Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Menghukum


__ADS_3

Di Tempat yang cukup sepi, Di pergudangan bekas. namun itu masih dalam lingkup kekuasaan Ayahnya Alvaro.


Dia seorang anak orang kaya yang hobi menghambur-hamburkan uang ayahnya, Begitulah ketika anak tidak terlalu diperhatikan dan hanya diberi uang, Maka hasil yang akan didapatkan hanya akan membawa ke semena-menaan.


Dia mengerjakan apa yang dia senangi, Tanpa orang tuanya peduli apa yang dilakukan itu salah atau pun benar, Dalam segi pandangan sebelah sisi hal itu memang baik untuk diri si anak, Namun sisi yang lainnya itu tidaklah baik dalam pendidikan moralnya dan menjadikan dia sombong.


Sebuah Mobil berhenti tepat dipintu masuk. Zai turun lebih dulu, Lalu si kulit hitam itu juga keluar. "Dorong pintunya!" Ucap Zai, dia berdiri dibelakang dengan pistol yang masih menempel di pinggang. "Aku akan membiarkanmu hidup setelah ini, Jadi menurutlah dengan baik dan jangan melawan ataupun melakukan hal yang bisa membuatku membunuhmu!" ancam Zai lagi


Lalu Zai menyapukan pandangannya kesegala arah untuk memastikan sesuatu 'Sistem, Apakah tempat ini aman?'


(Tempat ini sangat aman dan tidak ada ancaman)

__ADS_1


'Terima kasih sistem'


Lalu Zai membeli tali pada Shop Sistem untuk mengikat si kulit hitam yang tidak diketahui namanya itu, Zai terlalu malas untuk menanyakan namanya. karna dia hanya figuran yang tidak terlalu banyak ikut berperan.


Selang waktu berlalu, Terdengar decit ban yang berhenti di depan gerbang yang telah ditutup oleh Zai. dengan bersemangat Alvaro keluar dari Mobil dan setelahnya berjalan menuju gerbang, dengan dorongan sedikit pintu segera terbuka.


Bayangan dua wanita cantik telanjang sudah muncul dalam pikirannya, Bahkan air liurnya menetes hanya karna membayangkan tubuh aduhai itu dia naiki.


"Hitam, Mana wanita itu? Jangan main-main!" teriaknya dengan wajah marah


Terdengar pintu didorong dan tertutup, Alvaro segera berpaling dan dia menemukan satu pemuda tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


"Siapa kamu?" Tanyanya dengan tatapan remeh. "Apakah kamu orang baru?"


Zai tidak menanggapi pertanyaan itu, dia melangkahkan kaki selangkah demi selangkah hingga mereka berjarak tiga meter saja, Baru Zai berhenti dan berkata "Mau tau siapa aku?"


"Mau kamu kucing, mau kamu anjing sekalian, aku tidak peduli"


Pok pok pok Zai memberikan tepuk tangan untuk mengapresiasi "Aku salut dengan keberanianmu, Mungkin ada hal yang kau banggakan, namun itu tidak berarti kau akan lepas dari hukuman" Zai manatap dengan tajam dengan sikap dominasi yang dia miliki.


Alvaro justru terkejut dengan kalimat yang diucapkan oleh pemuda asing didepannya, kemudian dia tertawa setelah hening sebentar "Aku rasa kepalamu terbentur aspal hingga kau tidak lagi mengenali kemampuan diri, Aku beri saran, Hal yang menakutkan dari manusia adalah orang yang tidak sadar akan kemampuan" Dia menatap Zai dengan wajah meremehkan, dia tak pernah membiarkan orang lain hidup jika sudah menghinanya. Itulah Alvaro!


"Hahaha" Zai tertawa sampai menahan perutnya, "Kau benar, Manusia terkadang lupa akan hal itu hingga begitu sombong ingin mengambil apapun yang dia inginkan tanpa pernah sekalipun memikirkan orang lain, dan kesalahanmu adalah ketidak tahu maluanmu menginginkan wanitaku!"

__ADS_1


"Oh jadi kau pacar dari dua wanita itu? Kau terlalu serakah, Makanya aku menginginkanya, Kau tentu tidak bisa memuaskan mereka dan aku yakin aku bisa." ucapnya sambil tertawa keras


__ADS_2