Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Penyelamatan Lina


__ADS_3

Dua buah mobil melaju dengan kencang di jalan Tol Soebarjo, dua mobil itu seperti sedang balapan dan untung nya jalan pada siang itu lumayan sepi, Jadi tidak ada hal yang di khawatirkan terjadi.


60, 80, 100 penunjuk kecepatan mobil terus bergetar hingga mereka sampai pada Sebuah gudang bobrok yang sudah sangat lama tidak terpakai dan dua buah mobil itu langsung menabrak pintu gudang itu, Dan untung nya pintu gudang itu bukan besi tapi masih merupakan kayu, Jika tidak mobil itu pasti hancur depan nya.


Braaaak..!! Dua buah mobil langsung bersusulan masuk kedalam gudang dengan cepat nya dan menuju tiga orang yang ada di dalam sana.


Kucing Orange terkejut, dan dia tidak jadi menggunting pakaian Lina, Dia melompat karna tak ingin di tabrak oleh mobil yang melaju kencang itu. Begitu pula dengan mata elang, mobil berhenti tepat di samping Lina dengan pintu samping tengah terbuka layak Action.


Dan mobil satu nya berada di belakang dan pintu di dorong dengan keras hingga terbuka.


Mata Elang sudah menggenggam Senjata laras panjang nya, dia melompat buka hanya sekedar melompat, dia punya tujuan nya sendiri, Yaitu mendekati senjata nya yang berada di pojokan.


Dan Kucing Orange juga sudah menggenggam sebuah pistol pendek, Entah dari mana mereka bisa mendapat kan senjata api, Tapi yang pasti terlihat, senjata api mereka berdua seperti nya sebuah rakitan dari ahli perakit.


Kucing Orange menembak Mobil yang ada di depan, dia tak peduli lagi dengan gadis itu, karna keselamatan mereka lebih utama.


Dor dor dor..!


Tiga kali tembakan ke arah samling mobil dan membuat lubang pada pintu yang terbuka, Seseorang melompat dan menangkap gadis yang diculik agar tak terkena tembakan. Dia membawa wanita itu ke belakang mobil nya, Itu berarti mereka berdua sekarang berada di tengah tengah mobil.


Tembakan balasan dari mobil juga keluar terdengar. Dor Dor Dor..


Tiga kali tembakan balasan di lancar kan, Baku tembak terjadi di sana.


Seseorang keluar dengan perlahan seperti seorang yang sudah berlatih jadi tentara puluhan tahun, Nyata nya mereka hanya amatiran yang baru belajar, Meski ada kegugupan dalam penyelamatan, Akan tetapi mereka harus yakin melakukan nya, dengan prioritas keselamatan semua anggota dan yang di culik.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya sosok yang menyelamatkan nya, sambil membuka tali yang mengikat tubuh Lina, "Maaf jika aku menyentuh mu!" 


Lina mengangguk dan harapan bahagia terpancar dari wajah nya, Sebelum nya dia sudah merasa hidup nya akan hancur ketika tangan lelaki itu menyentuh pakaian dan tangan sebelah nya yang memegang gunting sudah bersiap melakukan hal yang tak di ingin kan nya.

__ADS_1


Adu tembakan terus terjadi dari empat sisi yang yang berbeda, Setelah jeda beberapa detik, Mungkin mereka sama sama mengisi amunisi, tembakan kembali terjadi.


Mata Elang berhasil menembak salah satu orang yang berada di mobil kemudian dia bersembunyi di balik tiang penyangga, Namun satu hal yang tak dia duga, Satu tembakan mengarah kepada nya dari samping.


Dor..! Bahu nya terkena dan dia terjatuh, kemudian tembakan susulan mengenai pahanya, Teriakan pun tak dapat di hindari lagi. Orang yang menembak berguling guling kedepan memanfaatkan barang yang ada di sana dia melempar sesuatu kepada Mata Elang dan itu berhasil di hindari dengan mudah, Meski Mata Elang terluka.


Tapi itu bukan lah serangan sebenar nya, Itu hanya lah pengalihan saja, Orang itu berguling lagi hingga berada tepat di dekat Mata Elang dengan moncong senjata berada di kepala.


Mata Elang tak berkutik lagi di buatnya.


Dan Kucing Orange juga terluka parah, Dia di pukuli setelah kehabisan amunisi. Mereka berdua pun di kumpulkan dan di ikat, juga luka mereka di biarkan begitu saja..


