Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Bertemu wanita itu lagi


__ADS_3

Jauh berada di sebuah tempat yang cukup dalam. Ada sebuah markas yang dibangun dibawah tanah dengan banyak peralatan canggih yang di rangkai disana. Tempat itu adalah milik Brian ketua Black Devil. Salah satu penguasa wilayah kota New York yang menduduki peringkat kedua terbesar dan terkuat. Dia mengembangkan serum kekuatan yang bisa membuat orang kebal terhadap peluru dan juga senjata tajam. Namun masih dalam tahap uji coba karena belum mendapatkan sesuatu yang bisa menyempurnakan.


"Apakah masih gagal?" Tanya Brian kepada para ilmuwan itu.


"Masih. Hanya tinggal menyempurnakan saja. Dan kami masih perlu waktu"


Brian langsung mengayunkan tangannya dan berteriak marah dia mencengkram kerah baju ilmuwan itu dan mengangkatnya lalu berkata "jika dalam satu minggu kamu tidak berhasil menyempurnakannya. Maka kau akan kehilangan satu anakmu!" Ancamnya. Segera dia melepaskan ilmuwan tua itu.


Hidup dalam ancaman memang menyedihkan. Tapi demi keluarga seorang ayah akan melakukan apapun. Meski terkadang pengorbanan ayah tak dipandang oleh anak. Apalagi jika seorang ayah itu melakukan kesalahan dalam pengorbanannya.


"Aku mendapat kabar dari seorang temanku yang sedang mendalami sel kekuatan dari seseorang. Jika tuan Brian mengizinkan, aku akan bertukar sampel dari serum ini dengannya. Bagaimana menurut tuan?" Tanya ilmuwan tua itu.


Dia sebenarnya sudah pensiun. Hanya saja keluarganya saat ini sedang diawasi oleh Anggota Black Devil. Jadi dia terpaksa mengerjakan misi itu dalam kurun waktu satu bulan. Misi yang sangat sulit. Menciptakan sebuah serum kekuatan. Brian ingin menjadi kekuatan nomor satu di kota itu bahkan di negara itu sendiri.


"Atur saja jika menurutmu itu akan berhasil. Sebab aku tidak mentoleransi kegagalan. Camkan itu!" Ucap Brian. Setelah itu dia meninggalkan ruangan bawah tanah miliknya.


Tidak ada yang tau selain dia dan anggota Black Devil serta beberapa orang ilmuwan itu tentang apa yang dikerjakan dalam laboratorium yang dibangunnya.


Sepeninggalnya. Ilmuwan itu menelpon seseorang yang dia maksud sebelumnya dan meminta sampel yang di infokan terakhir kali mereka bicara.


Dengan bertukar sampel mungkin kesempurnaan akan didapat menurut mereka.


Brian menggunakan Lift untuk naik ke permukaan pada lantai atas dimana tempat tinggalnya yang sekarang. Dan ada beberapa orang yang sedang menunggunya.


"Ada apa kalian berkumpul disini?" Tanya Brian yang baru muncul. "Bukankah aku menyuruh kalian untuk menangkap seorang gadis"

__ADS_1


Semua orang yang ada disana menunduk tidak berani melihat kepada Brian. Mereka seharian tidak pulang karena takut. Tapi mereka lebih takut jika tidak melapor. Sebab yang lain akan memburu mereka jika hal itu tidak dilakukan.


"Ada orang yang mengagalkan rencana kami menangkap wanita yang tuan inginkan kemarin malam!" Salah satu segera mewakili yang lainnya untuk bicara.


"Apa kau bilang?" Brian menendang sofa hingga terpelanting. Lalu dia berkata dengan mata melotot "siapa yang berani menghalangi keinginanku? Apa kau sudah cari tau?" Tanyanya lagi. Dia mendekat dengan cepat dan langsung meraih leher orang yang bicara kepadanya itu.


"Ka-kami sudah mencegatnya di gang sempit yang berada dekat dengan hotel tuan ingin menjualnya wanita itu. Tapi kami tidak mampu melawan dia. Dia sangat kuat. Mungkin akan sebanding dengan ketua!" Jawabnya.


"Kau membandingkan aku dengannya?"


Braaak! Orang itu langsung terbang terhantam pukulan dan tak sadarkan diri karena punggungnya terhantam tembok beton. "Kalian tau sendiri aku tidak suka dibandingkan dengan orang lain!" Dia menyapukan pandangannya ke tiga orang yang tersisa.


