Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pertarungan lanjut


__ADS_3

Zai terus mendekat sambil berbicara dan mendengarkan ocehan dari Alvaro, 'Sistem, Analisis!'


(Ding..... Nama Alvaro, anak dari seorang pengusaha besar dan penguasa bawah tanah Ibu Kota Yogyakarta. Pemegang sabuk hitam tertinggi dan beberapa medali emas)


'Kau memuji atau menganalisa?' Tanya Zai kesal dalam hatinya jadi dia langsung mengayunkan tangannya. Namun, Seperti yang dikatakan oleh Sistem. Alvaro mampu menangkis setiap pukulan dari Zai bahkan sempat melayangkan pukulan membalas. walau Zai tidak terkena juga.


Mereka berdua sama-sama mundur dengan cara melompat.


"Ku akui kau memang tangguh, Kita lupakan masalah sekarang, Aku tidak akan menganggu wanitamu lagi, asalkan kau mau menjadi saudaraku, aku yakin kita akan menjadi duo yang hebat, Bagaimana menurutmu?" Tanya Alvaro yang menyimpan tangannya dibelakang.


dia tak menganggap Zai sebagai ancaman, Karna apa? karna dia seorang master! Sedangkan Zai apa? dia bahkan tidak tau dari mana asal pemuda itu. Namun, dia mengakui bahwa pemuda itu cukup kuat dan bisa bersaing dengannya setelah beradu beberapa pukulan tadi.


"Haha, Aku tidak pernah menduga seorang anak dari penguasa bawah tanah mau mengajak aku menjadi saudara" Tawa Zai menggema

__ADS_1


"Kau tau siapa ayahku?" Haha ini akan mudah, Aku tidak akan mengadu kepadanya, Kau tenang saja!" Ucap Alvaro senang.


"Tapi aku tetap akan membunuhmu, Karna bagiku, Jika ada orang yang menyentuh wanitaku dengan niat buruk, Maka kematian yang akan dia dapatkan!" Zai mengangkat kaki kanannya dan menghempaskannya ke tanah hingga debu terangkat sebatas lututnya. lalu dia melompat dengan ayunan tangan yang menderu ke arah Alvaro.


Alvaro tentu tidak mungkin diam, Karna dia memiliki firasat bahwa pemuda didepannya sangat serius.


Dengan gerakan dan keterampilan dia miliki, Dia menangkap tangan Zai dan memutarnya.


Tapi Zai sudah terbiasa berkelahi, Jadi hal seperti itu mudah untuk dihadapi, Dia memurar tubuhnya kesamping mengikuti arah tangannya yang diputar, Lalu tangan satunya mencoba menusuk perut.


Pertarungan sengit terjadi begitu lama.


Beng!! keduanya mundur dan saling memasang kuda-kuda tarung, Zai tersenyum mendapat lawan yang kuat. Namun dia memiliki hal yang curang, Zai memiliki Qi jadi nafasnya tetap teratur meski sudah bertarung hampir satu jam lamanya tanpa ada yang terkena pukulan telak.

__ADS_1


Zai mengalirkan seutas energi Qi dalam kepalan tangannya. Lalu bergerak cepat ke Arah Alvaro, "Apakah kau kelelahan?" Tanya Zai yang muncul didepannya


Beng!! Zai memukulkan tinju itu ke arah perut Alvaro dan itu membuat tubuhnya melengkung serta terbang menghantam dinding beton.


Alvaro menyeka darah yang mengucur di mulutnya, "Brengsek, Kau akan menyesal karna berani melawanku" Teriaknya lalu bergerak dengan cepat, Meski ada jejak sakit pada punggung tapi itu tidak menghentikan pergerakannya.


Namun Zai tidak lagi main-main dengan kekuatannya, dia mengeratkan kepalan tangannya lalu mengadu tinju dengan Alvaro.


POU!! Sekali lagi Alvaro dikirim mundur. Zai tanpa ragu mendatanginya dan menendang wajah Alvaro itu.


Beng!! kepalanya terdongak dan dia pingsan.


Si Kulit Hitam yang melihat kejadian itu begitu ketakutan, Air kencing bahkan sudah membasahi celananya sejak dimulainya pertarungan yang menengangkan, dia seolah menjadi wasit padahal dia hanya penonton tunggal yang tak ingin menonton kejadian itu. Namun apa daya. jika harus menyaksikannya.

__ADS_1


"Alvaro ternyata kalah, Aku tidak percaya akan hal ini"


__ADS_2