
Kreeeeek, Gudang besar yang pintunya terbuat dari besi, Terbuka karna didorong oleh dua orang yang menelusuri luasnya markas besar Red Devil.
Dua orang itu menemukan ratusan wanita berada didalam sana dalam setiap sel ada sekitar dua puluh orang.
Salah satu dari mereka mengambil ponsel dan memanggil seseorang...
"Apa kau menemukan sesuatu" Sebelumnya Torax memerintahkan bawahannya untuk menelusuri seluruh pelosok markas besar Red Devil karna dia pernah mendengar ada perdagangan wanita yang dilakukan oleh ketua Red. jadi setiap dua orang dari bawahannya akan melakukan penelusuran yang mendalam
"Ya bos, Kami menemukan mungkin ada ratusan wanita yang berada dalam sel terkurung" Ucap orang yang bergelar Jangkrik
"Kirim lokasinya, Nanti aku akan kesana" Ucap Torax yang segera mengabari Sadam dan juga Jani.
"Sepertinya ada ratusan wanita yang disekap, Aku akan kesana, Apakah kalian ikut, Atau menunggu saja?"
"Biar aku melihatnya juga" Sahut Sadam. dia memang kejam tap ketika mendengar ada wanita yang diperlakukan tidak baik, Entah mengapa perasaannya menjadi sakit, Apakah dia juga memiliki hati? mungkin saja hatinya tidak di cuci oleh sistem hanya otaknya saja. Entahlah..
"Aku juga akan ikut" Sahut Jani.
"Baiklah... Ayo ikuti aku" Ucap Torax memimpin perjalanan.
Torax tidak tau dimana Ketuanya mendapatkan dua orang kuat ini, Hanya dengan auranya saja, Torax bisa merasakan rasa penindasan untuknya.
'Dapat memerintah orang seperti mereka, Entah latar belakang seperti apa yang dimiliki oleh ketua, Aku semakin mengaguminya'
Hingga langkah mereka menemukan dua orang yang berada di depan pintu yang cukup besar, Torax pun berhenti memikirkan hal itu. "Tunjukan dimana para tahanan itu?"
"Didalam Bos" Sahut Jangkrik yang langsung mengarahkan tangannya kedalam gudang itu.
Torax serta yang lainnya langsung masuk dan terlihat
ada lima teralis besi yang dililit dengan rantai dan gembok sebagai pengunci.
"Tolong jangan, Jangan jual kami" Entah siapa yang memulai perkataan itu, Yang pada akhirnya seluruh teralis yang berisi wanita menggema dengan suara permintaan seperti itu.
"Kalian tenanglah, Kami akan menolong bukan menjual" Ucap Torax dengan nada sopan
"Cuih.. Yang kemarin masuk juga berkata seperti itu, Katanya ingin menolong, Nyatanya dari kami tiap malam akan dibawa lima orang dan tak pernah kembali entah apa yang terjadi dengan mereka"
Sadam langsung berjalan cepat dan meraih rantai itu kemudian dia mengalirkan tenaganya untuk memutuskan rantai yang terhubung tersebut. Setelah mendengar penuturan salah satu diantara mereka yang berani menyahut
__ADS_1
Kling... Teredengar suara rantai yang putus dijatuhkan.
Para wanita yang melihat kekuatan itu terkesima, Apa lagi melihat ketampanan dan kegagahan yang yang melekat pada wajah dan tubuhnya.
"Kalian pulanglah, Jika ada yang masih memiliki rumah" Ucap Sadam.
"Tolong kami juga tuan..!" Satu persatu dari empat teralis yang belum terbuka menggemakan permintaan bagai paduan suara yang memekakkan telinga.
Jani dan juga Torax serta jangkrik dan temannya langsung satu persatu membuka. tapi hanya Jani yang cepat tidak untuk dua orang itu, Mereka mencoba dengan kekuatan mereka untuk memutuskan rantai itu tapi tetap tidak bisa.
'Inilah perbedaannya' Batin Torax.
Melihat itu Sadam langsung bergerak meninggalkan para wanita di teralis pertama yang segera keluar.
Dia membantu dua orang itu sedangkan Jani membantu Torax.
"Terima kasih" Ucap Torax.
Jani melambaikan tangannya. lalu dia mundur dan menepi ke samping pintu.
Salah seorang dari ratusan wanita itu maju dan berkata, "Saya mewakili teman teman yang ada disini sangat berterima kasih atas bantuannya" Ucapnya lalu membungkuk kearah Lima orang lelaki didepannya di iringin ratusan wanita yang lainnya yang juga membungkuk sebagai ungkapan terima kasih.
