Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Sistem Nongol Kembali


__ADS_3

Setelah menenangkan Lina dia kembali menuju Skay Paviliun, dengan mobil Range Rover dia melesat dengan santai hingga petang menjelang. Di persimpangan jalan antara kanan dan kiri Suara sistem terdengar di kepala nya.


(Ding... Tugas baru terdeteksi, Selamatkan seorang ibu yang di begal, Lokasi Lima ratus meter arah barat daya)


(Gagal kehilangan pesona dan Urban Villa)


'Kau baru nongol sistem, Saat wanita ku di culik kamu kemana, Kok ngehilang?' Tanya Zai yang kesal karna tidak ada pemberitahuan soal Lina yang di culik.


(Kerja sistem mengikuti Signal, Jika signal hilang maka tidak bisa memberi pemberitahuan atau pun tugas buat Tuan terkecuali tuan menaikan level menjadi level 2) Sahut nya datar tanpa ada permintaan maaf.


'Sistem sialan!' Rutuk nya dalam hati.


(Jika tuan terus memaki maka ibu itu akan kehilangan nyawa nya, Dan tuan akan mendapat hukuman lebih)


Mendengar itu otak Zai langsung memerintahkan anggota tubuh nya bergerak cepat.


Dengan tujuan arah barat daya, dia melajukan mobil nya dengan cepat, hingga dia melihat dua orang sedang menodongkan sebuah pisau yang mengkilat kepada seorang wanita yang terus berteriak tapi tidak ada yang berani menolong.


Zai langsung keluar dari mobil tanpa mematikan mesin mobil nya. Dia langsung bergegas dan melompat menendang tangan yang memegang pisau, Pisau pun melayang jauh.


Dan orang yang di tendang tangan nya melihat kesamping, Dia mendapati seorang pemuda yang begitu berani ingin menggagalkan aksinya.


Sedangkan yang satu nya terus tarik ulur dengan korban yang terus berusaha mempertahan kan tas nya. Tanpa menoleh kesamping bahwa sebuah tendangan berputar akan mengenainya..


Braak...! Orang itu terbanting ketanah karna tendangan Zai mengenai leher nya.


Sedangkan yang satu nya menendang ke arah punggung Zai, Tapi Zai memundurkan kaki nya sebelah kanan dan menarik tubuh nya, Hingga tendangan itu lewat begitu saja.


Zai memanfaatkan momentum itu, dia menghantam kan lengan kiri nya ke leher orang tersebut hingga terbang lima langkah.


Kini dua orang itu terkapar dengan kesakitan yang sama pada leher mereka hanya tempat nya saja yang berbeda..

__ADS_1


Sebuah mobil polisi lewat dan melihat perkelahian itu, Mobil itu putar balik dengan cepat kemudian berhenti dan keluar satu sosok perempuan dan menembak kan pistol ke atas sebagai peringatan.


Door..!


Zai mengangkat tangan nya. Tapi tidak dengan dua orang itu, Mereka segera naik ke motor mereka namun sebelum itu terjadi. Dua timah panas bergiliran menembak kaki mereka.


Dor..! Dor..! Aaaaaaa dua teriakan nyaring terdengar.


Rupa nya mata wanita itu cukup tajam hingga tak ada peluru yang nyasar, dua peluru yang di lepaskan nya tepat mengenai bagian dalam paha dua orang tersebut.


Zai tersenyum melihat Polwan itu, Karna kebetulan dia mengenal nya.


Zai berjalan ke arah Ibu yang menjadi Korban, "apakah ibu baik baik saja?" Tanya Zai dengan ramah.


"Iyaa Nak terima kasih banyak atas pertolongan nya." Sahutnya Sambil memberikan uang satu gepok kepada Zai.


Zai menolak, Tentu dia akan menolak nya, Karna hadiah sistem akan lebih berguna. Dan dia juga tidak kekuarangan uang, Setidak nya untuk saat ini


'Sungguh lelaki yang baik hati, ini menantu idaman, Sopan juga berani melawan kejahatan' Batin sang Korban.


Kita kembali ke posisi Madina.


