Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Sesi panas berakhir


__ADS_3

Sesi panas bertiga pun berakhir dengan rentang waktu dua hari satu malam, Mereka akhirnya merasakan lapar yang menyiksa lambung mereka.


Cacing terus saja berdemo dengan membunyikan bunyi bunyian dalam perut, Mereka tidak terima terombang ambing, Di hempas dan dihentakkan tanpa pertanggung jawaban selama dua hari satu malam.


Zai memiliki paha yang hampir saja tidak bisa lagi digunakan, Jika ketahanan tubuhnya belum di tingkatkan, Mungkin saja dia sekarang seperti orang yang terkena stroke ringan tak bisa melangkah bebas


Dua orang itu pun sama, Mereka kehabisan tenaga, Untuk bergerak saja susah.


Zai mencari ponselnya dengan berjalan pelan. Dan itu berada di saku celananya. dia meraihnya lalu membuka Aplikasi Abang-Ojek dan memesan beberapa makanan dan juga jus..


Sembari menunggu makanan tiba 'Sistem, Kenapa aku tidak mendapat notifikasi pemberitahuan PS Setelah anggotaku menyelamatkan ratusan wanita yang disekap itu?' Zai bertanya dengan sedikit bingung.


(Karna bukan tuan yang menolong mereka, Jangan berharap mendapat PS jika bukan diri sendiri yang melakukan kebaikan)


'Seperti itu? jadi berapa PS yang kudapat dari menolong tiga orang anak buah Dark Moon?'


(Selamat kepada Tuan rumah sudah mendapatkan tambahan tiga PS....


Maaf ada sedikit kendala dalam pertimbangan Sistem maka dari itu notifikasi terlambat di kirimkan, Semoga tuan rumah senang atas pencapaianya)


Zai mengengerutkan keningnya ketika mendapat Tiga saja, 'Semakin hari, Semakin ribet saja' Dalam hatinya sedih.


'Tampilkan Status'


(Ding..)


Nama lengkap : Zaidul Akbar


Level : 2/100


Pesona : 10


Kekuatan : 10


Kecepatan : 10


Kecerdasan : 10


Keterampilan : Skill Bela diri Kuno (Aktif - Teknik Naga melahap matahari)


Skill Medis Super (Aktif - Teknik Sembilan Jarum Kebangkitan)


Skill Pembalap Super (Aktif- Level 4)


Skill Semua Game (Aktif- Level 4)


Skill Menyanyi (Aktif- Level 4 )

__ADS_1


Skill Koki Super (Aktif- Level 4)


Skill Penembak Jitu (Aktif- Level 4)


Skill Peretas super (Aktif- Level 5)


Dana : Rp 3.760.000.000


Shop : Bisa diakses.


Poin Sistem: 155


Invetori : Semua keperluan tuan rumah.


Tugas: Selesai


..............


Dua orang mendarat dibandara internasional Syamsudin Noor Banjarbaru. dan langsung mencari Taksi untuk pergi ke alamat yang sudah diberikan oleh Ketua Dark Moon, mereka tidak memikirkan rencana apapun, Mereka sangat percaya diri dengan kemampuan mereka yang pernah berlatih Muay Thai di Thailand dan juga berlatih Kungfu di china..


Swoosh... Dua orang datang dengan melompat secara bergantian dan berlarian dengan cepat di atas pagar beton yang ada disana. Lalu menyelinap setelah memastikan tidak ada yang berjaga.


"Kamu kesana, dan aku akan kesana" Salah satunya bersuara dengan berbisik dengan memilih jalan yang dia pilih


Dan satunya menganggukkan kepala, Setuju saja dengan pilihan itu.


Sosok itu mengeluarkan satu batang pipa kecil lalu meniupkan asap yang sudah disiapkan untuk membuat tiga orang itu tertidur.


Beberapa detik setelahnya, Tiga orang itu langsung terkulai. Sosok itu pun berjalan diantara kegelapan dengan pakaian hitam seperti Ninja tapi mereka bukan Ninja. mereka adalah Assassin yang sangat terlatih dibidang membunuh.


Dia mendekat kearah Tiga orang itu dan menusuknya. Slup.. Slup... sluup... Mereka mati dalam keadaan tidur untuk selamanya.


Penjagaan di longgarkan karna Tidak mengira akan ada serangan susulan.