Mereka saling berpandangan dan pada akhirnya hanya menggelengkan kepala.
"Ya sudah, Kalian pulanglah yang bisa pulang, Atau yang rumah dekat, Yang rumahnya jauh jika ingin diantarkan akan perlu waktu, Tapi aku tidak memaksa kalian untuk bertahan ditempat ini, Karna kalian bebas sekaramg" Ucap Torax lalu memandang kearah Jangkrik. "Bawa mereka yang ingin pulang keluar dari markas ini"
"Baik Bos..." Sahutnya
Lalu Jangkrik menggiring mereka semua untuk keluar dari markas besar itu melewati halaman utama.
"Kenapa sangat sunyi, Apakah ini sunyi sebelum badai?" Salah satu dari mereka yang berada di belakang Jangkrik bertanya.
"Ketua kami sudah menghancurkan mereka dan membunuh ketua Red Devil makanya sekarang markas ini kosong.
Di depan pintu pagar besi yang berjarak lima puluh meter dari bangunan utama, Penjaga gerbang yang kini sudah berganti menjadi anggota Macan Hitam melihat puluhan wanita muda yang cantik jelita berjalan dibelakang orang yang mereka kenal.
"Ini luar biasa, Bagaimana mungkin Red Devil dapat menculik berbagai wanita cantik seperti ini?" Gumam salah seorang dari penjaga gerbang.
"Mungkin memakai metode tertentu" Sahut temannya yang membuka gerbang karna melihat iring-iringan itu semakin dekat..
__ADS_1
"Aku hanya mengantar kalian sampai disini saja, Kalian bebas pulang, Jangan sampai terjerat untuk yang kedua kalinya" Jangkrik menasehati mereka dan mereka pun mengangguk lalu semuanya pergi menuju tujuan mereka sendiri.
..............
Hotel Best Western, Pukul 20:39 Zai melirik Jam ditangannya kemudian matanya terbelalak melihat keindahan yang terpancar dari sosok Yunita, Tapi dia tetap mencoba tenang.
"Cantik, Memang cocok untukmu, Tapi sepertinya agak kekecilan" Ucap Zai menilai Yunita yang baru keluar dari kamar ganti.
Dengan wajah yang tersipu malu, Yunita harus melangkah, Dia merasa bahagia karna dipuji oleh Presdir tampan.
"Iya, Memang sedikit kekecilan, Tapi tak apa, Terima kasih bapak sudah membelikannya" Sahut Yunita
"Ini sepatu baru buatmu" Zai memberikan sebuah kotak bermerek.
Yunita menyambut dan segera mencari kursi untuk duduk dan memakainya.
Setelah beberapa menit Keheningan, Zai pun bertanya "Kenapa kamu sendirian disini, Sedangkan yang lagi asyik diruang acara?"
"Aku hanya ingin menikmati pemandangan disini Pak" Sahutnya
"Panggil saja Zai kalau kita berada diluar kantor, Jadi jangan terlalu Formal" Ucap Zai "Apakah kamu sudah makan?" Tanyanya lagi.
"Belum Pak, Eh Za-Zai" Sahutnya cepat
"Ayo makan bersama, Aku juga sedikit lapar" Ajak Zai yang kini berdiri tanpa mengulurkan tangan lalu dia melangkah mulai menuju tangga.
"Apa yang kau lamunkan? Cepatlah!" Ucap Zai lagi setelah tidak mendengar langkah kaki berada dibelakangnya.
"Oh oke, Pak , Eh Zai" Sahut Yunita bergegas berdiri dan berlari kecil dan mengikuti Zai di belakangnya.
...............
Ruang Acara...
"Bos kita yang saat ini sangat baik yah, Dia memboking seluruh Hotel hanya untuk acara kariyawannya, Dan terlebih lagi kita boleh membawa keluarga"
"Kau benar, Jika aku sendiri aku tak mungkin bisa, Karna pasti suamiku akan melarang, Tapi karna diperbolehkan membawa keluarga, Makanya aku bisa hadir"
"Terlebih lagi kita bisa menginap disini jika ingin" ucap yang lain menimpal.
__ADS_1
"Tapi hanya untuk pasutri, Kalau yang tidak mana boleh" Ucap dua orang yang datang berpasangan. tentu mereka akan bermalam di hotel tersebut, Hitung-hitung bulan madu karna mereka masih termasuk pengantin baru