Wanita itu adalah Yunita yang duduk melihat pemandangan sambil menatap laut lepas yang berada jauh disana.
"Huh, Aku mengira dia mengajak makan malam berdua, eeee ternyata aku terlalu berharap, Malah semua orang diajak, Padahal aku pengen makan malam berdua saja" Gumamnya berharap tapi itu hanya harapan karna ketika Pak Wilhan mengumumkan di Gruop Wa soal makan malam harapannya rontok semua.
Disaat orang lain bahagia dan senang karna mendapat undangan makan malam gratis di Hotel ini, Yunita malah cemberut sembari berjalan di pinggir kolam renang dan mencari pemandangan lain untuk mengubah suasana hatinya.
Kakinya terpeleset karna Sepatu haknya patah dan dia harus merelakan untuk mandi lebih cepat.
Byuuuur..! Air menyembur naik karna tubuhnya masuk ke air. Untungnya dia bisa berenang jika tidak, Entah apa yang terjadi.
Dia naik kepermukaan dan merasakan dingin yang menusuk tubuhnya. 'Sial sekali' Dia langsung mengambil tasnya dan mengeluarkan semua isinya. dia mengambil ponsel kemudian mematikannya dan mengibas-ngibaskan ke segala arah untuk mengeluarkan air pada ponselnya..
"Kemana aku harus ganti baju?" Gumamnya
Saat itu Karna Best Western sudah diboking seluruhnya jadi tidak ada pengunjung yang lain yang berkeliaran sedangkan teman dan semua kariayawan yang lain masih berada di ruang acara. Dan itu lebih baik sedikit, Tapi tentu baiknya tidak banyak. karna dia akan kedinginan disana seorang diri.
...............
__ADS_1
Zai setelah sampai di ruang acara yang di adakan, dan setelah memberi sambutan dan ungkapan beberapa patah kata. dia pun keluar dari ruang itu dan berjalan keatap untuk mencari suasana segar yang di janjikan oleh pihak Hotel.
Karna katanya di atap akan menemukan tempat yang indah dengan berbagai pemandangan, Dan juga dapat melihat hamparan bintang yang berkelip.
Dari kejauhan dia mendengar ada sosok yang tercebur dan dia menatap kearah kolam renang, Terlihat seorang wanita berenang dan mulai naik kepermukaan melalui tangga memakai pakaian lengkap.
Zai sempat mengernyitkan keningnya dan bertanya tanya 'Ada apa dengan wanita itu, Kenapa dia berenang dengan pakaian lengkap seperti itu, Apakah memang dia berniat atau memeng terjadi kecelakaan?' Batin nya terus memikirkan hal itu.
Dia pun melangkah dan membeli handuk panjang dan langsung mengeluarkannya dari inventory.
"Apa yang terjadi?" Ucap Zai yang sudah berada di belakang Yunita yang terlihat masih mengibaskan ponselnya yang kemasukan air.
Yunita langsung menoleh kearah suara, Dia seperti mendapat angin segar ketika melihat seseorang yang dia bayangkan datang menolongnya dari kedinginan.
"Tadi Hak sepatuku patah, Jadi aku terpeleset dan langsung tercebur ke Air" Sahutnya sambil menyambut handuk yang diberikan oleh Zai lalu mengeringkan rambutnya dan melilitkan handuk ke dadanya agar hal yang mencetak disana tertutup.
"Pergilah ke kamar ganti disana" Tunjuk Zai, "Nanti kau masuk angin jika tak melepaskan pakaian basah itu, biar aku pesankan baju" tambahnya lagi
Segera Yunita berlari kecil bertelanjang kaki menuju kamar ganti. jantungnya berdebar dengan sangat kuat, Dia malu jika keluar dari kamar ganti dengan hanya memakai handuk yang melilit dadanya
Lama dia menyiapkan hati untuk keluar dari kamar mandi hingga beberapa menit berlalu, Zai pun mendekat dan mengetuk pintu itu. "Apa yang kau lakukan didalam, Kenapa lama sekali?" Tanya Zai dengan sedikit bingung di depan pintu sambik mengetuknya beberapa kali.
Siluit Yunita muncul membuka pintu dengan wajah yang sedikit memerah karna handuk yang melilit cukup panjang tapi tidak cukup lebar, Dan itu menggantung hingga terlihat mulusnya paha putihnya.
"Maaf, Aku malu keluar makanya agak lama" Sahutnya menyembunyikan wajahnya merah bagai tomat.
"Tak apa, Aku sudah membawakan mu baju, Pakailah" Zai langsung mengulurkan pakaian berwarna merah cerah.
Tentu Yunita langsung mengambilnya dan menutup pintu dengan segera.
__ADS_1
Beberapa detik setelahnya pintu terbuka dan menampilkan pesona indah wanita muda yang menggoda..