Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Laila


__ADS_3

Zai tentunya tidak tahu apa yang dipikirkan oleh wanita itu. Dia terus melangkahkan kakinya tanpa tertahan oleh apapun menuju elevator.


Pagi itu. Suasana sangat berbeda. Di kota baru dan negara baru yang pertama kali di pijak memang harus beradaptasi. Makananya dan jalanan yang begitu ramai.


Zai memulai langkahnya menuju taman yang berada tidak jauh dari hotel tersebut, dia duduk di taman melihat pemandangan indah dan banyaknya manusia berlalu lalang dan hari itu adalah hari libur akhir pekan.


Zai merasakan ada beberapa pasang mata yang mengintainya. Namun itu tidak dihiraukan. Dia cukup tenang meski yakin ada orang yang memperhatikan keberadaannya.


Setelah cukup lama duduk dia pun berjalan ke arah jalan yang tidak dimasuki oleh banyak orang. Dia sudah memperhatikan beberapa jalan selama duduk di kursi taman.


Zai menghentikan langkah kakinya dan menyandar pada tembok dengan mengeluarkan bungkusan rokok yang berada di cincin penyimpanan, cincin kenangan yang ditinggalkan oleh sistem.


Bayangan beberapa orang telah sampai dimana Zai sekarang menyandarkan tubuhnya dan tentunya itu adalah beberapa orang yang memang mengawasinya sejak dia keluar dari hotel.


"Kalian terlalu lama, bahkan aku perlu menghabiskan setengah dari rokok ku" ucap Zai tanpa melihat berapa orang yang tengah datang mendekatinya.


"Kau terlalu sombong! Dua orang mungkin memang bukan lawanmu. Tapi sekarang kami ada sepuluh dan kami akan menyiksamu hingga orang tuamu bahkan tidak dapat lagi mengenali siapa dirimu" kata orang yang pernah Zai pukul sebelumnya. Ketika berselisih di depan kamar hotel.


"Terserah mau berapa orang, aku tidak peduli" kata Zai, dia membuang puntung rokok ke depan lalu menginjak dengan memutar ujung sepatu miliknya "begini nasib orang yang suka menggangguku!" Tambahnya lagi


"Brengsek! Ayo teman-teman, kita jadikan dia perkedel!" Orang yang sebelumnya bicara dengan Zai berseru mengajak kawanannya menyerang.


Sepuluh orang dari mereka mengeluarkan senjata dari belakang mereka. Ada yang berupa tongkat bisbol, tongkat besi, bahkan pedang. Namun Zai masih terlihat tenang.


[Ting… Sistem telah selesai ditingkatkan dengan upgrade versi mencapai seratus. Ada berbagai fitur yang telah diperbaiki kualitasnya. Silahkan tuan rumah memeriksa]


[Ting… misi utama telah ditemukan. Hancurkan geng mafia yang bernama Black Devil. Hadiah mendapat perusahaan terbesar nomor satu sedunia, gagal akan kehilangan satu wanita]


Zai mendengar sebuah suara yang dirindukannya. Tidak terlukiskan kebahagiaannya.


Sebuah pedang menebas bahunya. Namun tidak terjadi apa-apa. Bahkan menggores pakaiannya pun tidak. Seakan dia dilindungi oleh zirah besi. Karna ada sebuah suara pantulan yang terdengar memekak telinga.

__ADS_1


Suasana bahagianya diganggu. Nostalgianya dengan sistem tak bisa direalisasikan. Terpaksa dia harus menghabiskan beberapa pengacau ini lebih dulu.


Zai mengayunkan tangannya. Dia meraih pedang yang kembali menuju kepadanya. Tidak ada keraguan. Zai mencengkram bilah pedang itu. Dengan tangan yang sudah dilapisi Qi. Memudahkannya untuk mematahkan.


Kraaak!! Pedang itu terberai jatuh. Orang itu mundur. Bahkan semua orang yang belum sempat menyerang terlihat mundur. Nyali mereka jelas ciut melihat hal tidak masuk akal itu.


Bagi mereka hany jajaran pemimpin yang bisa melakukan hal itu. Dan anak muda di depannya juga bisa. Berarti mereka bukan tandingan. Keselamatan hidup adalah hal yang utama.


Zai menggebrak aspal dengan kakinya. Debu terangkat. Patahan pedang naik beberapa senti. Kemudian Zai menendang ke depan dengan ayunan kaki terkuatnya. Yaitu kaki kanan.


