Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Ada Musuh 6


__ADS_3

Pukul 17:00, Kini Zai berada di seberang kos putri mengantar Alisya...


"Makasih sayang atas waktu nya hari ini!" Ucap Alisya sambil memeluk Zai dari kursi sebelah mobil.


"Aku yang makasih sudah di temani" Balas nya dengan menepuk kecil pucuk kepala Alisya.


"Ya sudah, Hati hati di jalan, Tak perlu ngebut seperti orang mau buang air besar saja, Cukup pelan dan jaga keselamatan" kecup Alisya di bibir, Lalu dia mendorong pintu mobil dan keluar. Kemudian berbalik setelah sampai di pintu kos nya. Dan melambaikan tangan nya... "dadah" Ucap nya lagi, terlihat dari komat kamit bibir nya.


Zai tersenyum, Wanita nya yang satu ini memang beda, Dia selalu bisa membuat Zai bahagia.


Zai melajukan mobil nya kembali ke Sky Paviliun untuk persiapan membalas scor yang musuh berikan.


"Pak Handoko, Cari semua data perusahan punya Alwi atau Fatma, Aku ingin sekalian menghancurkan usahanya" Ucap nya setelah sampai di ruangan Handoko dan langsung duduk di sofa.


Handoko langsung membuka leptop nya dan mencari semua data yang di perlukan.


"Ada satu perusahaan dan lima hotel yang di miliki mereka berdua" Handoko langsung membawa leptop nya ke hadapan Zai dan menunjuk kan nya.


"Bisa kah kau mengacaukan saham mereka atau akuisisi semua milik mereka atas nama mu?"


"Bisa, Jika cukup waktu nya Bos" sahut Handoko lalu memulai proses nya.


"Aku akan keruangan ku dulu, Ingat pukul 19:00 semua orang yang sudah kamu kumpulkan, Suruh mereka semua menuju Lingkar Basirih, Aku akan menunggu mereka disana" Ucap Zai lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu.


"Siap bos...!"


Zai tak lagi menyahut, dia langsung menarik pegangan pintu, dan meninggalkan ruangan Handoko menuju Apartemen nya yang ada di lantai 22.....


Waktu berlalu, Pukul 18:45 Zai bersiap dan menelpon Torax.


"Yaa boss" Suara sahutan dari telpon terdengar.

__ADS_1


"Kumpulkan semua anak buah mu Torax, aku berpikir, mereka akan membunuh mu, Setelah mereka mendapatkan hasil yang memastikan aku mati di tangan mu, aku berani bertaruh tentang hal itu" Ucap Zai santai. Tapi itu mengejut kan bagi Torax, dia tak pernah berpikir tentang itu, dan tak mungkin mereka melakukan nya, untuk apa juga?


Tapi waspada boleh juga, tidak ada yang salah dengan hal itu, Jika benar terjadi seperti yang di pikirkan oleh bos baru nya itu, setidak nya mereka sudah siap. "Baik bos...!"


Zai memutus sambungan telpon nya lalu turun ke bawah dan memutus kan untuk berangkat sendiri ke Jl Lingkar Basirih dan memulai semua rencana yang ada di kepala nya...


"Mana orang nya" Ucap Agung yang datang di iringi oleh lima orang di belakang nya.


"Cepat bawa kesini" Ucap Torax, menyuruh anak buah nya untuk membawa satu sosok yang di tutupi kepala nya, "Mana uang nya?" Pinta Torax kepada Agung.


"Serahkan dia lebih dulu" Ucap Agung yang tak ingin memberikan uang nya.


"Kau bisa mengambil nya sendiri, Bukan kah kau percaya padaku, Aku hanya ingin Uang nya, Dan lupakan apa yang terjadi, Budi mu sudah ku balas" Ucap Torax


Agung menyuruh dua orang di belakang nya untuk maju untuk menyerahkan Uang dan juga mengambil target mereka.


Setelah selesai pertukaran. Torax langsung membuka koper yang berisi Uang, Namun yang di lihat nya bukan Uang sungguhan melainkan Uang mainan yang sudah di rencanakan.


"Kau brengsek Gung, apa maksud mu dengan semua ini?" Tatap Torax dengan tajam.


Tapi beberapa kali memanggil tidak ada yang masuk, Agung mengerut kan kening nya, "Seperti nya ada yang tidak beres, Cepat periksa keadaan di luar!" Perintah nya.


