Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Lanjut lagi


__ADS_3

Tidak hentinya sang surya menyinari bumi. kasih sayangnya sungguh abadi, sepanjang masa tak terganti. Kalau siang hari.


Dua orang berlainan jenis masih saling memandang. ada keterikatan rasa dihati masing-masing. namun keduanya menyadari ada kendala yang mungkin menyulitkan mereka untuk bersama.


itu adalah perselisihan. jika hanya perselisihan kecil itu dapat dirubah dengan kasih sayang. masalahnya adalah perselisihan ini adalah tentang dendam.


Dendam dan cinta, Bagi Amanda hal yang sulit untuk dipilah. 'Apakah ayah yang memberikan aku obat Afrodisiak. jika bukan! siapa lagi? hari ini aku hanya meminum apa yang dia berikan kepadaku. dan itu hanya sedikit meminumny. bagaimana jika aku menghabiskannya? Apakah Ayah ingin menodaiku?'


Bimbang dan ragu, Sementara hari terus berganti. Dia masih belum bisa berdiri sempurna. bukan hanya karna efek obat yang masih ada, Ataupun pengaruh serbuk pelumpuh saraf. melainkan karna terlalu letih dengan berbagai gaya yang dilakukan dalam kurun waktu dua jam. Dia memandang Zai laksana monster. 'Mengapa dia begitu perkasa? setauku, lelaki tidak akan bisa bertahan begitu lama. paling kuat sepuluh menit. tapi ini? dia bahkan membuatku keluar beberapa kali. dan jika tubuhku masih kuat, dia mungkin akan meneruskannya tanpa berhenti' Amanda mengusap perutnya sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya. tapi itu nyata. dimana didalamnya ada benih yang tertanam sangat dalam. dia dapat merasakan ketika semprotan itu terasa sampai kerahimnya.. 'Apakah aku akan hamil?'


"Apakah kau tau dari mana aku mendapatkan obat perangsang itu?" Amanda bertanya dengan serius. jika dia bisa bergerak bebas. Mungkin Zai akan ditendangnya. Tapi sayangnya itu tidak bisa dia lakukan.


Zai mendekat dan duduk disamping Amanda. Amanda sedikit menggeser tubuhnya. Tapi Zai merapatkannya lagi. dia senang melakukan hal itu Hingga Amanda terjebak di dipan dan tak bisa lagi menghindar. "Apa kau tidak puas menghukumku?" Tanya Amanda dengan buliran air mata.


Zai mengangkat tangannya dan menyeka air mata itu. Tapi anehnya Amanda tidak menepis. "Aku tau kau adalah suruhan dari Bram untuk menjebakku, Tapi sayangnya kau harus merelakan kesucianmu padaku. Jika kau memintaku untuk bertanggung jawab, aku tentu dengan senang hati menikahimu." Zai menatap Amanda yang juga menatapnya dengan emosi yang tak bisa dijelaskan.


"Ini adalah kesalahan terbesarmu yang ingin bermain. aku tidak bisa untuk menahan gejolak rasa. Kucing mana yang tak memakan ikan yang diberikan? jadi disini bukan salahku. tapi sekali lagi aku tekankan. jika kau ingin aku bertanggung jawab, aku akan menikahimu." Katanya lagi dengan wajah serius.


Zai mengambil satu helai rambut Amanda dan menyimpannya di layar sistem. Karna dia penasaran dengan Bram. tak mungkin jika seorang ayah tega memberikan obat perangsang untuk anaknya. kecuali jika memang bukan anak kandung. 'Berapa lama proses verifikasinya sistem?' tanya Zai dalam pikiran.


Sistem tidak bersuara dalam beberapa detik..


(Ding.. Verifikasi telah selesai. Hasil ini sangat akurat.


1: Bapak Bram adalah, Bukan bapak kandung dari Amanda.

__ADS_1


[Probobilitas sebesar 0%]


2: Bapak Kusuma adalah ayah biologis dari Amanda.


[Probobilitas 99%]


Zai terkejut dengan kenyataan itu. dan itu adalah suatu hal yang membahagiakan. tapi mimik wajahnya masih tidak berubah.


"Aku akan menjawab pertanyaanmu. Aku dapat memperkirakan sebelum kau masuk ke Mobil. Kau meminum sesuatu. Entah minuman apa itu. tapi aku sangat yakin dengan minuman itu, Minuman yang mengandung obat perangsang" Kata Zai


"Apa mungkin Ayahku ingin membuatku melayaninya. sehingga dia memberikan itu kepadaku, hanya dia pagi ini yang memberikanku minuman yang katanya dia bikin sendiri" Gumam Amanda.


