Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Penggalangan Dana


__ADS_3

Seorang gadis berdiri didepan pintu rumahnya, Dia selalu memandang ke arah pagar dimana dia berharap datangnya sang pangeran berkuda untuk menjemputnya.


Sudah lewat sepuluh menit, Kebosanan pun melanda hati, Kaki yang gelisah berjalan kesana kemari.


Tit tit tit suara Klakson membuyarkan kebosanannya dia segera menengok ke arah pagar, namun tidak terlihat pangeran berkuda.


"Aih, Ternyata bukan, Kemana sih dia ini"


Maira mengambil lagi Ponselnya kemudian mengecek terakhir kali panggilan, terlihat dia berpikir sejenak lalu memutuskan untuk memanggil kembali.


Tut Tut Tut tidak tersambung..


Lalu dia mendial kontak yang lain, "Va, Kamu dimana sekarang?"


"Aku dirumah pacarku lah! ada apa memangnya?" Sahut Eva.


"Ini, jemputan aku belum datang, Mobilku masih dibengkel, Masih belum selesai perbaikan bekas balapan kemarin"


"Emangnya kamu mau kemana say?"


"Aku mau ikut penggalangan dana yayasan tempat kita kuliah"


"Oh iya ya, aku lupa, Kamu kan panitianya" Eva terkekeh lalu dia bertanya lagi "Cowok tampan kemarin mana Mai? Gak jemput?"


"Aku sudah nungguin dia lama, waktu dimulainya acara tinggal sepuluh menit lagi, Gimana akunya nih, Bisa gawat!"


"Sabar ya say, bentar lagi juga pangeranmu akan datang, aku yakin, kalau kamu nungguin aku, pasti lama karna aku lagi udah stand by ni sama yayangku, kamu ngertikan?" Ucapnya sambil menggoda Maira yang masih bersegel..


Tit Tit Tit Zai menekan Klaksonnya tiga kali, Maira segera menoleh untuk memastikan, setelah melihat jelas dia segera berlari. "Pangeran ku sudah datang" Selesai berkata dia langsung memutuskan telpon dan memasukannya kedalam tas.


"Sudah mepet waktunya Nih" Ucap Maira yang sudah berada dalam Mobil.


"Kencangkan sabuk pengaman dan nikmati perjalanan anda. karna ini akan mengasikkan" Ucapnya. karna dia sudah tau tujuannya dia pun meminta sistem untuk memandu jalan tercepat menuju lokasi.


Dengan Skill Pembalap Super Zai melajukan mobilnya dengan sangat cepat, dia menyalip kekanan dan kekiri membanting setir membuat akselerasi dan melaju lagi.

__ADS_1


"Aaaaau Zai aku takut, Jangan cepat-cepat" Maira terus berteriak membuat telinga Zai terasa sakit


Zai tidak bersuara dia diam dan hanya fokus ke jalanan.


Hingga di belokan terakhir ban depan dan belakang terangkat sebelah.


"Huh, Jantung ku hampir copot" Ucap Maira dan dia keluar dari mobil ketika mobil sudah berhenti diparkiran kampusnya.


Guaak..!! Nasi yang dia makan sebelumnya langsung keluar habis, Zai menepuk punggung Maira kemudian memberikan tissu untuknya.


"10menit kurang 10detik" ucap Zai bangga dengan raihan hasilnya.


"Kita bukan adu balap mobil, kenapa kau bangga bisa sampai sini dalam waktu segitu?" Maira menyapu bibir yang belepotan dengan muntahan.


Zai nyengir dan menggaruk kepalanya yang bahkan tidak gatal "Maafkan aku! Sebagai permintaan maaf, kamu boleh minta satu hal! Tapi ini yang masih dibatas kewajaran loh"


"Akan ku tagih janjimu nanti! untuk sekarang aku harus bergegas masuk kedalam, Sebelum semua orang mencariku, Kamu boleh tinggal di Mobil atau mengikuti acara sosial yang berlangsung, tapi tidak boleh mengikutiku, Karna aku panitia dan kamu bukan bagian dari fakultas" Dia berbicara sambil berjalan cepat dan menghilang dibalik pintu setelah melihat Zai menganggukkan kepalanya.


"Dari pada bosan menunggu lebih baik ikut melihat jalannya penggalangan dana ini" dia bergumam sambil berjalan ke pintu masuk mengikuti antrian.