Satu orang keluar untuk memeriksa.


"Hahaha hahaha" terdengar gelak tawa dari tiga orang yang ada di hadapan Agung, Tentu nya itu adalah tawa dari Torax dan anak buah nya. "Bukan hanya kau yang punya rencana, jangan anggap aku bodoh" teriak Torak


Agung berkeringat dingin. Dia sudah merencanakan nya dengan matang, Bahkan dia sudah meminta kepada ketua Organisasi Elang Terbang untuk mengirim seratus orang Anggota nya untuk membantu dirinya. Jika Keadaan berbalik, Bukan kah keluarga nya akan terancam karna Ketua Elang Terbang tak akan menoleransi kehilangan anggota nya. Orang yang di suruh nya memeriksa ke adaan diluar pun belum kembali. Menambah keringat dingin di punggung nya.


"Kau salah besar bermain dengan ku Gung, aku tau kau meminta bantuan kepada Elang Terbang, Tapi itu sia sia dan aku yakin keluarga mu akan menerima akibat dari kebodohan mu, Hahaha" Torak sekali lagi mencibir


"Sekarang mangsa yang ingin kau mangsa, Akan memangsa mu" Ucap Zai dari belakang, Entah kapan dia melepaskan tali yang mengikat tangan nya.

__ADS_1


"Serang mereka!" Pinta Torax


Zai menyikut orang yang berada di samping nya, Hingga orang itu termundur dua langkah. Kemudian dia menendang nya.


Braaaaak..! Orang itu terjatuh ke tanah. Zai langsung melepaskan penutup kepala nya dan menghirup udara segar. Lalu dia mencari tempat duduk untuk melihat pertarungan mereka.


Torax berhadapan dengan Agung dan amat serta udin melawan dua sisa nya.


Agung pada dasar tidak bisa berkelahi jadi dengan mudah dia di lumpuhkan oleh Torax. Dan torax membantu Amat yang kewalahan karna kalah besar dengan lawan.


Beberapa menit dua orang itu di lumpuhkan hingga pingsan. Hanya Agung yang sadar dan melihat orang yang di bawa nya tergeletak.


Torak menarik Agung kehadapan Zai yang duduk santai melihat semua adegan itu.


"Kau tau, Kesalahan terbesar mu adalah menggangguku, Sekarang apa pesan terakhir untuk keluarga mu? Katakan lah!" Zai mengambil ponsel nya dan menunjuk kan video "Ayah tolong aku, Ayah.." Teriakan itu terdengar memilukan.


Zai langsung menyimpan kembali ponsel nya. "Jika kau ingin anak mu selamat. Lakukan satu hal untuk ku, Bunuh Alwi! Dan kau akan mendapat kebebasan anak mu"


Pilihan yang sulit tapi harus di ambil, Sebagai seorang ayah dia pasti memilih mempertahan kan hidup anak nya, ini memang kesalahan nya sejak awal. "Aku akan melakukan nya untuk mu!" Sahut Agung cepat.


"Torax Antarkan dia kerumah Fatma, biarkan dia bertindak, Jika dia berani berkhianat langsung perintahkan saja bunuh anak nya" Ucap Zai di hadapan Agung, Kalimat itu membuat tubuh Agung bergidik.


Lalu agung keluar dan melihat darah berceceran dimana mana, Tapi aneh nya tidak ada tubuh yang berserakan seperti bayangan nya.


"Apa kau ingin melihat tumpukan mayat dari Anggota Elang Terbang?" Ucap Amat yang berada di samping Agung.


"Tidak perlu" Sahut nya.


Fanzul datang membawa mobil dengan tiga orang. Dua orang turun dan torak serta udin masuk membawa Agung ke rumah tujuan.


Sedangkan Amat dan dua orang lain nya yang baru datang membersihkan sisa kekacauan yang ada.

__ADS_1


Zai keluar dari gudang tersebut dan berjalan ke gudang sebelah nya. Disana dia mendapati dua ratus lebih Anggota Macan Hitam dan beberapa preman yang di sewa oleh Handoko. Dan kurang lebih tujuh puluh orang duduk dengan tangan terikat.


Zai duduk di kursi yang di sediakan lalu menatap wajah wajah mereka yang terlihat kesal dan tidak terima di perlakukan seperti itu.


__ADS_2