Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Nasib yang Hampir Sama


__ADS_3

"Jika kau ingin Hidup lama dan masih ingin melihat anak mu, Lakukan satu hal untuk ku"


Cuih...! Sadewa meludah ke arah Zai tapi tidak sampai kena karna Zai mengelak.


Zai langsung menendang dagu dari sadewa hingga tubuh sadewa terdongak ke atas dan terjauh kembali.


"Apa kau tak menginginkan hidup mu lagi, Aku bisa mengabulkan nya." Ucap Zai dan langsung mengambil satu Jarum Pembalik dan menusuk kan kepala Sadewa. Jarum kecil itu berputar dengan cara terbalik dan kesakitan yang teramat sakit pun langsung menjalan di tubuh nya. Sadewa terus berteriak hingga hampir satu jam lama nya. dia bahkan berguling guling di tanah.


"Ampun...!" Sadewa terus berteriak meminta pengampunan, Air mata nya tak terbendung lagi. "Hentikan, Ini sangat sakit" Dia masih berteriak dengan ingus dan liur yang menetes.


Hingga Dua menit kemudian, Penyiksaan itu berangsur angsur menghilang, Dan Sadewa bisa bernafas sedikit lebih baik.


Melihat Sadewa menghela nafas ringan, Zai mendekat dan mengangkat tangan nya yang berisi satu jarum lagi tengah diapit oleh jarinya sambil Zai bertanya lagi dengan seringainya "Apakah kau mau lagi?" tanya nya.


Semua orang yang menyaksikan nya adegan itu dalam kegelapan mempunyai wajah yang ngeri melihat Bos mereka berlaku seperti itu..


"Ti-tidak jangan lagi, Ba-baik, Apa yang kau inginkan?" Ucap nya lemah


"Tanda tangani lah kertas ini!" Sadewa tanpa melihat dan membaca isinya dia langsung mengambil pulpen dan kertas yang di berikan oleh Zai karna dia ingin keluar dari situasinya sekarang.


Soal balas dendam masih bisa dilakukan nanti, Itulah yang dia pikirkan saat ini, Tapi satu hal yang tidak akan pernah terlintas dalam benak nya, Ketika goresan tangan itu selesai maka selesai lah kehidupan nya sebagai orang kaya..


"Terima kasih atas kerjasamanya tuan Sadewa yang baik hati" Ucap Zai sambil menepuk pipi Sadewa dengan pelan.


Sadewa mendengus, "Cepat cabut jarum ini" Pinta nya


Zai mengabulkan nya, Dia langsung mencabut.

__ADS_1


Setelah jarum tercabut, Sadewa langsung berlari pergi, dia tak mungkin melawan dengan kondisi nya saat ini, Satu lawan satu saja dia kalah, Apa lagi ada beberapa orang yang ada di sisi pemuda itu.


Sadewa menarik pintu mobil nya, Dan menyalakan mesin kemudian dengan cepat dia tancap Gas, Entah punya kekuatan dari mana, Hingga dia bisa melakukan hal itu, Sedangkan dari tadi dia kesakitan, Apakah karna rasa takut yang besar hingga mendorong potensi kekuatan untuk secepat nya menjauh dari tempat itu.


Semua orang yang bersembunyi keluar dari persembunyian nya. dan bertanya "Apakah bos baik baik saja?" tanya salah satu dari anggota macan yang mewakili setiap anggota., Jelas itu hanyalah pertanyaan basa basi saja, Karna dengan jelas mereka melihat Bos nya tidak mendapatkan serangan yang mengenainya.


"Aku baik baik saja" Sahut nya lalu memandang ke arah Handoko dan menyerahkan apa yang sudah di tanda tangani oleh Sadewa tadi.


"Torak...! Kejar Sadewa, buat kejadian nya seperti kecelakan dan pastikan orang di dalam nya mati" Perintah nya.


Torax membawa semua anggota Macan Hitam yang ada disana dan membawa mobil nya melaju mengejar Sadewa.


"Mari bos aku antar" Ucap Handoko sambil berjalan ke arah mobil nya dan membukakan pintu.