"Ada beberapa anggota yang mati. Dia membawa senjata dan juga jago berkelahi. Untuk menangkapnya. Kami perlu seseorang yang berada diatas kami soal kekuatan, ketua!" Yang tersisa harus berani berkata.


Brian mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. "Frengki datanglah cepat ke tempatku!" Perintahnya.


"Sebaiknya kurang dari itu!" Kata Brian lagi.


"Aku usahakan ketua!" Sahut Frengki dengan bulir keringan di dahinya.


Tiga menit terlewatkan tanpa adanya pembicaraan. Hanya Brian yang duduk begitu santai di sofa seolah tidak ada masalah buatnya.


Terlihat seseorang datang dengan cepat. Memakai kaos basket dengan tinggi badan dua meter lebih. Dia terlihat berlari namun nafasnya masih sangat teratur "Frengki menunggu perintah!" Ucapnya setelah sampai di hadapan Brian


"Pergilah bersama mereka. Dan tangkap satu orang yang sedang mengacau. Juga tangkap satu wanita untukku. Mereka akan menunjukan kedua target itu" katanya tanpa melihat ke arah Frengki.

__ADS_1


"Baik ketua!" Frengki langsung menjawab dan menoleh ke belakang dan melihat tiga orang berbari kesamping lalu dia berkata "ayo kita segera berangkat"


…….


Tidak ada terjadi hal yang signifikan dari kabar dunia tentang kehancuran yang dialami Pt Megah Jaya yang berada di indonesia. Itu artinya mereka masih bisa mempertahankan ritmenya.


Hanya berita kecil tentang persaingan bisnis, itu saja. Tentunya hal itu tidak membuat Zai khawatir.


Dia masih berada di dalam kamarnya, duduk bersandar di kursi yang ada di balkon kamar lantai dua. Menatap pemandangan dengan tenang ditemani oleh seorang wanita super cantik yang akan membius ketika berjalan.


"Laila! Aku akan keluar sebentar. Kau tinggal saja disini dulu"


"Baik tuan muda!" Sahutnya kepada Zai. Meskipun dia ingin ikut. Akan tetapi Zai memerintahkannya untuk tetap tinggal. Maka dia akan tinggal. Meski begitu. Sistem tetap terhubung walaupun keduanya berada dijarak yang jauh.


Zai mengendarai Mobil yang sudah disiapkan oleh Hendri untuk jalan-jalan sendiri.


Dia mengitari kota New York seorang diri tanpa pemandu. Meskipun dia memiliki sistem sebagai pemandu terbaik. Tetapi untuk saat ini tidak digunakannya. Sibuk melihat orang kulit putih. Tiba-tiba ada seseorang yang memakai sepeda menabrak mobil samping yang dikendarai.


"Sial! Siapa yang menabrak" Zai langsung menghentikan mobilnya dan keluar. Dia mendapati seorang wanita dengan sepeda yang terlipat seperti angka delapan.


"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Zai


Wanita itu menoleh kearah seorang pemuda yang bertanya kepadanya. Dia terkejut sekaligus senang. "Selamatkan aku!" Ucap Wanita itu dan langsung menarik pintu samping. Lalu melompat masuk kedalam mobil dan menutup kembali pintu.


"Ayo gegas. Aku sedang dikejar oleh orang yang kamarin" kata wanita itu lagi.

__ADS_1


"Cih. Itu urusanmu. Mengapa harus aku yang menyelesaikannya dan kenapa harus bertemu lagi dengamu. Aku merasa sial hari ini!" Gerutu Zai, tapi dia tetap masuk kedalam mobil dan melajukannya. Tak menyangka akan mengulang cerita, menolong wanita yang akan ditangkap untuk kedua kalinya dalam rentang waktu yang tidak begitu lama.


"Sebagai lelaki. Masa kamu tidak ada toleransi sama sekali kepada gadis lemah sepertiku. Mereka itu penjahat dan kau punya kekuatan untuk menghancurkan mereka" kata wanita itu sedikit kesal. Dia sudah berlari dengan lemah. Setelah itu mengayun sepeda dan kakinya pegal semua. Belum lagi dia harus menabrak Mobil yang membuat lututnya lecet. Tapi untungnya bertemu dengan lelaki yang dirindukannya semalaman..


__ADS_2