Sebenarnya dia telah mencari pemuda ini yang sudah mempermainkan tubuh nya waktu itu, Dia sangat kesal dan malu, Tapi setelah bertemu di situasi seperti ini dia tak lagi memendam kesal nya. Madina malahan mengagumi keberanian Zai melawan dua Begal yang bersenjata dengan tangan kosong semata.


Jarang bisa menemukan pemuda seperti dia.


"Kenapa kamu melamun Bu Polwan?" Tanya Zai sembari melambaikan tangan nya di wajah Madina yang tatapan nya kosonh


Madina tersadar ketika mendengar suara Zai dan dia terlihat gugup, Namun suara seorang wanita membuyarkan kegugupan nya.


"Makasih banyak Bu Polwan sudah membantu" Ucap wanita itu yang ternyata korban tadi.

__ADS_1


"Iya Bu, ini memang tugas seorang polisi untuk melindungi warga, Tapi ibu cukup terima kasih dengan pemuda ini, jika tidak ada dia tidak tahu bagaimana hasil nya," Sahut Madina dengan ramah.


"Tadi saya sudah berterima kasih kepada nya, Kalau begitu saya akan pergi dulu" Ucap nya kepada Polwan muda itu, sambil memberikan Zai kartu nama, "Jika kamu perlu bantuan, Telpon saja aku" Tambahnya lalu dia meninggalkan dua orang itu menuju mobil nya yang terparkir agak jauh.


(Ding.... tugas selesai)


(Selamat Tuan Rumah mendapatkan keterampilan menipu)


'Eh, Dapat itu doang?' Otak Zai Langsung Blank mendengar nya, Dia merasa tidak percaya yang di dapat berbanding terbalik dengan hukuman nya jika gagal.


"Zai, Hai, Hallo!" kini giliran Zai yang bengong, dipanggil oleh Madina tidak menyahut.


Madina mengguncang bahu Zai pelan untuk menyadarkan nya dari kebengongan nya.


"Oh, Hai, Hallo juga, Maaf Madin, Aku terbengong melihat kecantikan mu seakan bertambah lebih setelah lama tidak bertemu! Apa kah karna aku mulai menyukaimu?" Ucap Zai, Kata itu terangkai tanpa sadar.


'Apa mungkin ini karna Skil Menipu, Jadi menggombal pun bisa mudah di lakukan, Tapi Kan belum ku aktifkan, Sistem apa kah Skill Menipu langsung Aktif? Tanya nya melalui pikiran.


(Tuan benar, Untuk Skil menipu ini memang langsung Aktif, di karna kan tuan sempat membandingkan ke untungan dan kerugian) Sahut sistem, suara datar nya menggema di kepala Zai.


Madina tersipu malu di puji cantik oleh Zai. Dan dia merasajan jantung nya yang berdebar.


"Aku tidak bisa menghubungi mu, Karna tak punya kontak, Bisa kan kamu menyimpan nya untuk ku" Ucap Zai lagi, sambil tangan Zai meraih tangan Madina dan menaruh Ponsel nya di telapak tangan seputih salju itu.


Ada getaran rasa yang berbeda bagi Madina, Padahal sebelum nya sudah pernah merasakan sentuhan Zai, Tapi kali ini sangat berbeda dia merasakan denyut jantung nya mulai menyudutkan nya. Jantung itu terus deg degan.


Madina langsung mengetik nomor WA nya pada ponsel Zai dan menyerahkan nya kembali, lalu berlari masuk kedalam Mobil.


Melihat itu Zai tersenyum senang, 'Kemampuan baru ini sangat bagus, Terima kasih sistem' Ucap nya sambil berjalan ke arah mobil nya.


(Tadi mengutuk sekarang memuji) Ucap Sistem lagi setelah itu dia menghilang bagai di telan bumi.

__ADS_1


Sedang kan Madina yang berada di mobil nya mempunyai wajah yang panas, dia ingin segera pergi dari sana dan pulang kerumah nya kemudian bersembunyi. Tapi sebelum itu dia harus menelpon seseorang untuk mengurus dua pembegal yang terkapar di tanah.


__ADS_2