Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pertarungan


__ADS_3

Di sebuah pulau tak berpenghuni yang dikelilingi oleh air laut dan hiu ganas. Seseorang membuka mata setelah menyelesaikan urusan kultivasinya.


Dia menatap seseorang yang ada di hadapannya penuh kekaguman. Tidak berapa lama, orang yang ditatap pun membuka mata pula.


"Apa kau sudah menyelesaikannya?" Tanya orang yang sering disebut Kak Jun oleh Mey Chan.


"Sudah, dan aku merasa tidak terkalahkan! Jika tak ada dirimu pemimpin" katanya sambil tersenyum.


"Ayo kita pulang, dan deklarasikan kekuatan kita. Kita akan menguasai negeri ini!" Ucap Jun Bai. "Kekuatanku sudah lima puluh persen terkumpul dari sebelumnya. Tapi ini cukup untuk membuktikan bahwa tidak ada yang terkuat selain aku di tanah ini" kata nya lagi dengan tatapan aneh yang tak bisa dijelaskan.


Dia bukan berasal dari negara indonesia. Dan bukan juga berasal dari china.


Mungkin dia bukan berasal dari belahan dunia ini. Dunia yang sangat berbeda dan entah mengapa pula dia terdampar di bumi ini. Jika menghitung kekuatannya tidak ada yang sanggup mengalahkannya di seluruh dunia.


Mereka naik helikopter untuk mengarungi lautan ganas. Menuju tempat mereka, markas besar organisasi cultivator.


Tidak berselang lama, helikopter melakukan pendaratan yang sempurna. Panggil Ming Chun dan Jin Long!" Perintahnya kepada Shou Yang, "lalu kumpulkan semua anggota yang lain" katanya sebelum turun dari helikopter dan melangkah masuk ke dalam kediaman yang sudah tidak berantakan lagi..


"Hemm.. ada yang datang" gumam Zai, dia dapat merasakan energi yang kuat.


(Peringatan, Ada energi yang sangat kuat muncul dan tuan rumah harus berhati-hati)


Zai langsung berdiri dari duduknya. Dia diam di bawah tanah kediaman Mey Chan yang tersembunyi.


Sebelumnya dia pulang ke kediaman Mey Chan, tapi tidak mendapati gadisnya dan akhirnya dia mencari sesuatu yang dapat meningkatkan kemampuannya. Dia memang tidak benar-benar berlatih. Hanya mengandalkan sistem saja untuk menunjang kekuatannya.


Dia berkultivasi layaknya cultivator pada umumnya yang diketahui, dengan panduan dari sistem semua urusan dipermudah.


"Apakah lawan sangat kuat" gumamnya. Dia langsung mengambil ponsel dan menyuruh bawahan kultivatornya untuk datang membantu.


Sedangkan di dalam kediaman. Jun Bai menatap tajam seseorang yang melapor kepadanya tentang penghianatan istrinya. Dia adalah bawahan yang memang ditugaskan untuk menjaga Mey Chan secara diam-diam, dan dia juga termasuk orang yang menyerah dikala Zai menginvasi tempat itu. Sehingga dia tahu kurang lebih detailnya.


"Terima kasih atas informasimu, kembalilah dan tetap berpura-pura!" Kata Jun Bai.

__ADS_1


Orang itu, karena hanya bawahan biasa, Zai tidak memberinya Pil yang bisa mengikat orang itu, dan mungkin itulah kesalahannya yang dia tak sadari.


"Dasar penghianat, ditolong! Malah nyusahin" Jun Bai menghantam meja kaca yang ada di hadapannya hingga pecah.


Tiga orang datang dengan cepat yang tidak lain mereka adalah andalan dari Organisasi yang dilatih langsung oleh Jun Bai.


"Ming Chun, Jing Long dan kau Shou Yang. Cepat tangkap orang yang sudah mengusik ketenangan organisasi kita. Dia berada dibawah tanah. Tempat Mey Chan berlatih biasanya!"


"Baik pemimpin!" Sahut ketiganya.


Segera mereka bergerak dengan berlari seringan kapas.


Baam! Pintu dipukul dengan keras hingga terlempar dan itu tepat lewat di samping tubuh Zai yang berdiri hendak membuka pintu. Jika dia tidak menggeser tubuhnya. Sudah pasti akan kena.


