
Ayah Aisya terbelalak mata nya mendengar itu.
Kakek Supardi menyemburkan kopi yang baru saja di seruput nya dan itu mengenai baju Nenek Sofia, terpaksa Nenek Sofia mengganti pakaian nya. Dia tak terkejut sama sekali. Karna dia tak peduli Zai itu kaya atau tidak, Yang di pentingkan nya kebahagiaan cucu nya.
Bahkan Benny sempat linglung, Mana ada yang percaya dengan ucapan pemuda yang ada di hadapan mereka bertiga..
"Jika kau pemilik Sky Paviliun Mana mobil mu, Aku tidak melihat nya terparkir di luar, Oh ataukah kau seperti karakter yang ada di novel, Lelaki yang tak terlihat kaya?" Tanya Benny dengan menyipitkan mata nya.
"Haha haha Aku tak seperti karakter di novel yang kamu sebutkan yang terus ditindas tanpa melawan, Dan untuk apa bawa mobil hanya untuk pamer, Tinggal jalan kaki sepuluh langkah langsung sampai" Sahut Zai sambil melepaskan jabatan tangan nya
Sekali lagi tiga orang itu terkejut terlebih lagi ayah nya Aisya dan kakek nya yang tadi sempat merendahkan nya. "Jadi rumah di sebelah kamu yang punya?" Tanya Ayah nya Aisya
"Bukan, Itu hanya hadiah dari paman nya paman ku" Sahut Zai simpel dan cepat.
Aisya datang membawakan minuman dan menaruh nya di meja "Silahkan di minum" Ucap nya kepada Benny lalu berdiri di samping Zai.
"Eh, Kenapa kalian bertiga terlihat tegang?" Tanya nya
Tapi tiga orang itu masih larut dalam pikiran mereka masing masing. Hingga setelah Aisya berkata lagi baru mereka sadar.
"Ayah, Kakek, Kak Ben! Ada apa dengan kalian?" Tanya Aisya lagi
Zai hanya tersenyum melihat tiga orang itu yang terbengong lalu berbicara kepada Aisya. "Sayang, Aku akan pulang dulu kerumah"
"Kok buru buru?" Tanya Aisya heran.
"Aku hanya mau ngambil mobil di garasi, Mau jalan jalan kan?" Ucap Zai agak kencang
"Mau sayang" Jawab nya lembut dan bersemangat
Tiga orang itu tanpa berkata membiarkan Zai pergi, Aisya mengantar kan nya.
"Tak perlu di antar sayang" Ucap nya lalu mencium kening Aisya
__ADS_1
Aisya menyentuh kening nya, Terasa kehangatan disana lalu dia masuk dan mendapati tiga orang yang masih terdiam. Dia tak peduli jadi dia masuk ke kamar dan berganti pakaian.
Di rumah nya Zai duduk di kursi sambil menyelonjorkan kaki nya untuk merilex kan badan nya sebentar.
"Sistem buka Shop"
Layar biru terpampang di depan Zai. Dan terlihat tangan nya mengeser geser sesuatu. Setelah menemukan apa yang di cari nya di meng Klik semua nya.
Keluar dari kehampaan setelan mahal engkap beserta sepatu keluaran terbaru dan jatuh tepat di samping nya.
Lalu dia masuk ke kamar "Siapa yang bilang aku tidak tampan" Ucap nya sambil bercermin dan memberi Pomade pada rambut nya. Lalu menyemprotkan Parfum axe ke tubuh nya. Setelah itu dia memakai pakaian yang baru di beli nya di Shop Sistem.
Dia keluar dengan langkah berani lalu membuka garasi dan menghidup kan mobil nya.
Brum! Brum!
Mobil dengan perlahan keluar dari sarang nya dan singgah di samping rumah lalu dia keluar dari mobil dan memencet bel kembali.
Namun ketika mata mereka mengarah ke tempat parkir mobil yang ada di halaman depan! Mata mereka seakan mau meloncat melihat warna mobil yang cerah dengan desain sempurna dan berlambang banteng di depan nya.
Sungguh maha karya untuk orang kaya..
Sedang kan mobil di sebelah nya adalah MINI Cooper, Meski terbilang mahal untuk wilayah banjarmasin, Akan tetapi, Jika untuk melawan kegarangan Lamborghini, Itu seperti sapi mengejar banteng.
