
Sebagian orang masih tidak percaya dengan kejadian yang mengejutkan itu. Bukan hanya tentang apa yang dikatakan pemuda itu, tentang Perusahaan, Mobil dan rumah sebagai mahar. Tapi suatu hal yang pasti mereka lihat sekarang. Sebuah cincin berlian Merah berada pada Kotak kecil. Seolah lamaran ini memang sudah disiapkan di pertemuan keluarga.
Juli memiliki wajah yang memerah semerah tomat. bahkan dia langsung memeluk Zai dihadapan semua orang "Aku pasti mau. entah kau punya harta atau tidak" Ucap Juli yang langsung didengar oleh semua orang dan mereka jadi Saksi.
Zai meraih tangan seputih salju milik Juli, Lalu memasangkan Cincin itu dijari manis. Kemudian mengecupnya dihadapan semua orang.
"Tahan! aku belum puas jika tidak melihat semua maharnya" ucap Rianti, Dia masih menahan kesenangannya dan rasa penasarannya dan ingin memamerkan calon menantunya dihadapan keluarga besar yang selama ini menanunginya.
Semua perhatian kini terarah ke wajah Rianti.
Sedangkan Kirana sangat kesal jika mereka jadian. Apalagi ketika mendengar Mahar yang akan diberikan kepada Kakaknya Juli. Dia baru membuat rencana dan belum dijalankan dan semua sudah berada diujung tanduk.
"Tidak masalah. Ini kunci Mobil aku berikan lebih dulu sisanya akan menyusul" Ucap Zai menujukan kunci yang ada Lambang bugattiny dan menyerahkan kepada Juli.
"Uhh Bugatti!!" Seru saudara Orlando yang selalu mengoleksi Mobil mewah. tapi dia belum memiliki Bugatti sebagai koleksinya.
Ketika semua orang mendengar itu. mereka kembali tercengang. Mereka sekarang yakin bahwa pemuda itu orang kaya.
Jecky Xiao keluar dari kamarnya dan langsung menuju ruang tamu. dia melihat banyak orang berkerumunan, Seketika dia berdeham. Semua orang segera mengetahui kode itu. Karna itu sudah biasa jika pertemuan keluarga.
Dia masih terlihat gagah walau umurnya sudah cukup tua dan mungkin sudah dikisaran umur delapan puluh tahun. Namun orang tak yakin dia memiliki umur segitu, karna pada dasarnya tampilan tubuhnya hanya seperti umur lima puluh tahun saja. Tapi jika meneliti Umur anak tertuanya yang sudah berusia lima puluh lebih barulah orang akan percaya.
"Ada apa ini. Mengapa kalian berkumpul disana?" Tanya Jecky Xiao menyapukan pandangannya kesemua orang.
"Ada pertunjukan ayah! Ada seseorang yang sedang melamar Juli!" Ucap anak tertua Jecky Xiao. dia adalah orang yang cukup berpengaruh dalam keluarga. dan keputusannya bisa mengubah apa yang sudah ada. karna dia adalah penerus selanjutnya kepala keluarga.
"Ada hal semacam itu kenapa tidak menungguku? untuk melakukan acaranya?" Tanya Jekcky Xiao kepada Anaknya.
"Sepertinya hanya untuk pamer saja ayah! Atau juga Orlando tidak lagi menghormatimu hingga dia melupakan keberadaanmu" Ucapnya berbisik.
__ADS_1
"Orlando!" Panggil Jecky, Orlando tentu terkejut. dia mendekat sambil menunduk. tak berani menatap mata ayahnya itu. Dan terdengar kembali kalimat yang menusuk "Apa kau tidak lagi menghormatiku hingga mengadakan lamaran tanpa kehadiranku?"
"Hal ini diluar dugaan ayah! Juli membawa pacarnya dan langsung mengajukan lamaran. Aku tidak tau akan masalah ini" sahutnya pelan.
"Panggilkan Juli untukku!" Perintahnya kepada Orlando sambil berteriak.
Juli yang mendengar teriakan itu langsung maju dan menghadap kepada Jecky. Zai mengikuti dari samping dan menggenggam erat tangan Juli untuk menenangkannya. Dia tau Juli sedang gemetar menghadapi lelaki tua itu. Sebagai calon suami dia harus menjadi pendukung.
"Aku disini Opa!" ucap Juli tersenyum.
