Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Niat Buruk 3


__ADS_3

Fatur sangat yakin dengan pertahanan nya, Karna di tempat dia sering berlatih, Dia adalah yang terkuat kedua setelah seniornya dalam menerima pukulan, Jadi jika hanya menerima satu pukulan tentu itu tidaklah masalah buatnya


"Kau mungkin bodoh, Aku adalah yang terkuat kedua dari senior ku dalam pertahanan, Jadi lupakan saja, Aku yakin kau akan kalah, Aku tak ingin membuatmu cidera" Fatut dengan percaya dirinya berkata


"Jangan mengira dirimu hebat" Uca Zai


Zai tersenyum melihat kebodohan Fatur yang menerima tantangan nya, memang bagi seorang petarung pasti akan menerima tantangan bagaimanapun tidak masuk akal nya. apalagi tantangan Zai berbanding jauh keuntungan nya dari pada kerugiannya. siapa yang tidak mau jika merasa yakin dengan kekuatan pertahan tubuh diri sendiri.


Zai dengan curang mengalirkan setitik energi dari teknik Naga Melahap Matahari. Kemudian dia berjalan dengan santai dengan tangan terkepal hingga jarak setengah meter.


Zai menarik sikutnya kemudian dengan kekuatan yang kuat dapat terlihat oleh mata Fatur bahwa tangan Zai mengeluarkan semacam Aura. 'Ah sial, aku tak menyangka dia sudah menguasai pelatihan Aura' Batinnya menyesal karna ingin menahan satu pukulan. Jelas ini adalah pembodohan..


Tapi dia tak sempat menghindar, Dia hanya bisa mengangkat satu kaki ingin melompat tapi pukulan itu sudah datang menghantam dadanya.


Braaaaak...! Terdengar nyaring di telinga retakan pada tulang selangka Fatur. dan tubuh itu melayang ke arah dua orang yang masih bercumbu di sudut tempat itu.


Arya mendengar ada suara langsung menarik pinggang Fina dan membawanya menjauh mendekati Reza yang juga memeluk Jeni.


Zai langsung mendatangi Fatur yang masih telentang tak bisa bangkit lagi, Dia kemudian menginjak tangan Fatur dengan kuat hingga terdengar retak,

__ADS_1


"Aaaaaaaa" Teriakan Fatur menggema hingga dia pingsan tak sanggup menahan sakit yang dia rasakan.


Sunggguh dia tak mengira akan begitu hasilnya, Rencana yang indah berakhir dengan kegagalan. hanya karna seorang yang terlihat biasa biasa saja.


Setelah itu Zai membuka kunci dan langsung mengendong Nindi yang sudah tidak sanggup lagi menahannya.


Zai langsung berlari menuruni tangga menuju parkir mobilnya. karna jika masuk Lift akan susah, akan ada banyak orang yang berada dalam Lift melihat dia nantinya sedang menggendong wanita.


Jadi dia memutuskan untuk melewati tangga darurat saja.


Dan untungnya mereka berada hanya di lantai dua. dan Zai tidak perlu menuruni banyak tangga untuk menuju Mobilnya.


...........


Zai membawanya ke tempat sepi. Karna melihat Nindi yang sudah melepaskan Rok nya dan membuka pahanya lebar menyentuh tempat yang dirasanya gatal


Tak mungkin dia membawa Nindi ke hotel disaat dia sudah seperti itu.


"Kak Zai tolong aku" Ucapnya tanpa malu karna semua malu sudah menghilang tertutupi oleh keinginan yang kuat. Nindi sudah tidak memakai pakaian nya lagi, Karna bajunya dia lepaskan sendiri tanpa sadar dan mulai memainkan bukit kembarnya yang tak pernah di naiki oleh pendaki.

__ADS_1


Zai menghentikan laju Mobil nya. dan dia berpindah kebelakang dia mengambil selimut untuk menutupi tubuh Nindi yang telanjang "Tahan Nin, Aku akan mengantarmu pulang, Mohon bersabar" Ucap Zai kemudian dia meraih tas Nindi yang terjatuh ke bawah mencari kartu identitas,


Dia benar benar ingin mengantarkan Nindi ke rumahnya


Tapi setan sudah merasuki dan Zai pun harus melanggarnya tanpa bisa menolak.


Mobil itu terus bergoyang hingga tengah malam.


Banyak orang yang lewat di jalan itu dan melihat Mobil yang bergoyang, tapi tidak ada yang berani mendatanginya atau menegur, Karna mereka tau Mobil itu sangat mahal dan hanya orang yang mempunyai kekayaan yang banyak yang bisa membelinya.


Setidak nya itu lah yang ada di kota tersebut, Hanya beberapa orang yang bisa membelinya.


Zai menyelimuti Nindi yang tertidur kelelahan. dan Zai mulai memakai pakaian nya kembali, Dan dan berpindah kekursi kemudi.


...........


Pagi hari.. Silau matahari membangunkan dua orang manusia yang berada di mobil itu.


Zai mengambil air kemudian menurunkan kaca dan membasuh wajah nya. kemudian menaik kan kembali kaca Mobilnya.

__ADS_1


Zai menoleh dan mendapati Nindi yang sudah bangun tapi masih belum memakai pakaian nya. terlihat menggantung buah melon yang dia nikmati semalam..


__ADS_2