Terlihat seorang laki-laki naik keatas panggung, memakai Batik berwarna Maron dan celana Jeans berwarna hitam dan juga sepatu hitam, dia terlihat cukup menawan untuk pandangan seorang wanita.


"Kakak Jabbaar, Kamu sangat tampan" Teriakan wanita pun meriuhkan suasana ketika pemuda itu muncul dan berdiri dihadapan mereka (Diatas panggung)


Dengan memegang Mic dia pun berkata "Tenang lah semuanya, Harap jaga ketenangannya" Dia tersenyum dengan senyuman yang membius wanita, Sayangnya mc kita laki-laki jika tidak, mungkin dia juga akan tergoda [Hanya halu othor]


"Terima kasih atas kedatangan kalian di acara sederhana ini, meskipun sebagian kalian sudah mengenal siapa saya disini, tapi saya tetap akan memperkenalkan diri karna mungkin dari para orang tua tidak ada yang mengenal, Siapa saya? Nama Saya Jabbaar Kahfi! bertindak sebagai ketua panitia penggalangan dana ini.


Jadi ada beberapa macam benda yang akan kita lelang disini, dan benda ini hasil dari buatan tangan mahawiswa-mahasiswi kampus ini juga. Berikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka"


Pok pok pok Tepukan tangan yang sangat meriah menggema.


"Baiklah tanpa banyak babibuber, Saya akan langsung memulainya. Disini sudah ada tersusun, kalian bisa lihat sendiri dibelakang saya, ada lima macam benda yang tertutup dengan kain hitam, Mari kita buka penutup yang pertama"


Jabbaar mendekat kearah posisi urut yang pertama dan dia langsung menarik kain penutup itu.

__ADS_1


"Ini adalah sebuah kaligrafi, Mungkin memang tidak sebagus buatan ahli tapi ini dikerjakan hampir tiga bulan lamanya. ada banyak tetesan keringat yang tertuang dalam pembuatannya, Mari kita apresiasi perjuangan mereka untuk membantu fakir miskin dan juga beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu dengan menghargai karya mereka" Jabbaar menghentikan bicaranya lalu memandang kearah para hadirin yang juga tidak semuanya muda.


Ada juga banyak orang kaya yang hadir dengan berbagai macam alasan yang mereka miliki.


"Silahkan tawarkan harga" Ucapnya lalu berdiri diam sambil tersenyum


"2jt"


"3jt"


Perlahan angka mulai naik hingga mencapai kisaran angka dua puluh juta dan berakhir di penawaran itu


Dibelakang panggung, lima wanita melompat-lompat kesenangan "Kaligrafi kita dihargai dua puluh juta" Salah satu dari mereka sangat senang dengan hasilnya.


"Iya, aku juga tidak menyangka, Hasilnya sangat memuaskan" Sahut yang lainnya. lalu mereka berlima berpelukan. meskipun uangnya bukan untuk mereka bagi secara pribadi, tapi akan ada kesenangan yang membahagiakan hati, ketika hasil jerih payah kita mampu membuat orang turut bahagia.


Kita kembali ke panggung.


"Terima kasih untuk Bapak yang berada disana karna sudah membeli Kaligrafi ini dengan harga dua puluh juta, yang mana artinya bapak juga turut membantu Fakir miskin dan untuk beasiswa" Jabbar membungkuk ke pada Bapak itu, Dan bapak itu pun tersenyum.


Jabbaar kembali mengambil kain hitam yang menutup benda selanjutnya, Semua orang terkejut ada sebuah lukisan yang sangat indah, jika disandingkan dengan pelukis handal pasti tidak jauh.


"Ini adalah sebuah lukisan yang juga buatan tangan dari salah satu mahasiswi berperestasi yang dimiliki oleh kampus kita ini, Tidak banyak bicara lagi langsung saja tawarkan harga"


"10 juta"


"15 Juta"


"20 juta"


Dan itu semakin meningkat hingga 50 juta


Kegemparan sekali lagi terjadi dibalik panggung karna mendengar lukisan itu dihargai dengan sangat fantastis


"Aku ingin tau siapa yang melukisnya?" Seorang pemuda berdiri memakai pakaian kantor berdiri memandang Pembawa acara..

__ADS_1


__ADS_2