Swush!


Akh!!! Empat orang terkena patahan pedang itu di tubuh dan tembus. Mereka langsung mati ditempat. Enam orang berhasil selamat.


Zai segera pergi dari tempat itu. Dia mencari tempat aman untuk bicara dengan sistem.


Zai melambaikan tangannya. Layar biru muncul di depannya. Ini adalah ciri khas sistem. Berarti apa yang didengarnya tidaklah salah.


[Benar, Tuan rumah, sekarang sistem bahkan bisa menjadi bentuk yang diinginkan. Apakah tuan rumah menginginkan sistem menjadi bentuk layaknya manusia?] Tanya sistem.


"Apakah benar bisa!?" Tanya Zai dengan gembira


[Tentu tuan. Katakan! Sistem akan menyesuaikan]ucap Sistem.


"Aku ingin seorang wanita. Rambut panjang sebahu. Dengan garis wajah bulat seperti artis korea, memiliki tubuh yang proporsional. Juga lebih penting penurut" kata Zai.


[Mohon tuan mencari tempat yang tidak terlihat oleh orang lain]


Zai berjalan mencari toilet umum. Dia segera masuk kedalam toilet dan menutup pintu. "Sudah" kata Zai tidak melalui pikirannya


Seketika muncul sebuah asap di lantai, perlahan kaki jenjang muncul semakin naik ke atas. Menampilkan paha seputih salju. Zai tidak berkedip melihatnya. Karena sekarang bentuk itu sangat sempurna, tidak ada satu helai benang pun yang menutupi aset berharga.

__ADS_1


Zai ingin mengulurkan tangannya hanya untuk memeriksa apakah benda yang terletak diantara segitiga bermuda itu asli atau tidak. Namun dia urungkan. Dia terus menggerakkan netranya memandang melon yang bulat. Lalu lebih ke atas wajah cantik terbentuk sempurna.


"Kau begitu cantik sistem, apakah kau punya nama?" Tanya Zai.


Sistem menggelengkan kepalanya [berikan aku nama tuan, untuk mengikat diriku dalam bentuk ini. Jika tidak aku akan memudar dan menjadi seperti sebelumnya]


Gadis cantik yang ada di hadapannya belum berbicara namun dia mendengar suara itu dari kepalanya.


"Biar Ku beri nama Laila, apakah kau suka?"


[Ting… verifikasi nama sudah selesai. Nama Laila menjadi Nama panggilan sistem mulai sekarang] suara itu masih terdengar di kepala Zai.


"Beli pakaian yang cocok untukmu!" Perintah Zai.


[Pemotongan poin sebesar sepuluh poin telah berhasil] selesai suara sistem. Laila pun sudah terbalut dengan pakaian secara otomatis.


Setelah itu. Mereka berdua keluar dari dalam toilet. Banyak orang yang memandang kepada keduanya. Karena mereka keluar dari tempat yang sama.


"Sial, wanita secantik itu bisa dipakai dalam toilet. Aku juga ingin" salah satu pengunjung yang ingin buang air disana terpelongo. Karena keindahan Laila bagai bidadari yang turun dari surga.


Dan Zai saja terpikat akan kecantikan itu. Kecantikan yang melebihi apa yang sudah dia bayangkan sebelumnya.


Kini mereka berdua hampir menjadi pusat perhatian. Dengan berjalan menuju tempat keramaian.


"Apakah kamu bisa bicara secara normal?" Zai bertanya lagi kepada Laila yang diam saja. Bahkan wajahnya tiada senyuman.


[Harap tuan mengaktifkan fitur bicara otomatis pada layar biru didalam menu suara di pojokan kanan]


Zai langsung membuka layar biru. Terlihat tangannya bergerak di udara seperti menyentuh sesuatu. Dan memang dia menyentuh sesuatu menu sesuai yang dikatakan sistem dalam kepalanya. Namun yang orang lain lihat tidak begitu.


Mereka sangat bingung dengan apa yang dilakukan oleh pemuda itu. Akan tetapi mereka juga tidak mungkin bertanya dan membiarkan rasa penasaran mereka terbawa oleh angin yang berlalu

__ADS_1


"Tuan!" Suara Laila keluar dari mulutnya langsung, dan sekarang dia pun bisa tersenyum manis menggoda seperti mangga.


__ADS_2