
Seorang wanita keluar dari rumah nya menggunakan Motor Matic Scopy berwarna merah marun, Tak lupa memakai Helm nya untuk pengamanan kepala jika terjadi suatu Hal yang tak di inginkan.
Dua orang mengikuti dari kejauhan, Kali ini mereka memakai sebuah mobil Avanza berwarna Hitam untuk memudah kan mereka dalam menjalan kan rencana.
Di jalan yang agak sepi tetapi masih di dalam kompek Citra Garden, Sebuah mobil menyalip pemotor dan menghalangi nya. Pemotor itu terkejut dan harus ngerem mendadak dan terpaksa dia jatuh hingga sikut nya berdarah.
"Au..! Sakit"
Satu orang turun dari mobil dengan berpura pura menolong nya dengan pintu yang masih terbuka, Saat pemotor itu lengah, dia dengan paksa menarik nya masuk kedalam mobil, Meski melawan, Tapi pemotor itu kalah tenaga dan dia baru saja terluka karna jatuh dari motor nya.
Dia terus berteriak meminta pertolongan, Akan tetapi tidak ada yang lewat untuk menolong nya.
Dia pun dimasuk kan kedalam mobil dan di bekap dengan obat bius hingga dia pingsan. Sedangkan motor nya tertinggal di tengah jalan. Dan mobil melaju dengan kecepatan sedang.
-
-
Sedangkan Zai dan juga Alisya sudah sampai di Daerah Riam Kanan, Zai membawa mobil melewati tanjakan terjal, untung nya mobil nya tidak ceper, Jika tidak, dapat di pastikan akan ada banyak cacat di body Mobil nya.
'Handoko memang pintar memilih Mobil' Batin Zai sambil matanya terus Fokus ke jalan.
"Ini adalah tanjakan terakhir" Ucap Alisya yang berada di samping.
Zai menginjak kopling dengan kaki kirinya kemudian memindah perseneling ke gear satu dengan santai nya, Dia belum terbiasa dengan tanjakan jadi dia harus menggunakan Gear satu dan mulai menginjak pedal gas lebih dalam.
Setelah berada di atas ada persimpangan, ada jalan lurus dan ada jalan kanan,
"Ambil kanan sayang" Ucap Alisya.
Zai menginjak lagi pedal Gas mengambil jalan kanan yang menurun. Di atas Pintu Gerbang bertuliskan Selamat Datang di Desa Bunglai.
"Belok kanan lagi, lurus ada Sd di sana mobil bisa parkir" Ucap nya memandu jalan.
__ADS_1
Semua orang tercengang melihat Mobil Mewah masuk kampung dan berhenti di Halaman Sekolah Dasar, Kaki kiri keluar dari pintu sebelah kiri, Dengan Celana Jeans dan sepatu putih, kemudian muncul sosok cantik yang sepenuh nya keluar dari mobil.
"Alisya...!" Teriak seseorang yang berlari dengan dua tangan terentang bersiap memeluk.
Alisya menoleh dan memastikan siapa yang berteriak dari jauh, Setelah tau siapa orang nya dia pun merentangkan pula kedua tangan nya. Dan mereka berpelukan layak nya dua orang yang sudah lama tidak bertemu.
"Kapan kamu kesini Len?" Tanya Alisya yang enggan melepaskan pelukan nya.
"Baru beberapa hari, dan seperti nya aku akan kembali hari ini juga" Sahut Leni
Alisya melepaskan pelukan nya dan mereka berbincang terus meninggalkan Zai yang berdiri bingung di belakang bagasi mobil, Kemudian dia duduk disana menunggu Alisya sadar bahwa dia ketinggalan.
"Kamu dengan siapa kesini Len? Dan kerja di mana sekarang?" Tanya Alisya sambil mereka berjalan ke sebuah rumah.
"Aku dengan pacar ku dan Aku masih kuliah Al"
"Kebetulan sekali ya, Aku juga dengan pacar ku, Nanti aku kenalin, Sayaang..! Eh kemana dia" Alisya baru menyadari bahwa Zai masih di mobil dan Saat dia melihat ke arah Mobil dia mendapati Zai mengambil beberapa bingkisan di kedua tangan nya dan mendekat ke arah nya.
