Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Mampir dirumah Bella


__ADS_3

Setelah mentraktir Bella Ice Crime Zai mengantarkan bella ke jalan yang sedikit familiar untuknya. karna dia sebelumnya pernah kes jalan itu mengantar Maira.


"Kamu adiknya Maira?" Zai segera bertanya setelah Mobil berhenti didepan pagar, dia sungguh tidak menyangka akan menemukan sesuatu yang tak terduga


"Kak zai kenal dengan Ka Maira?" Bella segera bertanya padahal dia belum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Zai.


"Kenal, Lumayan dekat" Sahutnya


"Kalau begitu mampir saja dulu Kakak, Biar aku panggilin Kak Mairanya. pasti dia lagi malas-malasan dikamarnya" Ucap Bella dengan kegembiraan yang seketika datang. seperti air hujan yang datang mengguyur dikala matahari menyengat.


Zia melirik Farhan yang sepertinya ingin mampir tapi tidak berani memohon "Baiklah kalau begitu" Sahut Zai lalu, Dia memandam kembali bagian mata Farhan yang terlihat berbinar dia pun segera mengulurkan tangannya menyentuh pucuk kepala Farhan dan mengusapnya. "Kamu sudah belajar jatuh cinta ya, Eitts tapi ingat, Palajaran adalah hal yanh utama ketika kamu masih sekolah, Jika kamu sudah kuliah atau bekerja. nah itu bisa kamu lakukan sesuka hati seperti Kakak ini" Pesannya lalu mendorng pintu dan keluar.


Karna Bella sudah terlihat melambaikan tangannya meminta mereka berdua untuk masuk kedalam rumah.


"Kakak duduk saja dulu dengan Farhan disini" Sambil menunjuk Sofa dan lanjut berkata dengan gayanya "Aku akan ke atas mau ke kamar Kak Maira dulu" Segera dia berlari naik ke lantai dua.


Tanpa mengetuk, Maira segera mendorong pintu, Tapi nyatanya pintu terkunci, 'Tumben Kak Maira kunci pintunya' "Kak! Ada temen Kakak tuh diluar sedang nungguin, dia sangat tampan Lo Kak, Kalau Kakak tidak mau, kasih ke Aku saja ya!" Ucapnya bercanda.


Maira menguap "Huah!" Dengan menahan kantuknya Maira segera membuka pintu dengan memutar kunci, terdengar pelan suara ceklek dua kali.


"Siapa, Coba Kakak liat" Maira berjalan dengan menahan berat pada matanya dan melihat kebawah dari lantai dua, dia berpegangan pada pembatas untuk menopang tubuhnya dan melihat dua lelaki duduk disofa, Jelas salah satunya adalah lelaki yang sudah mencuri waktunya.


Segera dia berlari kedalam Kamar dan menutup pintu rapat lalu mengambil handuk dan berlari lagi ke kamar mandi yang ada dikamar itu juga.


Bella yang melihat Maira berlari, sejak itu juga dua menduga ada sesuatu yang Kakaknya sembunyikan lalu dia mendorong pintu dan melihat Kakaknya yang berlarian hampir saja tersandung untung tangannya sempat menapak pada dinding jika tidak, pastinya dia akan terjatuh.


"Apa kau Kak Zai pacarnya Kak Maira" Dia sedikit cemberut memikirkan Hal itu, Karna dia sedikit menyukai Farhan yang pemalu. bahkan banyak lagi yang dia sukai sejak mereka lebih dekat dan banyak bicara, Merasa ada kecocokan satu sama lain, meskipun dia selama ini juga di kerumuni banyak laki-laki ditempatnya sekolah, Tapi tidak ada yang menyentuh perasaannya dari semua kelakuan yang mereka tunjukkan kepadanya.


Bella turun dari lantai dua, lebih tepatnya kamar Maira, dia langsung memanggil pembantu "Bi Inah, Bi!" Suaranya terdengar merdu bagai suara burung kenari.


"Iya Non, ada yang bisa Bibi bantu?" Bi inah segera bertanya dengan tampilan ala Bibi yang memakai celemek


"Bikinin minum buat tamu Bi" Ucap Bella, Lalu, Dia berbalik menuju kamarnya untuk ganti baju.