Tidak ada kenangan indah bersama Opa-nya itu yang dia dapat rasakan setelah dia mengerti tentang kasih sayang.
"Inikah calon suamimu yang baru?" Jecky bertanya dengan nada sedikit tinggi.
"Ya, Kakek!" Sahut Juli, Dia masih tidak menatap Jecky.
"Namaku Zaidul Akbar Opa! Salam kenal" Sahut Zai dengan tangan kiri yang kini masuk kedalam saku. Dia tak mungkin menghormati orang yang arogan.
"Coba jelaskan latar belakangmu! Ini hanyalah Formalitas saja agar kami mudah menerima lamaranmu untuk Cucuku yang cantik ini!"
"Tidak ada yang istimewa. dan aku hanya seorang anak yatim piatu saja" sahutnya tersenyum. setelah itu dia diam, 'Sistem bantu aku mengecek orang tua ini!'
(Analisis ditemukan.
Nama: Jecky Xiao
Umur: Delapan Puluh tiga tahun
Seorang kultivator Ranah pembentukan awal.
__ADS_1
Memiliki kekayaan yang cukup untuk makan tujuh turunan dan masih banyak lagi)
'Uh... Pantas aku merasakan samar ada kekuatan yang terpancar dari tubuhnya yang bisa membuat orang gemetar ketika menatap matanya'
'Hem pemuda yang misterius, dia bahkan tidak gemetar bertatapan denganku. Tak mungkin dia juga seorang kultivator tersembunyi. dengan umur yang masih sangat muda itu. Sedangkan aku memerlukan setengah abad untuk pelatihan agar dapat mencapai tingkat tahap awal pembentukan.' "Kau cukup berani berkata seperti itu dihadapanku! Apa kau tidak takut?" Jecky mulai tersenyum menatap Zai.
Semua orang dibuat bingung dengan kejadian itu. sudah lama Jecky tidak tersenyum dan sekarang dia tersenyum hanya karna pemuda itu berkata dia anak yatim.
Zai masih terdiam bagi yang melihatnha padahal dia lagi dalam pembicaraan dengan sistem. 'Jika aku melawannya, Apakah ada harapan untuk menang?'
(Tentu tuan akan menang. Tahap pembentukan hanyalah Ranah awal bagi seorang manusia Fana untuk menjadi seorang Kultivator, Sedang tuan sekarang bisa dikatakan sudah mencapai ranah Pengembalian. Tiga tingkat diatas ranah Pembentukan Awal)
Catatan: Dalam cerita ini ada beberapa kultivator dalam porsi modern. tapi tidak menjadi kultivator Fantasi timur ya yang bisa terbang, karna ada batas dibumi yang lebih sedikit kekuatan langit dan bumi....
'Baguslah. Terima kasih informasinya!'
"Takut!! Aku sudah melupakan kata itu, Bahkan aku sudah tinggalkan pada tempatnya! Sekarang aku ingin memastikan. Entah lamaranku diterima atau tidak olehmu, aku akan tetap menikah dengan Juli" Sahut Zai
Dia tidak akan peduli dengan keluarga yang memandang manusia tidak sebagai manusia. Melainkan sebagai seorang predator yang ingin memangsa. dia menarik tangan Juli hingga Juli Tersentak "Ayo ikut aku pulang!" Kata Zai lagi dengan langkah lebar dia langsung mengangkat Rendy dan menaruhnya dipinggang.
"Tunggu!" teriak Jecky, dia berjalan kearah Zai yang berhenti melangkah karna teriakannya. tapi Zai tetap tidak menoleh.
"Cukup Opa, aku bahagia dengan pilihanku!" ucap Juli, dia takut Opanya itu akan menghukum Zai. karna dia sendiri tau bahwa Opanya adalah seorang Pembina pelatihan Bela diri.
Juli merentangkan kedua tangannya untuk menahan apa yang akan dilakukan oleh Opa-nya itu. Jecky hanya tersenyum lalu menepuk bahu Juli. Membuat Juli terdiam seperti patung yang penurut untuk diapakan.
"Kau tenanglah. aku menyukainya!" Ucap Jecky lalu melewati Juli dan langkahnya semakin dekat dengan Zai.
"Aku akan menerimamu tanpa Syarat. Lakukanlah Lamaran yang meriah" Ucap Jecky.
__ADS_1