
Di sebuah resto yang cukup ramai. Terlihat di sudut yang memiliki keindahan. Duduk berdua saling berhadapan. Zai menatap dengan kagum keindahan di depannya dan bertanya.
"Mengapa kau menghilang sebelumnya?"
"Sistem saat itu berhibernasi. Karena kehabisan tenaga setelah mendorong potensi tuan mencapai batas. Seharusnya tuan tidak ada didunia ini lagi setelah itu. Karna kekuatan yang tuan rumah miliki hampir tidak ada lawan!"
"Maksudmu aku seharusnya mati?" Zai mengernyitkan keningnya dan bertanya lagi.
"Bukan seperti itu. Tuan seharusnya berpindah alam. Dimana orang-orang kuat akan berkumpul dan saling membunuh. Di dunia yang tidak ada hukum seperti kepolisian. Yang ada hanya hukum rimba, dimana yang kuat akan bertahan. Dan yang beruntung akan selamat" ucap Laila.
"Memangnya beneran ada dunia seperti itu?"
"Tentu tuan rumah!" Jawab Laila dengan senyuman.
"Jangan panggil aku tuan rumah, ini terasa begitu aneh di telingaku. Beri aku panggilan yang lainnya, seperti Tuan Muda" kata Zai menyarankan.
"Baiklah Tuan Muda!" Kata Laila.
"Aku mengira dunia seperti itu hanya ada dalam sebuah buku yang ditulis oleh beberapa penulis dengan khayalan tingkat tinggi mereka, tak menyangka dunia seperti itu memang ada"
"Jika tuan muda tidak percaya, aku bisa membawa tuan muda kesana. Apakah mau?"
"Aku penasaran juga sih. Tapi bagaimana dengan semua orang yang ku sayangi, apakah aku harus meninggalkan mereka begitu saja?" Zai bertanya. Antusiasme terlihat dari matanya tapi pikiran mengekangnya kepada dunia yang sekarang ditempati.
"Tuan tak perlu khawatir masalah itu. Aku akan menghentikan waktu yang berputar pada tuan, jika tuan muda mau" kata Laila memberikan solusi
"Maksudmu, jika hanya tubuhku saja yang berpindah. Namun aliran waktu yang ada padaku terhenti. Seperti jika aku bisa kembali ke dunia ini. Baru waktu itu kan bergulir kembali?"
"Tepat seperti yang tuan muda pikirkan, bagaimana, apakah mau mencoba?" Tanya Laila serius.
"Coba waktu satu hari, setelah itu kembalikan tubuhku lagi ke dunia ini! Bisakan?"
"Tentu bisa. Versi sistem telah mencapai maximal. Hal itu mudah dilakukan!" Kata sistem. Lebih baik tuan mencari hotel atau tempat apapun yang jika nanti tuan kembali tidak salah tempat" saran Laila.
"Oke!" Zai mengambil ponselnya dan menelpon Hendri dan memberikan lokasinya.
__ADS_1
Sepuluh menit berlalu diisi dengan perbincangan dan rasa penasaran Zai terhadap dunia luar.
Datang sebuah mobil Rolls Royce. Hendri sendiri yang datang menjemput Zai.
Dia terpana melihat keindahan yang ada di samping Zai. Hingga Zai memberikan deheman. Baru Hendri berhenti memandang Laila.
"Cepatlah Hen!" Kata Zai yang sudah menarik pintu mobil dan masuk kedalamnya.
"Maaf tuan muda!" Hendri langsung memasuki kursi kemudi dan melajukan mobilnya menuju rumah yang sudah disiapkan untuk tuan mudanya. Sebelumnya renovasi rumah belum selesai, jadi Hendri minta bawahannya untuk mengantar Zai menginap di hotel dengan jangka waktu satu minggu. Namun Zai tetap meminta untuk ke rumah. Terpaksa dia menuruti walaupun rumah itu belum sepenuhnya selesai.
Zai tentu tau dengan alasan itu. Tapi dia ingin mencoba sesuatu hal yang baru. Itulah yang membuatnya memaksa Hendri menjemputnya dan mengantarkan ke rumah baru.
Sepuluh menit kemudian.
Sebuah mobil berhenti didepan pagar besi, pagar bisa terbuka secara otomatis. Setelah terbuka. Mobil Rolls Royce melaju memasuki area yang cukup luas dengan rerumputan yang dipotong rendah.
