
Zai memberikan sedikit kekuatannya pada jabat tangan itu hingga wajah Syam terlihat memerah menahan sakit tapi dia juga tak berani berteriak. dia segera menarik tangannya tapi Zai tetap menahannya.
"Sayang..!" Tangan Maira menyentuh Lengan Zai dan membantu Syam untuk lepas dari sakit tangannya, dia segera berbalik hanya untuk meniup tangannya yang sakit.
Zai sekali lagi menatap mata Maira yang berkedip menandakan mereka harus pura pura. tapi bukan Zai namanya kalau tidak mengambil keuntungan dalam hal itu, Keuntungan hanyalah Bonus saja karna melakukan tugas.
Mereka berdua menjauh sedikit, Dia selalu mengejarku, Hampir aku tak pernah bisa bebas untuk melakukan aktifitasku jika dikampus, "Mau ya tolongin aku"
"Boleh saja, Tapi apa untungnya"
"Kau bisa meminta apapun itu" Ucap Maira tanpa pikir panjang
"Apapun? sepakat" Ucap Zai sambil tersenyum
'Ada yang aneh, Apakah aku salah bicara..... Ah sial, Semoga saja dia tak meminta hal yang cabul'
Kebencian yang mendalam dapat dirasakan oleh Syam ketika kata Sayang yang harusnya ditujukan buatnya tapi malah diterima orang lain.
"Adu balapan Saja Syam, aku yakin dia tidak ahli dalam balapan, dengan taruhan jika dia kalah dia harus melepaskan Maira, Dan aku masih ragu juga kalau dia pacarnya Maira, Sejak kapan coba Maira dekat dengan seorang lelaki. sedangkan kita tau banyak orang yang mendekati tapi berujung tolakan seperti kamu ini"
"Kau mengejekku Hah?" Teriak Syam dengan tangan yang terkepal
"Tahan Syam! tahan, jangan emosi" Ucap kawanannya yang lain.
"Mulutnya tak bisa dijaga, Kotor sekali" Ucap Syam dengan kesal sambil menunjuk.
"Aku hanya mengingatkan saja Syam, Sebagai teman aku selalu mensuport"
"Ya kami juga Syam" Sahut yang lainnya.
Syam kembali duduk di Kap mobilnya dan memikirkan ide itu, memang sedikit ada benarnya tapi tak salah melakukannya.
Dia pun berjalan lagi mendekati Maira, Zai, Eva yang bersama pacarnya.
"Jika kau jantan, Tandinglah denganku, Adu balap Mobil!" Ucap Syam dengan wajah meremehkan.
__ADS_1
Zai tersenyum, 'Akhirnya ada yang nantangin, jika tidak ada, pasti aku sendiri yang akan nantangin'
"Jangan diterima Zai, Dia tak pernah kalah sekalipun di lintasan ini"
"Jika aku tak menerima, maka aku tidaklah jantan seperti katanya, Maira!" Ucap Zai sambil memegang kedua pipi Maira yang langsung memerah dibuatnya.
Maira ingin menepis, Tapi jika itu dia lakukan maka kebohongan akan terungkap.
"Tapi apa kamu yakin bisa melawannya?" Tanya Maira yang khawatir.
"Aku yakin dengan kemampuanku, Jangan khawatir
"Tapi..!"
Zai menaruh satu jarinya dibibir Maira yang seketika itu langsung terdiam, Tanpa mengalihkan wajahnya ke arah Syam, Zai lanjut berkata "Tak mungkinkan tidak ada taruhan Dipertandingan kita ini Syam?"
"Kau cukup pintar untuk menebaknya, Jika kau kalah, aku ingin kau jangan pernah muncul dihidupnya Maira!"
"Aku keberatan, Aku bukan taruhan" Maira segera menyahut, Karna ini menyangkut masa depannya dengan Zai yang meskipun belum pasti, Tapi dia yakin saat itu akan tiba.
"Sudah Sayang" Zai langsung memeluk Maira lalu berkata. "Kamu bukan taruhan, Dan aku tidak menempatkannya sedikitpun dimataku" Katanya lagi kemudian mencium kening Maira dengan lembut.
"Yakin saja, Aku pasti menang" itulah kata Terakhir yang tak bisa terbantahkan oleh Maira, Diapun hanya memandang punggung lelaki yang kini dia yakin berada sangat dalam dihatinya. Dengan keyakinan dihatinya dia membawa kedamaian dalam tatapannya. 'Sepertinya aki memang jatuh cinta'
"Jika aku menang apa yang kau janjikan?" Zai memandang Syam yang ingin masuk kedalam Mobilnya dan memilih bertanya lebih dulu.