"Apa kalian tau siapa yang kalian Culik hingga berani sekali melakukan nya?" Tanya sosok itu yang ternyata adalah Ferdinan..


Sebelum nya Handoko yang memberi tahu mereka bahwa wanita nya Bos diculik.


Namun alangkah terkejut nya dia, Ketika melihat dari kejauhan sosok wanita yang Familiyar, Yang pernah dia lihat ketika Bos nya menunjuk kan beberapa Photo wanita nya yang berada di ponsel nya.


Bos nya pernah berpesan jika kamu melihat ada wanita diantara photo ini yang sedang mengalami kesulitan, Prioritas kan mereka, Karna mereka adalah wanita terkasih nya.


Handoko pun terkejut di antara tiga wanita itu ada wajah Alisya, dan dua orang lain nya dia tak mengenal nya, tapi dia sangat mengingat wajah wajah dua orang lain nya. Dan yang sekarang dia lihat ketika helm terlepas dari kepala sang wanita. Itu adalah wajah wanita Bos nya.


Dia segera menelpon Ferdinan dan Torax lalu menShare lokasi nya. Dan mengatakan wanita Bos nya di culik oleh dua orang dan dia mengikuti nya dari kejauhan.


Di perjalanan juga dia tak lupa menelpon nomor Bos nya, Tapi panggilan selalu di alihkan, Begitu pula dengan Kontak nya Alisya yang tak bisa di hubungi.


Dengan tangan gemetar dia terus memegang setir mobil nya dengan jarak hampir dua ratus meter dia mengikuti karna tak ingin penculik itu menyadari ada orang yang mengikuti.


-

__ADS_1


-


Handoko berjalan mendatangi Ferdinan yang sedang berbicara dengan Lina, "Fer, bagaimana keadaan wanita nya Bos?"


"Untung nya mereka belum sempat melakukan hal yang buruk, Jika tidak, Entah bagaimana kita akan bertanggung jawab" Sahut Ferdinan sambil menghela nafas.


"Syukurlah... Nyonya, Aku akan mengantar mu kembali pulang!"


"Tak perlu, Aku ingin Ferdinan saja yang mengantar" Sahut Lina.


Lina masih trauma, Jadi pilihan yang terbaik adalah orang yang di kenal nya, karna mereka sempat bertemu sebelum nya di rumah Lina, jadi Lina mengingat wajah Ferdinan yang bersama Zai kala itu bertamu.


"Baiklah kalau begitu mau mu Nyonya!" Ucap nya kepada lina lalu mengalihkan pandangan nya kepada Ferdinan, "Jaga dia, dan antarkan dengan selamat" ucap nya lalu memberikan kunci mobil nya untuk mengantar Lina pulang.


Sedangkan Handoko berjalan mendekat ke sekelompok orang yang mengitari dua orang yang tengah terikat.


Torax menginjak kaki Mata Elang yang terkena tembakan dan bertanya, "Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini?" Tatap nya dengan tatapan tajam.


Aaaaaaaakh!! Mata Elang berteriak kencang tapi dia masih tidak ingin mengatakan nya.


Udin berdiri dan mengangkat sebelah kaki milik Kucing Orange dan menaruh sesuatu bantalan kayu di bawah nya. Di tangan kanan nya sudah ada pisau dan tangan kiri nya menarik ibu jari milik Kucing Orange.


"Jangan, jangan potong Jari ku" Teriak nya "Baik aku akan mengatakan nya, tapi tolong jangan potong jari ku" Tambah nya dengan tangisan.


Udin memang tidak berencana untuk memotong jari, Dia ingin mengeluarkan kuku yang ada di ibu jari tersebut, Dengan seringai yang mengancam, Udin memulai aksi nya, Dia menusuk pinggiran kuku ibu jari kaki itu lalu mencongkel nya.


Teriakan memilukan tak dapat di hindarkan. "Kamu hanya meminta tidak ingin di potong kan?" Ucap Udin yang kini melepaskan tangan nya dari ibu jari yang sudah banyak mengeluarkan darah karna kuku yang terlepas.


Kucing Orange langsung Pingsan karna tak kuat lagi menahan sakit penyiksaan, belum lagi tubuh nya yang hampir di semua bagian patah karna di pukuli oleh Anggota Macan Hitam yang marah karna salah satu teman mereka tertembak dan kini di antar oleh Amat ke rumah Sakit..

__ADS_1


__ADS_2