Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Acara 3


__ADS_3

Zai dan Yunita datang ke Ruang acara dan mereka disapa oleh beberapa kariyawan terdekat yang mereka berdua lewati.


Zai mengambil makanan yang tersedia secara prasmanan tinggal pilih dan ambil apa yang dimakan lalu mencari tempat duduk.


"Hai Yun, Kemana tadi kamu, Nomor mu tidak aktip" Tanya seorang wanita yang baru datang dan juga mau mengambil makanan.


"Tadi aku ada sedikit urusan, Ponselku sepertinya rusak Nad" Sahut Yunita yang masih memegang piring kosong.


Nadia memperhatikan pakaian Yunita yang sepertinya berbeda dari yang dia lihat sebelumnya.


"Kenapa kamu ganti baju?" Tanya Nadia.


"Tadi bajuku ketumpahan sesuatu, Jadi aku harus ganti deh" Sahutnya dengan kebohongan, Tak mungkin juga dia jujur yang ada dia akan ditertawakan. "Mana pacarmu? katanya mau bawa pacar kesini?" Tanya Yunita kepada Nadia yang terlihat sendiri.


"Pacarku mencari tempat duduk, Dan aku mau mengambilkan dia makanan juga, Makanya aku bawa dua piring, Kamu sendirian perginya dari Kost?" Sahut Nadia sambil menjawab sambil tangannya mengambil beberapa lauk dan sayur.


"Iya, Kamu tau sendiri aku belum punya pacar, Aku tinggal dulu ya, Dadah" Ucap Yunita lalu melambaikan tangannya dan berjalan menuju tempat seorang lelaki muda yang tak lain adalah Zai sendiri.


'Uuh, Rupanya dia ingin menggaet Bos besar, Pantas saja tak pernah mau dikenalkan dengan teman temanku, Seleranya sangat tinggi' Batin Nadia yang melihat Yunita duduk diseberang Presdirnya.


Tempat yang sedikit lebih tinggi, Tempat yang khusus dipesan oleh Wilhan sang manager Perusahaan untuk Presdir mudanya siapa tau Presdirnya akan membawa kekasihnya.


Tapi tidak dia sangka malah yang duduk adalah Sekertaris Yunita. "Wanita itu bergerak sangat cepat" Gumam Wilhan tapi dia tak mempermasalahkannya. Karna hal itu wajar saja terjadi.


Dering ponsel terdengar. Zai langsung mengambil Ponsel disakunya dan menaruhnya ditelinga.


"Ada apa?" Tanyanya.


"Maaf mengganggu waktu Ketua" Ucap Torax karna mendengar nada dingin lalu dia menambahkan lagi, "Aku hanya ingin melaporkan ada ratusan wanita yang disekap dalam gudang, dan sebagian sudah dilepaskan, Tapi sebagian lagi memilih untuk tinggal sementara" Dengan cepat Torax menyelesaikan laporannya.


"Emm. Kerja bagus. Pesankan Bus untuk mereka dan antarkan jika ada yang satu arah, Kau tentu bisa menyelesaikan semuanya, Aku serahkan urusan itu kepadamu" Ucap Zai lalu bertanya kembali, "Apakah ada lagi?"


"Itu saja Ketua, Silahkan lanjutkan urusan ketua" Sahut Torax

__ADS_1


Zai langsung memutuskan sambungan telponnya dan duduk santai menyesap Anggur yang disediakan dimeja.


Yunita menatap Zai dengan sangat intens hingga tanpa sadar dia membayangkan suatu hal yang membuat pipinya memerah semerah warna bajunya.


Zai tidak memperdulikannya karna dia ingin bersikap layaknya seorang Presdir yang dingin. Dia membiarkan Yunita memandangnya tanpa berkedip...


"Pak Wil.." Panggil Zai.


Untungnya Wilhan duduk berdekatan dengan meja yang ditempati oleh Zai dan Yunita, Dia memang sengaja karna jika ada sesuatu yang diperlukan dia akan mudah dipanggil, Dan hal itu pun sekarang terjadi.


"Ya Presdir" Sahutnya langsung berdiri "Apakah ada yang bisa dibantu?"


"Aku akan pergi dulu, Kamu disini saja hingga selesai acara dan bagikan semua sovenir secara merata kepada semua kariyawan yang hadir. dan jika ada yang tidak hadir, Besok kamu berikan pengganti untuk mereka, Apa kamu paham?"


"Baik Presdir, Saya akan melakukan semuanya dengan baik sesuai perintah anda" Sahutnya.