Tentunya Syam tidak jadi masuk Sebelum dia menjawabnya, dia diam sebentar lalu melontarkan pertanyaan "Apa yang kau inginkan?"
"Aku ingin taruhan Uang satu milyar dan juga kau pulang tanpa memakai pakaian, bagaimana?"
"Aku terima, Aku akan mentrasfer lebih dulu uang taruhan kita" Syam mengalihkan pandangannya setelah menjawab pertanyaan Zai dan berkata kepada seorang wanita yang akan memandu pertandingan mereka "Mana Nomor Rekeningmu?"
Wanita itu segera menyebutkannya dan Zai yang mendengar apa yang disebutkan wanita itu juga langsung mentrasger Uang sebesar satu Milyar..
"Pilihlah Mobilmu di antara Mobil yang ada disini!" Syam segera memandang Zai yang hendak masuk ke Mobil Maira. "Aku tak ingin kamu kalah dengan alasan Mobil lemah" Syam berkata sambil membuka lebar tangannya dan berputar, "Benarkan teman teman?"
__ADS_1
"Yooo, Benat sekali" Teriakan dari samping terdengar meriah, Mereka jelas mendukung Syam, Pertama teman kedua Syam tak pernah kalah dalam pertandingan balap Mobil, Lagi pula ini adalah lintasan yang sangat dikuasainya.
"Tidak perlu, yang aku takutkan adalah, Jika kau kalah kau akan sangat malu, dan aku akan jelas tertawa melihat seorang yang terlihat sombong pulang tanpa memakai pakaian, Hahaha" Zai langsung masuk kedalam Mobil Civic Milik Maira
"Brengsek" dengan wajah kesal dia masuk kedalam Mobil Ferari miliknya.
Dilihat dari mobil saja, Dapat dipastikan siapa yang menang, Tapi keajaiban sebagian dari kemampuan dan takdir bisa diubah oleh seseorang.
Vrooom... Vrooom..!!
"Meskipun kalian sudah kenal dengan ku, Tapi aku akan tetap mengenalkan diri, Namaku Ayunda. Jika sapu tangan ini terjatuh berarti kalian harus jalan. ingat ya tunggu hingga terjatuh" Ayunda segera melempar sapu tangan yang ada ditangannya keudara.
Vroom..! ketika sapu tangan itu menyentuh tanah, Dua Mobil segera melewati tubuh ramping Ayunda.
Terlihat dari kejauhan Mobil yang dikendarai oleh Syam melaju dengan kencang tanpa hambatan meninggalkan jauh Mobil Civic merah yang dikendarai oleh Zai
Zai masih tersenyum melihat itu 'Sistem, Tampilkan Maps yang lebih akurat'
Segera Sistem menampilkan apa yang dipinta Tuan Rumahnya
Zai mulai memindah posisi perseneling dan menginjak Gas lebih dalam dan mulai menyusul Mobil Ferari didepannya di tikungan pertama, Tanpa mengendorkan pijakan kakinya di-Gas Mobil dia melewati Ferari itu dan hampir saja Belakag mobil menyenggol.
"Bangsat" Dengan terpaksa Syam nge-rem Mobilnya karna jika dia teruskan pasti mobilnya akan bertabrakan.
Zai melambaikan tangannya dan terus melaju dijalan dengan kencangnya dan dengan percaya dirinya.
"Ugh apa kau melihatnya Mai, Skill balapan dari kekasihmu tidak kalah dengan Syam, Aku yakin dia pasti menang"
Suara Eva terdengar sangat meyakinkan ditelinga Maira, Dia pun segera berdoakan dan mengaminkan ucapan itu.
Swosh..! Ferari menyalip Kembali dan Syam membalas melambaikan tangan ketika berada dijalan Lurus.
Zai hanya tersenyum, Dia mengakui jika untuk jalan lurus mobilnya akan kalah, Tapi karna lintasan ini lebih banyak tikungannya, sudah dipastikan dialah pemenangnya. dan dua belokan terakhir adalah penanda kemenangan.
"Aku tau kau lemah di tikungan Syam, Dan itu akan menjadi Boomerang buatmu"
__ADS_1
Segera Zai memperdalam Pijakan Gasnya dan mensejajarkan posisi Mobil mereka berdua meskipun masih tertinggal sedikit tapi karna yang akan datang adalah tikungan kanan, Zai lebih unggul dengan posisinya sekarang, secara otomatis Syam akan membuka jalan karna tak ingin Mobil mahalnya lecet tergores.