
"Sekarang?" Zai lagi lagi bertanya.
"Tentu sekarang, Tapi jika kamu sibuk, tidak apa" Sahut Madina dengan wajah yang panas merona.
"Untuk Bu Polwan akan ada waktu yang bisa aku luangkan" Ucapnya dengan cepat, selagi Madina belum berubah pikiran
Dengan membayangkan nya saja, Tongkat pusakanya sudah bergetar. "Tenang saja kau adik kecil ku, Kau suatu kebanggaan ku, Tanpamu aku bisa apa untuk melawan keindahan, Jadi kau tak perlu khawatir masalah itu, Kau akan puas nantinya" Ucapnya sambil mengusap pelan ujung tongkat pusakanya dan terlihat tongkat pusaka itu mengangguk. "Sebentar lagi kita akan beraksi, Sekarang kau tidur saja dulu" Ucapnya lagi lalu segera berangkat tanpa mandi, Hanya mencuci muka dan menyemprotkan wewangian ketubuhnya.
Sungguh ciri orang yang malas.
.............
Lima belas menit kemudian Pukul 10:17 menit Zai tiba di depan kontrakan milik Madina.
Zai segera mengetuk pintu dan beberapa detik setelahnya pintu itu segera terbuka.
Sosok indah dengan kecantikan yang diatas rata rata muncul dihadapannya dibalut dengan Tank top berwarna putih yang sedikit memunculkan titik didua sisi yang berbeda.
__ADS_1
Sungguh tampilan yang mempesona 'Apakah dia memang sengaja tidak memakai Bra, Hanya untuk menggodaku' Zai ternganga melihatnya.
"Silahkan masuk, didalam tidak ada orang" Ucap Madina membuyarkan lamunan Zai yang sudah terbang ke awan dan berhayal tingkat tinggi
Zai segera melangkahkan kakinya yang ringan tanpa beban dan hambatan, Layak nya pejuang yang akan berperang dengan segenap kekuatan dan keyakinan.
"Apakah kamu mau langsung dipijat?" Zai sudah tak sabar ingin menyentuh bokong yang menonjol dan kenyal itu, Dia masih mengingat sentuhannya kala itu.
"Apa kamu tidak lelah, biar aku buatkan minum dulu"
"Boleh Juga" Sahut Zai, Lalu dia duduk di sofa yang ada diruangan tamu itu.
Zai duduk dengan santai nya hingga dua satu menit berlalu, Madina dengan senyum yang terus mengembang membawakan secangkir Teh hangat.
"Minumlah, Jangan lupa dihabisin" Pintanya lalu duduk disebelah Zai.
'Wanita ini memang sangat menggodaku, Dengan sengaja berpakaian seperti itu, Siapapun akan sulit untuk menahan godaannya, Bukan hanya cantik, Tapi juga memiliki tubuh yang aduhai, di tambah celana pendek ketat yang hampir mencekik miliknya sendiri membuat cetakan yang sulit dilupakan didaerah itu.
__ADS_1
Apalagi dengan buah melon yang cukup besar dengan ****** yang sedikit menonjol membuat tubuh bergetar dengan sendirinya' Zai meraih gelas berisikan Teh Hangat itu dan meneguknya dengan perlahan.
Lalu mengambil cemilan yang juga disediakan diatas meja.
"Kenapa tidak dihabiskan?" tanya Madina sedikit tidak sabar.
"Baiklah jika kau memaksa" Sahut Zai tanpa curiga
Dia meminum hingga setengahnya lalu menaruhnya dimeja kembali.
"Duaaaar...! Tongkat miliknya langsung membengkan dan dia merasakan panas yang luar biasa ditubuhnya.
'Sistem, Apa yang terjadi dengan tubuhku?'
(Tuan sudah meminum, Minuman yang tercampur dengan Afrodisiak maka tuan harus melampiaskannya untuk menghilangkan pengaruhnya) Sistem menyahut dengan datar dan mudah.
Zai segera menoleh kesamping dan menemukan Madina yang sudah menurunkan satu tali dari tank top miliknya.
__ADS_1
'Wanita ini sungguh gila, Apakah dia berpikir jika aku tidak meminum obat ini, Aku tak akan kuat, Akan ku kabulkan keinginanmu'
Zai langsung menerkam layaknya ular yang sudah mengintai mangsa dengan tangan yang langsung mendekap tubuh ramping itu.