Zai berdiri dan bertanya kepada Yunita "Kamu mau pulang atau tetap disini saja?"


"Biar aku antar" Ajak Zai lagi dia pun langsung berjalan


"Semangar Yun" Ucap Pak Wilhan yang tersenyum melihat Yunita yang sepertinya malu-malu.


Note: Wilhan adalah kariyawan terlama Sadewa Group semenjak terbentuknya Sadewa Group hingga sekarang berganti kepemilikan. dia tetap dipertahankan menjadi seorang manager perusahaan meskipun umurnya sudah tidak muda lagi. Dia orang yang jujur dan ulet dan Zai senang, Bahkan dia berniat ingin memberikan kursi wakil direktur kepadanya.


...............


Didalam Mobil, Zai melajukan Mobilnya dengan pelan melintasi jalan raya yang mulai sepi. Karna waktu sudah mencapai tengah malam. Dia sudah mengantongi alamat Yunita sebelumnya jadi dia tak lagi bertanya karna ada sistem yang membantunya mengarahkan jalan.


Lima belas menit berlalu Mobil Zai pun berhenti didepan sebuah Kost Elit bertingkat dua yang fasilitasnya cukup lengkap dan khusus untuk kariyawan, itu tertulis di atas gerbang.


"Makasih banyak untuk baju dan sepatunya Bos, Dan jika tidak ada Bos, Entah apa yang akan terjadi dengan ku" Ucapnya bersyukur


"Hemmm. Tidak apa, Kebetulan juga aku sedang ingin naik keatas saat itu, Mungkin itulah kehendak sang penulis kehidupan" Ucap Zai menyahut dengan tanpa senyuman.

__ADS_1


Yunita dengan cepat mencium pipi Zai lalu dia mendorong pintu dan keluar dengan wajah malu, lalu dia menuunggu diluar, Dia ingin menunggu reaksi Presdirnya itu, Tapi Zai sudah tau trik itu dia tanpa menurunkan kaca langsung melajukan mobilnya.


"Eh, Apakah aku salah menciumnya, apakah dia marah, Oh tidak.." Ucapnya panik, Dia pun bergegas mengambil ponsel yang berada dalam tasnya. ketika hendak menghidupkan layar dia baru tersadar bahwa ponselnya rusak kemasukan air.


Dengan hati gusar dan gelisah dia mendorong pintu dan masuk kedalam Kost, Lalu menuju kamarnya dan menutup pintu sedikit keras.


'Sial, Aku membuat kesalahan' Pikirannya mulai kacau.


Sedangkan Zai hanya tersenyum bisa mengerjai Sekertaris nya itu, "Ingin menggodaku, Jangan, Takutnya aku sulit berhenti jika sudah memulai" Gumamnya sambil terus melanjutkan perjalanan kembali ke Kediamannya.


...............


"Sudah berapa hari dia tak menghubungiku, Apakah dia melupakanku?" Ucap Seseorang yang berdiri di balkon rumahnya sambil tangan kirinya menggenggam teralis pagar dan tangan kanannya memegang kalung.


"Apakah aku harus menghubungi dia lebih dulu, Atau hanya menunggu" Dia sangat gelisah memikirkan hal semacam itu, Sering mengganggunya hingga terbawa mimpi.


Setelah lama berpikir dia pun masuk kedalam rumahnya dan menuju kamar lalu mengambil Ponselnya.


Zai melihat Id Pemanggil dan segera memasang Headaet ditelinganya, Karna jika harus memegang ponsel sembari menyetir akan membahayakan.


"Maafkan aku, Lama tidak menghubungimu sayang" Ucap Zai langsung tanpa penundaan.


Lina yang mendengar ucapan Maaf terlebih dulu tidak jadi menanyakan berbagai pertanyaan yang sudah dia rancang sedemikian rupa.


"Sekarang apakah ada waktu? jika ada bisakah kita bertemu?"


"Aku akan kesana" Sahut Zai langsung mencari arus putar balik dan menuju rumah Lina.


Citra Garden, Perumahan Elit yang Nampak sederhana tapi tetap terlihat elegant.


Zai memasuki kawasan itu dengan Mobilnya, Tidak ada yang memberhentikan Mobil itu atau menanyakan untuk apa memasuki kawasan komplek itu, Meski sudah mendekati tengah malam, Satpam penjaga Komplek tetap membukakan portal.


Pukul 11:23 Zai sampai didepan rumah Lina, Dan Lina sudah menunggu lama disana.

__ADS_1


__ADS_2