Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Melepaskan


__ADS_3

Setelah di elus oleh Laila, Alisya merasakan hangat pada perutnya, entah apa itu tapi dia merasakan nyaman hingga tidak mual lagi.


"Istirahatlah yang banyak!" Ucap Laila lagi.


"Kau juga, semoga betah disini!" Kata Alisya!


Kemudian dia pergi dari kamar itu, sementara Selly keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian, dia tidak tau apa yang dibicarakan oleh Laila dan Alisya dan tak mau tau.


Selly melompat ke kasur dan langsung tertidur.


Laila duduk santai bermeditasi.


Sementara itu, Zai kini dikerubungi oleh bunga mekar yang siap untuk dipetik keharumannya satu persatu, dia ditindas oleh sembilan wanita yang tak membiarkannya untuk beristirahat.

__ADS_1


Silih berganti, lemah satu, akan datang lagi satu dan itu terus berulang. Zai memiliki mata yang menghitam pada kelopak bawahnya karena tidak tidur dan harus menguras stamina sepanjang malam, bahkan hingga pagi menjelang. Ketika matahari sudah berada pada ketinggian yang sempurna. Maka, berakhirlah pula ketegangan Zai.


Seakan miliknya diperas hingga habis. Untungnya dia memiliki tubuh spesial, jika tidak! Entah apa yang bisa terjadi pada tubuhnya!"


Sembilan wanita itu terkapar tanpa selimut, tanpa sehelai benang yang menutupi aset mereka, semua bersuka cita. Zai layaknya raja yang memenangkan duel melawan sembilan naga betina yang kehausan serta kelaparan akan nutrisi air surgawi.


Layak memang memiliki lebih dari sepuluh istri jika mampu bertahan dari serangan dan bahkan membuat lawan jenis terkapar tak bisa bangkit lagi.


Zai memakai celananya dan berjalan ke balkon. Lalu duduk menyilangkan kaki dan bermeditasi untuk menyerap aura alam yang datang kepadanya.


Sistem sangat berjasa sekali untuk hidupnya, jika bukan karena sistem konglomerat itu, bahkan untuk merangkak dari lumpur kemiskinan mungkin dia masih tidak akan bisa.


Dia membuka sistem dan mengaktifkannya lagi, 'Hay sistem! Terima kasih banyak, semua tugas sudah selesai dan aku sudah menjadi konglomerat sekarang. Aku tidak menginginkan keabadian, aku hanya ingin hidup damai dan menikmati sisa hidupku dengan baik kali ini. Sudah cukup kau menemaniku. Aku ingin menikmati semua layaknya manusia biasa, sudah cukup bersenang-senangnya, saatnya melepaskan keberadaanmu dalam kepalaku dan carilah orang yang pantas untuk kau berikan kesempatan seperti diriku ini' Zai tidak egois. Dia hanya ingin menikmati masa-masa indah bersama dengan istri-istri serta keluarga besar yang akan disatukan.

__ADS_1


Dia ingin menjadi seorang ayah yang baik dan tak lagi main-main dengan wanita ataupun menambah lagi koleksi istri.


Mengingat momen dimana dia mendapatkan sistem, pada malam yang senyap itu, saat keputusasaan datang melilit perasaan membuatnya berteriak melantangkan suara untuk sukses, padahal dia masih berada di ambang antara hidup atau mati.


Momen dimana orang baik yang mati karenanya, 


Dan bertemu dengan kakek Anggoro, ayah dari ibunya.


Dan momen pertemuan dengan satu persatu dari wanitanya.


Semua itu adalah ingatan indah yang takkan bisa terulang, dan disana juga dosa menggunung terpatri dengan jelas.


[Sistem akan melepaskan diri, semua yang tuan rumah dapatkan akan menjadi hak tetap untuk kehidupan tuan beberapa generasi kedepan. Ketika pelepasan sistem, tuan akan tertidur, bersiaplah!]

__ADS_1


Segera raungan kesakitan Zai mengundang semua orang yang masih terkapar itu bangkit, Zai berteriak memegang kepalanya yang sakit, ini persis seperti ketika Sistem datang, dan seperti itu pula ketika pergi, Zai memasuki masa tidurnya


Semua wanitanya berkumpul, Zai sekarang berada di kasur besar yang indah. Ditemani oleh dua belas wanitanya yang menunggu untuk kesembuhan.


__ADS_2