Ada taman bunga, air mancur di tengahnya serta kolam ikan koi yang cukup banyak berenang. Rumah yang sangat besar terlihat mengagumkan. Dengan struktur bangunan bergaya klasik. Mereka bertiga memasukinya. Zai dapat melihat paduan gaya kuno di sebagian ruangannya menambah kesan artistik.
Hendri tersenyum, ada kesenangan yang terpancar di wajahnya ketika tuan mudanya mengagumi hasil dari desain yang dia buat.
"Seleramu sangat bagus. Aku sangat suka! Tunjukan padaku sebuah kamar. Aku ingin istirahat segera!" Kata Zai.
Hendri mengangguk lalu dia mengajak Zai dan juga seorang wanita cantik yang selalu berada disamping Zai itu menuju sebuah kamar.
"Aku akan istirahat dulu, jangan biarkan siapapun memasuki kamar ini!" Perintah Zai kepada Hendri.
"Baik tuan muda!" Ucap Hendri.
Laila mengikuti Zai masuk kedalam kamar dan menutup pintu. Segera dia melambaikan tangannya. Ada sebuah ruang yang terbuka.
"Apakah ini pintu menuju dunia lain?" Zai bertanya lagi.
"Iya tuan! Satu hari di sini, tuan akan berada disana selama satu bulan"
"Aku paham, kau tetap akan ikut, bukan?" Zai bertanya lagi seraya melangkah mendekati lorong spasial yang terbuka dengan hembusan angin yang membias di wajahnya.
__ADS_1
"Aku sebagai pemandu tuan muda. Dan aku bisa mengingatkan tuan bahwa satu hari akan terlewatkan di dunia tuan sekarang ini"
"Berangkat!" Kata Zai dengan langkah senang.
…
Disebuah hutan luas. Terbuka sebuah portal di udara. Muncul dua orang manusia dengan pakaian aneh menurut orang-orang yang sedang bertarung di bawah sana. Pertarungan segera terhenti ketika itu, dua kubu menarik diri masing-masing.
Zai yang tidak tau sedang berada dimana. Dijelaskan oleh Laila. "Sekarang kita berada di tanah cultivator" katanya.
Zai menyapukan pandangannya ke dua arah yang berbeda. Kiri dan kanannya. Dan melihat wajah-wajah dan pakaian orang yang menurutnya sangat berbeda dengan dirinya.
"Apa yang kalian lakukan?" Zai bertanya kepada kedua kubu.
Tapi mereka tidak menjawab sama sekali, malah terlihat kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh pemuda itu.
"Mereka tidak mengerti bahasa tuan. Aku mentranslate bahasa dulu, agar tuan bisa mengerti bahasa dunia ini, tunggu sebentar" kata Laila.
Zai merasakan ada yang bergerak dari pita suaranya. Dia berdehem sekali lalu bertanya kembali setelah yakin bahasa yang dipakai sesuai. "Apa yang kalian lakukan?" Zai mengulang pertanyaannya.
"Kami sedang bertarung, menjauhlah jika tidak ingin mati!" Salah satu berbicara.
Zai langsung mengulurkan tangannya. Dia sudah mempelajari teknik naga melahap matahari hingga tingkat sempurna di dunianya. Dan sekarang dia mempraktekannya. Tubuh orang yang bicara itu langsung tersedot ke arah Zai dan langsung berada pada cengkraman tangannya.
Itu adalah teknik ketiga dari manual teknik naga melahap matahari. Menghisap matahari. Konsepnya dia menarik tenaga matahari ke telapak tangannya.
"Kau mengancamku?" Zai bertanya dengan tatapan tajam.
"Aku–tidak berani, ampuni aku–ugh!" Orang itu langsung mati karena Zai tidak mentoleransi ancaman. Lalu dia lemparkan ke samping kiri, dimana orang itu awalnya berada.
[Ting.. membunuh tingkat crossing tribulation mendapatkan poin seribu dan peningkatan kekuatan tubuh sebesar sepuluh poin]
"Jangan mengancamku, aku akan pergi jika ingin" kata Zai dengan dingin. Dia melangkahkan kakinya. Sedangkan kedua kubu hampir semuanya meneguk ludah mereka.
"Melihat mudahnya orang itu membunuh. Setidaknya dia sudah berada di tingkat celestial immortal atau lebih. Kita jangan mengganggunya" salah satu memberi penilaian dan memberi peringatan kepada teman-temannya.
__ADS_1
Zai tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh mereka. Dia menoleh kesamping. "Apakah kita tidak bisa memakai apa yang mereka pakai?" Tanya Zai