Tiga orang melangkah masuk, mengibas debu dengan serangkum angin yang keluar dari lengan baju. Mendorong semuanya keluar agar terlihat jelas.


Mereka tidak menemukan satu orang pun disana. "Mengapa tidak ada orang, mungkinkah laporan itu salah?" Ming Chun bersuara.


Baaam!!


Pukulan Zai cukup keras tapi tidak membunuh Ming Chun. Walaupun Ming Chun tetap terlempar ke dinding beton.


Dua orang di sampingnya langsung bereaksi dengan mengayunkan kan tinju. Zai menahannya dan melompat memberikan tendangan ganda.


Braak!


Dua orang itu terpelanting sejauh dua meter namun masih bisa menyeimbangkan diri.


"Mereka kuat juga" gumam Zai.


Ketiganya saling pandang. Dan Ming Chun langsung memukul tiang penyangga hingga roboh. Lalu ketiganya melompat keluar dari tempat itu. Mereka pikir dengan cara itu bisa mengurung Zai di dalam reruntuhan.


Zai mengikuti jejak mereka dengan keluar dari jalan yang sama, meskipun dia tau lawan akan menunggunya ketika dia muncul. Dan benar saja. Tiga orang itu sudah menyiapkan jaring untuk menangkap Zai. Jaring yang terbuat dari bahan yang tak biasa.

__ADS_1


Zai mengeluarkan Qi Api dari telapak tangannya untuk membakar jaring itu, tapi tidak hancur. Seraya dia berguling ke samping untuk melepaskan diri dari tangkapan.


"Lincah juga. Bahkan untuk menangkap belut saja tidak sesulit ini" kata Shou Yang.


"Kita gabungkan kekuatan dan kombinasi serangaN" ucap Jin Long.


"Oke!" Sahut dua yang lainnya yang menatap tajam dan melemparkan jaring itu ke tubuh Zai setelahnya mereka mengeluarkan senjata dari tubuh mereka, pedang yang bisa dialiri Qi.


Wush! Zai melompaT mundur untuk menjaga jarak dari jaring itu. Dan memfokuskan tatapannya ke arah depan, dimana tiga orang itu mengikuti jaring yang dilempar dengan pedang yang terhunus kedepan.


Zai lebih banyak mengalirkan Qi kematanya agar pandangannya tetap bisa menganalisa pergerakan mereka.


Bola matanya bergerak dengan cepat, Zai membeli tombak dari shop sistem yang langsung muncul di tangannya. Tombak itu cukup panjang. Karna lawan ada tiga. maka pikir nya itu yang lebih efektif.


Dia menghujamkan mata tombak ke arah Jing Long yang berada di sebelah kanan. Setelah jaring itu terjatuh ke tanah. Mendapat tangkisan. Dia menarik dan mengayunkan berputar ke arah Shou Yang yang kini berada di belakangnya.


Treng!


Terdengar pilu ditelinga dua senjata yang berlainan jenis beradu.


Zai tak berhenti, dia terus menusukan tombaknya. Ke Depan! Mencerca Shou Yang tanpa henti dengan serangan kombinasi yang baru dipelajari dari sistem.


Shou Yang terlihat kelelahan dan dia juga sudah mendapat luka goresan.


Dia mundur, dan dua orang maju menghadang tombak yang seperti ular pemangsa itu.


Zai sangat lincah menggunakannya, dia seolah sudah berlatih menggunakan tombak puluhan tahun lamanya. Tidak akan ada yang menyangka jika dia hanya beberapa menit yang lalu masih kaku dan belum bisa menggunakan dengan baik.


Bugh! Ugh! Jing Long terpental terkena tendangan memutar dari Zai. Kemudian disusul oleh Ming Chun yang juga terpental.


Zai kini berdiri bagai dewa perang dengan tombak tajam di hadapan ketiganya. Dengan aura yang mendominasi. "Dimana pemimpin kalian, mengapa dia hanya mengirim cecunguk seperti kalian ini, jangan meremehkan aku" kata Zai mendominasi menatap mereka bertiga.


"Cuih.. kau pikir kau begitu hebat sehingga berharap pemimpin kami yang datang, jangan terlalu percaya diri"

__ADS_1


__ADS_2