Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Berkunjung Ke Perusahaan 2


__ADS_3


"Boleh kah aku tau siapa nama anda?" Tanya Wilhan kepada Zai


"Zaidul Akbar!" Sahutnya singkat tapi nama itu mengejutkan Wilhan. karna orang dengan nama itu yang sedari tadi ditunggu, Dia mengira orang yang di tunggu paling tidak adalah orang paruh baya, Karna yang biasanya mempunyai uang banyak ya orang seperti mereka.


Tapi ini tidak, Orang nya sangat muda sekali bahkan belum berumur dua puluh lima tahun. Sungguh sangat muda dan kaya. Perusahaan sebesar ini atas namanya sendiri. 'Aku tak bisa membayangkan bagaimana latar belakang orang ini, Sungguh sial punya keponakan, Untungnya aku tak membawa urusan keluarga dalam pekerjaan jika tidak jabatanku pasti akan terancam.


"Maaf kan aku Bos, Dia pasti akan ku pecat" Ucap nya membungkuk setelah mendengar pemuda itu menyebutkan nama.


Wilhan berbalik setelah nya lalu berteriak "Sambut bos baru kita yang sangat muda dan tampan" teriak Wilhan kepada kariyawan perusahaan.


"Jangan...! Dia ini penipu, Apa kalian ingin di bodohi orang ini, Mungkin hanya namanya saja yang sama, Kita tidak tau pasti, Dan apakah kalian yakin orang semuda ini bisa menjadi bos baru perusahaan sebesar ini? Coba kalian pikir pakai otak" Tunjuk Billy ke arah kepala sembari berteriak.


"Dasar ponakan tak tau di untung, Jika aku tak menghajarmu sekarang, Aku akan malu setiap kali bertemu dengan Bos" Wilhan melayangkan tangan nya yang terkepal ke kepala Billy namun Billy mengelak kemudian menangkap tangan Wilhan di udara.


"Kamu sudah tua Paman, Soal senioritas kau memang senior ku, Tapi jika main tangan aku tak kan mengampuni mu meski kau kakak ayahku, saat ini masih ku maafkan, Lain kali jangan" Ucap Billy angkuh dia bersikap buruk terhadap paman nya sendiri.


Billy melepaskan tangan Wilhan kemudian mendorongnya hingga termundur beberapa langkah.


Zai hanya menggelengkan kepalanya dua kali setelah melihat kelakuan Billy yang begitu buruk kepada keluarganya sendiri, Bagaimana dengan orang lain pastinya akan lebih buruk, Seperti hal nya yang dirasakan oleh Zai dimasa lalu.


Semua orang bingung melihat pertengkaran paman dan ponakan, Manager dan juga Supervisor perusahaan yang baru pertama kali terjadi di perusahaan selama mereka bekerja disana.


Dan mereka harus menunggu siapa yang harus di ikuti karna ini sama saja dengan memakan buah simalakama.


"Cukup Sudah, Sebaiknya kamu menelpon Sekertarisku saja, Dia akan membuktikan semuanya" Ucap Zai yang juga mengambil ponsel nya dan memotret wajah Billy diam diam dan mengirim nya kepada Torax melalui Wa, "Cari informasinya dan Culik orang ini" tulis nya.


"Loudspeaker Biar semua orang tahu, Bahwa orang ini benar penipu" Ucap Billy dengan percaya diri


"Ada apa Pak Will?"

__ADS_1


"Ini Bu, Saya hanya mau tanya ciri ciri orang yang kami tunggu agar tidak ada kesalahan dalam penyambutan.


Alisya tak repot menjelaskan dia langsung mengirim photo Zai yang ada di ponsel nya ketika mereka liburan dibali dulu. "Jangan sampai kalian mengecewakan nya ya, aku tidak akan menjamin jabatanmu bisa bertahan atau tidak jika menyinggungnya" Ucap Alisya


"Baik bu, Saya mengerti" Ucap Wilhan ditelpon. lalu berteriak kepada Billy, "Kamu mulai sekarang dipecat tanpa hormat, Silahkan pergi dari sini segera, bawa semua perlengkapan kerja milikmu" Teriaknya setelah memastikan identitas sebenar nya pemuda itu dengan melihat photo yang masuk kepadanya.