"Aku akan mengambil Mobilku, Antarkan saja kepergudangan lama" Ucap nya kepada Handoko,


Mata Elang dengan jalan tertatih melangkah menuju mobil dan duduk di Co-Driver.


Handoko melajukan mobil nya dengan santai hingga sepuluh menit kemudian.


Handoko turun dari mobil nya dan membukakan pintu untuk Zai, Zai keluar dan Mata Elang juga ingin keluar.


"Kau tetap di sini, Dan Ambil lah ini" Zai memberikan sebutir pil untuk Mata Elang.


"Apa ini?" Tanya Mata Elang menatap wajah Zai.


"Jangan banyak bertanya, Yang pasti ini bukan racun" Ucap Handoko yang kesal dengan Mata Elang, Karna orang ini sudah berniat jahat dengan bos nya.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari Handoko, Mata Elang tak berani lagi bertanya, Dia langsung menelan Pil itu. Sementara Zai sudah meninggalkan Handoko, dan membuka pintu mobil nya, Setelah itu dia langsung melesat kan mobil nya kembali ke Pesona moderen.


Handoko pun masuk kedalam mobil nya dan merasakan guncangan pada mobil nya dan juga teriakan dari Mulut Mata Elang, Dia merasakan kaki nya seolah di perbaiki dan tangan nya yang juga terkena tembakan langsung di perbaiki, dia melihat dengan mata kepala nya sendiri peluru yang berasarang di bahu nya keluar dengan sendirinya.


Yang lebih mencengangkan lagi adalah kekuatan nya bertambah, Dan tatapan nya sekarang lebih tajam dari sebelum nya, Dia merasa bisa menembak dari jarak sejauh seribu meter.


Sangat luar biasa menurut nya. dia mengerak kan tangan dan juga kakinya, dia tidak lagi mendapati rasa ngilu dan juga sakit di tangan dan kaki nya.


Sejak saat itu dia bertekad dalam hati nya bahwa dia akan terus memuja penolong nya. luka lama dan baru sudah sembuh, Dan dia mengambil ponsel nya untuk membuka Film Jav, untuk mengetahui apakah burung pipit nya sudah bisa bangkit.


Setelah kecelakaan yang dulu di alaminya sewaktu masih muda, Burung Pipit nya tertidur hingga tidak bisa bangun lagi, Dan dia tenggelam dalam kesedihan yang panjang.


Akan tetapi Burung Pipit nya mulai bergerak dan dia mendapati perlahan membesar, Kebahagiaan tak terlukiskan dihatinya. dan dia menyentuh nya dan mulai menikmati Film itu, Hingga Penat tangan nya dia melenguh, Ugh dia merasakan basah disana.


Sekali lagi dia terkejut, Di umur nya yang sekarang sudah berada di umur 40 tahun, Dia tidak pernah membayangkan akan selama itu baru Basah. ini rekor baru buat nya bisa bertahan tiga puluh menit lama nya.


'Bagaimana jika mencoba nya dengan mencari wanita panggilan' Batin nya, Dan mulut nya membentuk kurva.


Sedangkan Handoko yang melihat apa yang di lakukan oleh Mata Elang tertekan dalam pikiran nya.


"Kenapa kau melakukan nya disini, Apa tidak malu setua ini masih menonton Film untuk memusakan Hasrat" Tanya Handoko dengan kesal sambil melajukan mobil nya pelan.


"Maaf Pak Han, Aku tidak bermaksud apa apa, aku hanya senang karna ini sudah hampir dua puluh tahun tidak bisa bangkit, jadi aku lupa bahwa ada kamu dan kita dalam mobil, Tapi tenang saja aku manusia yang masih suka dengan lubang, tidak suka dengan batang" Ucap nya menjelaskan agar tak terjadi salah faham.


"Oke oke, Aku mengerti, Dulu aku juga merasakan hal yang kurang lebih sama, Aku tidak bisa tahan lama, tapi setelah mendapat sebutir pil dari bos, Aku merasakan keperkasaan ku, hingga sekarang istriku yang minta berhenti dan KO di ranjang" Ucap Handoko.


Mereka pun membicarakan hal semacam itu di sepanjang perjalanan, Layak nya teman lama yang berbagi cerita tentang nasib mereka.

__ADS_1


__ADS_2