Melihat kenyataan itu. Kakek Supardi menunduk malu, dia membandingkan dengan anak teman nya ini, Mobil saja kalah, Bagaimana kekayaan jelas lah,
Begitu pula dengan Benny wajah nya terlihat malu karna sempat sombong memamerkan jabatan CEO nya di hadapan orang kaya sesungguh nya.
Aisya muncul dengan balutan baju warna merah yang ketat menampilkan lekuk tubuh sempurna nya. Dan dada kembang nya yang membesar setelah di peras sari nya hampir tidak tertutup semua nya.
"Ayah, Kakek, Kak Ben, Aisya pergi dulu ya, dadah.."
Zai mengulurkan tangan nya dan Aisya menyambut nya mereka berjalan sambil berpegangan tangan, Terasa dapat sebuah penghargaan, Zai membukakan pintu lalu dia berputar dan masuk lewat pintu sebelah nya. Kemudian raungan bahagia membawa mereka pergi.
__ADS_1
Tertinggal tiga orang di depan pintu, "Aku harus pergi Om, Kek, Seperti nya aku tak bisa bersama dengan Aisya, Jadi aku akan pulang dan mengatakan kepada ayah. Untuk tidak menanda tangani kontrak kerjasama" Ucap nya langsung pergi tanpa mendengar panggilan dari Kakek Supardi yang terus memanggil nya.
"Kacau, Kacau.." Ucap Supardi menghempas pot bunga yang berada di samping nya setelah Benny pergi. "Cepat cari cara untuk menyelamat kan resto kita, Jika suntikan dana ini gagal bisa bisa resto kita akan tutup dan di sita Bank" teriak nya kepada Anak nya, Ayah Aisya.
"Kan ada Pacar nya Aisya ayah, kita bisa minta bantuan kepada nya"
"Aku malu meminta kepada nya, Jadi kuserahkan semua nya kepada mu, Aku tak mau tau, Resto kita harus selamat" Ucap nya lalu masuk kedalam rumah dan ayah nya Aisya mengikuti dari belakang...
Sedangkan Zai dan Aisya memutari jalanan kota banjarmasin dan mampir di tempat nongkrong anak muda, Omnivora Cafe.
Cafe ini bukan hanya menyediakan spot photo dengan Furniture yang memiliki nuansa retro, Tetapi jua menyediakan berbagai benda benda retro sebagai Furniture cafe tersebut.
Dan juga ada fasilitas khusus yang di sediakan oleh cafe ini, Yaitu para pengunjung dapat mencoret coret dinding yang ada di cafe tersebut. Tentunya hal tersebut menambah aksen dekorasi yang kreatif dari Cafe ini. (Promosi)
Setelah selesai nyantai Zai pun mengantarkan Aisya pulang kerumah. Sebenar nya Aisya tak ingin pulang kata nya dia rindu belai mesra. Tapi Zai memaksa nya. Jadi dia tak bisa berbuat apa apa.
Lalu Zai kembali kerumah nya....
Sedang kan disisi yang berbeda, Tepat nya di Rumah Sakit Suaka Insan. Kamar Vip duduk seorang wanita sambil menyuapi suami nya yang ternyata terkena serangan jantung ringan.
Tok tok tok!
"Masuk lah" Ucap wanita itu sambil masih menyuapi suami nya pak Alwi
"Apa kau sudah menemukan yang aku minta?" tanya nya tanpa berpaling.
"Ya, Dia hanya seorang yang tak punya orang tua. Juga tinggal di sebuah gubuk di pinggiran kota dekat sungai martapura, Ini data data nya. Semua nya" Orang itu memberikan sebuah map yang berisi data data dari Zai.
"Kalau begitu bayar seseorang untuk membunuh nya, Aku ingin dia mati dan pastikan tidak meninggalkan jejak sama sekali"
"Baik..." Orang itu langsung berbalik dan pergi
"Sayang nya kau tak punya keluarga, Jika tidak keluarga mu akan menanggung akibat perbuatan mu" Ucap wanita itu yang membenci Zai karna anak satu satu nya sampai saat ini masih di tahan di penjara dan suami nya masih di rumah sakit menderita..
__ADS_1