Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Kediaman Raja Qin


__ADS_3

Di kediaman raja Qin. Hidangan telah tersaji. Harum wangi semerbak menggoda lidah.


"Silahkan! Semua hidangan ini dimasak khusus untuk kalian" ucap Raja Qin kepada Zai dan Laila. Dia mendapat undangan khusus dan sekalian membuat rencana untuk masa depan kota.


"Terima kasih banyak Raja Qin!" Zai mengayunkan tangannya mengeluarkan sebungkus rokok LA ice dan mendorongnya  dengan energi spiritual ke hadapan Raja Qin.


Raja Qin menyambutnya namun dia bingung untuk apa itu, hingga ketika Zai mengambil miliknya satu batang dan menaruhnya di mulut kemudian mengeluarkan api di telunjuk tangannya dan menghisapnya. Barulah Raja Qin mengerti apa yang diberikan kepadanya.


Dia juga mencoba, mengeluarkan isi setelah merobek pita dan membuka penutupnya.


Dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Pemuda di hadapannya itu.


Ada rasa dingin di tenggorokan yang menyejukan.


"Ini sangat luar biasa. Apakah kamu memiliki banyak. Aku akan membelinya dan menjualnya kepada semua orang. Atau kita bisa saja berbisnis dan hasilnya kita bisa membaginya. Terserah kamu berapa mau mengambil keuntungannya aku tidak masalah dengan itu" raja Qin langsung terbesit ide itu untuk perkembangan ibu kota.


"Semua orang akan mencarinya ke kota ini dan keuntungan yang didapatkan kota akan berlipat ganda. Seperti biaya masuk kota akan meningkat dengan sendirinya. Masalah pemasaran barang. Aku yang akan melakukannya. Kau tenang saja. Bagaimana?"


"Idemu cukup bagus. Aku yakin dengan bisnis ini kotamu akan sangat berkembang. Dan aku juga akan menjual formasi bertahan. Dimana jika kotamu berkembang maka akan rawan dari kejahatan. Apakah kau setuju?"


"Tentu! Demi kebangkitan kota. Apapun itu akan aku lakukan. Selagi menguntungkan" sahut Raja Qin.


Keduanya saling tersenyum. Begitu pula dengan para petinggi yang ada di ruangan itu.


"Kita makan saja dulu. Masalah bisnis kita bicarakan setelah makan" kata Zai.


Dia mengambilkan makanan Laila dan berkata "kau harus makan yang banyak!" Ucap Zai.


Laila tersenyum sebentar. Namun hal itu hampir membuat semua orang menatap penuh pemujaan kepada Laila.


"Wanita surga memang berbeda" salah seorang petinggi kerajaan berbisik kepada yang lainnya

__ADS_1


Zai dan Laila memiliki pendengaran yang baik sudah tentu mereka mendengar bisikan. Tapi tak ada yang dipermasalahkan dari ungkapan itu.


Tidak ada pembicaraan di waktu makan. Karena itu adalah kebiasaan yang dilakukan oleh Zai sewaktu di bumi tanah kelahiran.


"Raja Qin. Aku akan berbicara denganmu empat mata. Carikan ruangan khusus!" pinta Zai.


"Oke. Kita langsung ke ruangan kerjaku, disana ada ruangan kedap suara" sahut Raja Qin Shi.


Keduanya meninggalkan tempat makan. Putri Qin mengantar Laila ke kamar untuk istirahat dan Laila hanya mengangguk saja.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya raja Qin Shi.


"Aku merasakan ada diantara petinggi kerajaan yang berkhianat"


"Tidak mungkin ada yang berkhianat. Apa kau yakin?" Raja Qin terkejut mendengar pernyataan itu. Dia tak mengira akan adanya pengkhianat dari petinggi kerajaan. Bahkan dia tidak tahu siapa pengkhianat ini?


"Apa kau ingin tau siapa dia?" Tanya Zai.


Zai melambaikan tangannya. Ada sebuah senjata yang keluar dari kehampaan. Zai mengaitkan telunjuknya tanpa menatap apa yang menjadi tujuannya.


Door! Sebuah bunyi terdengar dari selongsong pistol. Ada sedikit asap akibat gesekan panas yang tersisa. Ketika peluru itu menembus pintu, terdengar teriakan kesakitan yang menggema.