Dia meninggalkan tiga orang yang tidak bernyawa lalu bergerak kelain tempat.


Seseorang yang hendak buang air melihat ada pergerakan lalu dia berteriak "Hei siapa Kau?"


Sosok itu berpaling dengan mata yang berkilat tajam lalu melompat ke arah suara teriakan.


Jali berlari dengan kencang dan berteriak "Ada penyusup lagi" Berulang kali dia meneriakan kalimat itu hingga beberapa orang datang segera karna mendengar teriakan.


"Mana penyusupnya Jal?" Salah satu yang datang bertanya.


"Dia disana, Dia membawa pedang yang berdarah, Sepertinya dia sudah membunuh kawanan kita, Hati-Hati" Ucap Jali


"Cepat lapor dengan Udin dan juga amat".

__ADS_1


Dua orang segera berlari ketempat Udin dan Amat berada lalu melaporkan temuan mereka.


Udin segera datang begitu pula dengan Amat dengan langkah cepat mereka pun sampai ditempat, Ternyata ditempat itu sudah terjadi pertarungan.


Dua orang tumbang lagi terkena sabetan pedang Lawan yang sangat lincah hingga sulit melawannya meski dilawan oleh tujuh orang.


Udin melompat dengan pipa besi yang kini berada ditangannya, dia memang bukan ahli pedang, Atau ahli dalam bela diri, Dia juga termasuk pertarung yang hidup dijalanan dulunya. dengan berbekal pengalaman dia memukul tidak beraturan.


Klentang...!


Amat dan juga yang lainnya dengan ganas menyerang dengan masing masing pipa besi ditangan mereka.


Dengan banyaknya serangan yang mengarah ke sosok itu, Tak mungkin dia sanggup melepaskan semuanya.


Bugh Ugh..!


Sosok itu terjatuh kelantai tapi dia segera bangkit, Namun semua orang adalah petarung jalanan yang pastinya suka keroyokan, Mereka tak akan membiarkan lawan kabur ataupun berdiri bebas.


Mereka terus saja melakukan pemukulan hingga Lawan tak bisa bangkit lagi, Sehebat apapun orangnya jika dikeroyok akan kalah juga.


"Ikat dia, Lalu cari keseluruh pelosok markas ini, aku yakin dia tak sendiri" Udin segera memberi perintah. dan itu segera dilakukan oleh semua orang yang masih bugar.


Dan dia langsung mengabari Ketuanya


"Hallo Ketua, Maaf jika aku mengganggu, Ada penyusup lagi, dan yang ini sangat kuat, Anggota meninggal dua orang yang saat ini diketahui, Tapi sepertinya ada lebih dari itu. Satu orang berhasil dilumpuhkan" Udin mengambil nafas sejenak karna dia terlalu cepat menyampaikanya.


"Tenang Din jangan panik, Jelaskan lagi" Zai memintanya untuk lebih tenang agar apa yang disampaikan mudah dimengerti.


"Mungkin ada penyusup lainnya ketua, Tapi kami belum menemukan lokasi mereka, Sekarang teman anggota mencarinya"


"Aku akan segera kesana" Zai langsung menutup telpon dan memakai pakaiannya. dia mengecup dua orang yang masih tanpa memakai satu helai benang.


Dengan segera "Vrooooom..!" Range Rover meraung dijalanan.


..............


Nindi tersadar dari mimpinya yang indah. Dia menggerakkan pinggulnya kekiri dan kekanan kemudian menyatukan kedua telapak tangannya "Kraaaak" teredengar bunyi renyah


"Kak bangun, Ada yang mengetuk pintu depan sepertinya" Nindi mendengar suara ketukan dan panggilan.


"Kamu saja yang bukain, Tapi liat dulu lewat tirai dinding, Siapa yang mengetuk jangan asal buka saja, aku masih ngantuk" Karna kelelahan yang sangat dan kurangnya tidur membuat Madina merasakan kantuk yang berlebih.


"Kak Zai, kemana ya Kak?" Tanya Nindi lagi tapi Madina tidak lagi menyahut dia sungguh terlelap dan tak sadar lagi keadaan.


Nindi mengambil handuk dan melilitkan didadanya lalu dia keluar dari kamar dan menyingkap tirai dan melihat pakai Abang-Ojek dengan segera dia membuka pintu.


"Ada apa ya Bang?" Tanya Nindi dengan lembut..

__ADS_1


__ADS_2