Billy langsung menatap tajam Zai, Dan dia segera pergi menuju ruangannya dia tak ada lagi alasan karna semua orang sudah melihatnya. Bahwa pemuda Di Photo adalah benar orang yang ada di hadapan mereka semua.


"Selamat siang Bos"


"Selamat siang Bos"


"Selamat.."


Semua kariyawan yang ada di loby langsung menyapa.


Sedangkan Billy mempunyai wajah yang marah dalam ruangan nya, Dia langsung menghancurkan apa yang ada dimejanya. Setelah itu dia keluar dan pergi meninggalkan perusahaan itu.


"Terima kasih Pak Wil, aku sangat mengapresiasi tindakan mu dan juga sipat mu yang tak memandang orang lain sebelah mata." Ucap Zai memuji


"Terima kasih Bos, Ini adalah sebuah kewajiban yang memang harus di miliki setiap orang dalam perusahaan." Sahut nya bersungguh sungguh.


"Baiklah kalau begitu, Kau bisa kembali keruangan mu" Ucap Zai lagi dengan nada rendah dan tersenyum.


"Baik Bos" Sahut Wilhan dengan membungkuk sedikit lalu berbalik keluar dari ruangan.


Zai berdiri dan berjalan menuju jendela. "Pemandangan disini cukup baik" Gumam nya. lalu mengambil ponsel di sakunya dan menelpon Alisya "Sayang, Kamu Gak kesini?" Tanya nya setelah telpon tersambung.


"Sepertinya tidak bisa, Aku sekarang berada di Aston Banua untuk menanda tangani berkas penyerahan kepermilikan"


"Okelah, Aku kangen kamu nih" Ucap Zai

__ADS_1


"Yhahaha Jelaslah, aku kan memang ngangenin orangnya" Sahut Alisya dengan penuh percaya diri.


"Uh kalau orang cantik yang berkata aku bisa apa" Ucap Zai sembari menghela nafas.


"Tapi benerkan aku ngangenin?" Tanya Alisya lagi meyakinkan.


"Iya sih, Makan siang dimana kamu?"


"Sepertinya makan siang disini, Nanti malam saja kalau mau ajakin makan" Sahut Alisya.


"Baiklah... Dadah" Ucap Zai sekaligus menutup telpon.


Terlihat seorang wanita memegang secangkir kopi panas dengan tangan kanan nya dan berjalan di lorong menuju sebuah ruangan, Di depan pintu dia memegang pegangan Pintu dan mendorong nya.


Zai berjalan menuju pintu dan menarik nya dengan langkah kecil dia keluar Tapi sesuatu yang panas menyembur ke arahnya. "Ah Maaf Pak Bos, Aku tidak sengaja" Ucap seorang wanita dengan suara lembut yang terdengar panik.


Karna Zai menarik dengan cepat dan langsung melangkah, Alhasil sang wanita terkejut dan terbawa tarikan hingga menabrak Zai dengan kopi panas yang membasahi baju nya dan mengalir ke bawah hingga kecelana


Dengan panik wanita itu mengambil tissu dengan kemasan kecil di sakunya. dia mengeluarkan beberapa tissu dan langsung membersihkan tumpahan kopi yang berada di baju Bos nya itu hingga ke celana, Dia mengerutkan kening ketika ada sesuatu yang bergerak ketika dia membersihkan pada celana itu.


Ketika menyadari wajah nya langsung memerah malu, "Maaf bos aku menyentuh nya" Ucap nya polos.


"Tak apa, Carikan aku pakaian ganti saja" Ucap Zai lalu dia masuk kedalam "Lain kali ketuk pintu dulu sebelum masuk" Tambah Zai tanpa berbalik.


"Sekali lagi maaf Bos, Saya akan mencarikan pakaian, Ukuran berapa bos biar tidak salah"


"UK L saja, Dan tutup pintunya"


Setelah wanita itu keluar, Zai menghela nafas, Karna bisa saja jika lama lama berada di ruangannya dia akan di terkam oleh tongkat sakti.


Dia harus menampilkan sosok pemimpin yang baik, Yang tidak cabul ataupun mesum...

__ADS_1


__ADS_2