Raja Qin segera bangkit dan bergegas keluar dari ruangan itu dan mendorong pintu. Dia melihat ada seseorang yang terbaring dengan teriakan memegang perutnya yang mengeluarkan darah.


"Menteri Ma! Apa yang kau lakukan di tempat ini?" Tanya Qin Shi.


"Aku→" dia tak bisa mencari alasan cepat ketika dia sudah mendapatkan ide. Seorang pemuda muncul dan berdiri lalu meraih kerah baju miliknya.


"Tak perlu ditanya lagi. Dialah pengkhianat itu!" Kata Zai seraya mengangkat tubuh menteri Ma dengan mudah.


Menteri Ma jelas memberontak. Namun luka di perutnya, membuat tenaganya banyak terkuras hanya untuk menutup mata luka. Hasilnya sangat tidak bagus untuk dirinya.

__ADS_1


Zai melempar orang yang disebut menteri Ma itu hingga menabrak dinding lalu menguncinya dengan borgol yang sudah dimodifikasi dengan formasi yang dibeli dari shop sistem.


"Lepaskan aku!" Teriak Menteri Ma.


"Katakan saja kau berpihak kepada siapa, Kang Jun atau Kang Lai. Hanya itu. Jika kau menjawabnya akan aku lepaskan. Bahkan aku bisa mengobati luka di perut itu" kata Zai "tapi jika naif dan berpikir aku akan lemah lembut bila kau tidak mengatakannya. Maka pantas kau untuk mati dengan tidak mudah!" Ucap Zai lagi mengancam.


"Cuih!" Menteri Ma meludah ke lantai, kemudian berkata "tak sudi aku mengatakannya"


Zai tertawa "Hahaha! Aku masih banyak memiliki besi panas yang bisa menyakitimu, meskipun kau memiliki Qi yang cukup kuat. Tapi apa kau yakin tidak ingin mengatakannya" Zai menekankan mata pistol ke tulang bahu menteri Ma dan mengaitkan telunjuknya.


Door!! Ledakan suara terdengar memekak telinga di iringi teriakan yang menggema serta tangis kesakitan. Dara menyembur. Timah panas itu menembus lantai yang artinya menembus tubuh menteri Ma.


Zai tersenyum lagi dan bertanya. "Apakah mau di tempat lainnya? Seharusnya dengan melihat senyumku saja itu bisa membuatmu takut!"


"Tidak! Tolong ampuni aku. Aku akan mengatakannya" ucap menteri Ma.


Sedangkan Raja Qin Shi hanya terdiam melihat Zai melakukan ancaman dan kekejaman. Dia tak menyangka pemuda yang terlihat sangat polos memiliki sisi lain. Ketika sisi lain itu ditonjolkan maka akan sangat mengerikan.


"Aku bekerja untuk Pangeran Kang Jun!" Ucapnya.


"Jangan berani untuk bermain kata kepadaku, jika tidak. Aku bisa memotong-motong tanganmu kecil-kecil hingga menjadi daging cincang dan takkan membiarkanmu pingsan. Apakah aku perlu membuktikannya?" Zai bertanya lagi masih dengan ancamannya. Lalu mengayunkan tangannya dan memukul mulut menteri Ma hingga tiga gigi depan milik menteri Ma patah.


Menteri itu meneguk seteguk ludah dengan susah payah. Ludah yang bercampur darah, karena dia tidak berani untuk meludah ke lantai "Aku akan jujur, aku bekerja untuk pengeran Kang Lai" katanya. Kali ini Zai melihat kesungguhan dari kata itu.


"Hmm bagus, bagus" Zai menepuk pelan pipi Menteri Ma. Lalu menyerahkan tugas selanjutnya kepada Raja Qin.


"Aku akan pergi dulu, ada yang akan aku urus" ucap Zai seraya menjentikan jarum kecil ke tubuh Menteri Ma hingga beberapa saat berlalu Menteri Ma mati dalam keadaan tidak bermartabat.


Jelas raja Qin terkejut dengan kematian yang mendadak. Padahal dia tidak melakukan apa-apa.


[Selamat kepada tuan rumah, membunuh menteri Ma mendapat lima ratus poin peningkatan, seribu poin penukaran dan satu bom waktu]

__ADS_1


__ADS_2