"Kenalin Len, dia pacarku"
"Hai, aku Zai!"
"Hai Juga, Aku Leni! Salam kenal" Ucap nya sambil mengedipkan mata.
Zai terkejut melihat kedipan itu, 'Ada apa dengan wanita ini" Zai membatin, Tapi dia tak ingin ambil pusing.
"Ayo masuk sayang" Ucap Alisya mengajak Zai lalu dia mengalihkan lagi pandangan nya ke arah Leni, "Len, Mana pacar mu?"
"Tuh di taman lagi nemenin Ayah ku dan ayah mu main catur" Tunjuk Leni.
"Sayang kita kesana dulu, pasti ayah tidak tau aku datang" Ucap Alisya yang dengan pelan mendekat ke arah ayah nya.
Dia menaruh satu jari nya di bibir ketika Ayah nya Leni ingin bersuara. Lalu kedua tangan lembut nya terulur dan menutup mata Ayah nya.
__ADS_1
"Emmm ini Pasti anak ayah" Ucap Pak Budiman, sebenar nya dia sudah melihat Alisya dari pantulan kaca yang ada di belakang Pak Gintaro ayah nya Leni.
"Kok ayah tau?" Alisya melepaskan tangan nya dari kedua mata Pak Budiman.
"Jelas lah tau, Ini nama nya kontak Batin!" jawab nya terkekeh. "Sini peluk ayah" Ucap Ayah nya lagi berdiri dan merentangkan kedua tangan nya.
Mereka pun berpeluka, Pak Budiman melihat seorang lelaki muda tepat di pandangan nya. "Jadi kamu kesini bawa Calon Mantu buat ayah dan ibu" Ucap pak Budiman lagi sambil mengelus punggung anak nya yang sudah lama tidak pulang itu.
Alisya tertawa kecil, "Cocok gak Yah aku sama dia?" Tanya Alisya yang kini melepas pelukan nya dan menarik lengan Zai.
"Hai Om, aku Zai!" Ucap nya mengulurkan tangan, Dan mereka berjabat tangan.
"Sangat cocok, Ayah suka, Ayo kita masuk kedalam, Gintaro ajak juga calon mantu mu kedalam rumah ku, Kita akan makan besar hari ini untuk merayakan kembali nya anak anak membawa Calon Mantu" Ucap nya lalu berjalan lebih dulu dengan menggandeng tangan Alisya.
Mereka berenam masuk kedalam rumah, Dan seorang wanita yang terlihat masih sangat cantik sedang membawa minuman untuk menemani mereka bermain catur. Tapi seketika terhenti melihat siapa yang datang.
"Anak ku sayang!" Ucap Sang ibu Nordiana yang sangat merindukan Alisya. Karna sudah hampir satu tahun tidak pulang, Dan sulit menghubungi karna jaringan telpon belum sampai ke kampung itu.
-
-
Di tempat lain, Seorang wanita duduk terikat di kursi, Dan di hadapan mereka dua orang sedang mengutak ngatik Ponsel milik perempuan itu..
"Apa kata sandi nya? Cepat katakan! Jika kau ingin selamat dan mau melihat hari esok, Maka cepat lah hubungi kekasih mu, Dan katakan kepada nya untuk menolong mu, Tapi ingat katakan padanya juga untuk datang sendiri" Ucap Kucing Orange yang berambut orange.
"Cuih, Tidak akan.!"
"Ooh jadi kamu ingin cara yang tak biasa.... Lepas baju nya dan rekam, biarkan dia merasakan sesuatu yang tak biasa" Ucap Mata Elang menyuruh Kucing Orange untuk bertindak
Kucing Orange tersenyum lalu mendekat dengan gunting di tangan nya. Lina sangat takut dan itu terlihat dari wajah nya, dia berteriak dengan kencang berharap saja ada yang menolong nya meski harapan itu sangat tipis.
Kucing Orange memegang kain di baju nya dan bersiap untuk menggunting baju Lina.
__ADS_1
Adegan itu seperti adegan Slow yang sengaja di lakukan untuk menekan mental nya..