Setelah keluar dari kamarnya, Dia mendapati Kak Maira mengajak Kak Zai untuk bicara di lain tempat. Entah apa yang mereka ingin bicarakan hal itu mampu membuat jiwa penasaran Bella meronta. Untungnya ada Farhan yang tertinggal di ruang tamu, Jika tidak pasti dia tak mampu mengendalikan rasa penasarannya.

__ADS_1


"Far, Kamu bisa gak main Game?" Suaranya terdengar orangnya belum terlihat.


Farhan segera menoleh ke arah suara dan dia menemukan Bella sudah duduk didepat televisi dan memegang stik ps. Segera Farhan menyahut, "Aku tidak bisa Bel! Kamu ada gitar tidak?" Tanya Farhan berjalan santai mendekatinya yang duduk didepan televisi


"Ada, Kamu bisa main gitar?" Semangat Bella segera bangkit dan dia segera berlari ke lantai dua. karna Kakaknya Maira yang punya.


Terlihat dia membawa sebuah gitar akustik dan duduk disamping Farhan, Lalu, dia memberikannya dengan tangan mungilnya.


Dengan hati-hati Farhan mengambilnya lalu menggenjreng untuk mengetes suaranya.


"Lagu apa yang kamu suka Bel?" Sambil mengetes satu persatu nada yang dia ingat. karna sudah sangat lama dia sejak terakhir dia memegang gitar. jadi dia rada lupa lupa ingat kuncinya.


"Aku ingin lagunya Jamrut, Ada pelangi di matamu" Ucapnya dengan senyuman manisnya. dengan bibir berwarna merah muda, mungil dan segar dipandang mata.


"Kamu yang nyanyi ya" Ucap Farhan lagi lalu memulai kunci nada pertama.


.............


Ditempat yang berbeda. tapi masih dalam lingkungan yang sama. Dua orang terlihat saling tertawa dan bercanda didepan kolam renang sambil rebahan dinaungi oleh payung besar..


"Ih sakit tau" Maira menepis tangan Zai dengan pelan, kemudian berkata lagi "Sialan tu Bella, Mana ada cantik-cantik gini pemalas, Aku bukan pemalas, cuman sering ketiduran aja" Sahutnya dengan wajah kesal sebentar, lalu tersenyum kembali.


"Tunggu disini, aku mau ambilin minum dulu" Maira segera berdiri, Dengan tubuh ramping, dia berjalan cukup cepat dan menghilang dari pandangan.


Zai membuka layar biru yang hanya dia yang bisa melihatnya. Dia ingin melihat statusnya sekarang.


Nama lengkap : Zaidul Akbar


Level : 2/100


Pesona : 10


Kekuatan : 15


Kecepatan : 15

__ADS_1


Kecerdasan : 15


Keterampilan : Skill Bela diri Kuno (Aktif - Teknik Naga melahap matahari)


Skill Medis Super (Aktif - Teknik Sembilan Jarum Kebangkitan)


Skill Pembalap Super (Aktif- Level 4)


Skill Semua Game (Aktif- Level 4)


Skill Menyanyi (Aktif- Level 4 )


Skill Koki Super (Aktif- Level 4)


Skill Penembak Jitu (Aktif- Level 4)


Skill Peretas super (Aktif- Level 5)


Skill Menipu (Tidak ada Level selalu aktif)


Skill Parkour (Tidak ada Level selalu aktif)


Dana : Rp 7.540.000.000


Shop : Bisa diakses.


Poin Sistem: 1031


Invetori : Semua keperluan tuan rumah.


Tugas: Belum selesai


"Sepertinya aku juga memiliki Kotak misteri yang belum terbuka" gumamnya, Ditengah lamunannya dengan sistem, Suara Maira menyadarkannya.


"Jangan bilang kamu lagi mikirin Hal mesum!" Canda Maira sambil membawa satu nampan yang berisi dua gelas jus jeruk dan satu toples kecil nastar. Dia menaruhnya dimeja yang ada ditengah antara tempat duduk mereka.

__ADS_1


"Kamu kira aku orang yang otaknya ngeres aja isinya, Yang sering mikirin sabun saat sendirian" Zai menggunakan satu jarinya yang berdiri dan menggoyangkannya. "Aku bukan orang yang seperti itu Ferguso" Zai tertawa setelah berkata dengan tawa renyah yang santai


__ADS_2