"Jika itu benar, berarti ayahmu akan mengeksekusimu. beruntung kau bertemu denganku, Jika tidak, aku tak tau bagaimana caramu mengatasinya. tak mungkinkan ayah sekaligus suami nantinya. atau mungkinkah dia bukan ayah kandungmu?" Zai bertanya seolah dia tidak tau.


"Begini saja, Aku akan menyerahkan hidupku kepadamu jika benar dia ayah kandungmu. tanpa syarat ataupun perlawanan. Tapi jika dia bukan ayah kandungmu. Maka aku meminta hidupmu untukku! Bagaimana tawaranku?" Zai berkata cukup panjang dengan diakhiri pertanyaan.


Zai merangkul kepala Amanda dan menenggelamkan kepala itu pada dadanya sebentar. setelah berlalu waktu. Zai memberikan kecupan pada pucuk kepala Amanda.


Zai merogoh sakunya lalu mengambil ponselnya. dia tak menghawatirkan apapun. meski dia tau amanda adalah ahli bela diri. tapi karna Amanda masih belum bisa bergerak bebas. dia pun tetap tenang.


"Monte. kau urus semuanya tentang yang aku katakan tadi malam. aku masih ada urusan. mungkin akan sangat terlambat untuk datang ke kantor" Ucap Zai di sambungan telpon.


Setelah memutus sambungan telpon, Zai melempar ponsel anti pecahnya ke atas meja. dan dia memandang Amanda dengan nafsu yang mulai bangkit kembali.


"A-pa yang i-ingin kau lakukan?" tanya Amanda sedikit ketakutan.

__ADS_1


Tapi Zai tidak menghiraukan pertanyaan itu. dia langsung menerkam Amanda dan mulai membelai titik rangsangan yang membuat Amanda melemas dan pasrah dengan keadaan.


Pergulatan terjadi kembali. Amanda merasakan ketagihan dengan apa yang mereka lakukan sekarang. kini dia berada diatas dengan anggunnya dan bentuk sempurna tubuhnya terpampang sangat jelas.


Satu jam kembali terlewat..


Sudah ada beberapa kali dia melepaskan kesenangan yang tak pernah dia temukan ditempat manapun dalam hal apapun, selain di tempatnya sekarang dengan seorang pemuda yang dia anggap Monster.


Degupan jantungnya semakin berdebar. nafas yang memburu. kembang kempis, di akhiri dengan teriakan yang menggema mengisi ruang itu.


Amanda, Wanita yang luar biasa cantik kini takluk dengan Zai. Walau awalnya hanya ingin menjebak dan membunuh. tapi sekarang dia ragu untuk dapat melakukannya. meskipun pemuda yang memberinya kesenangan itu pasrah.


Kini dia telungkup didada Zai dengan peluh yang membasahi sekujur tubuh. dia merasa tak bisa lagi untuk bergerak setelah staminanya habis terkuras.


"Apa kau menikmatinya?" Zai bertanya sambil tersenyum menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Amanda


Amanda menggeleng, Tapi detik selanjutnya dia mengangguk. dia tak ingin mengakuinya tapi kenyataannya memang begitu.


"Tak perlu malu untuk mengakuinya, Bagaimana kalau kau tes DNA? jika sudah jelas kau bisa menentukan hidupku, apakah akan mati ditanganmu, atau tidak" Ucap Zai pelan. "Aku akan menemanimu" katanya lagi.


"Mengapa kau seolah yakin bahwa aku bukan anak kandung dari Bram?" Amanda mendongak dengan dagu yang berada didada Zai.


"Hanya feeling saja. tapi terkadang Feelingku bisa jadi sebuah kenyataan. Jika kau ragu lebih baik pastikan. itu lebih baik. Ayo kita mandi." Zai mengajak Amanda. Tapi Amanda masih belum bangkit, dai berguling kesamping dan telentang setelah mengambil nafas yang cukup dalam dan membiarkan pemuda itu mandi lebih dulu.


Namun Zai tidak melakukan sesuai dengan yang diperkirakan oleh Amanda. dia menggendong tubuh putih, mulus, bersih Amanda ala putri dan membawanya ke Kamar mandi yang cukup sempit. dia memandikan amanda dan menyabuni tubuhnya setelah itu dia angkat kembali tubuh itu dia dia turunkan diranjang kembali......

__ADS_1


__ADS_2