Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
informasi


__ADS_3

Ketiganya turun dari kapal terbang yang memuat mereka. Dan mendarat dengan sempurna di dekat sebuah gubuk kecil.


Zai menyimpan kapal terbang itu kedalam cincinya lagi


Raja Qin memanggil nama seseorang yang kemungkinan ada di dalam.


"Pak tua Bai!" Panggil raja Qin. Dia tau nama itu dari berkas akta pertanahan yang tercatat yang sekarang dia pegang.


Keluar seorang pemuda yang terlihat kurus dan wajah yang tirus. "Kau mencari siapa?" Tanya pemuda itu. Dia tidak mengenali siapa yang sedang ditatapnya. Padahal dia berada di kerajaan Qin. Tapi hal itu tidak dipermasalah oleh Qin Shi. Karena memang hari ini dia memakai pakaian biasa saja.


"Ada seseorang yang ingin membeli tanah milik Pak Tua Bai. Dimana sekarang dia?" Raja Qin kembali bertanya.


"Dia sudah tidak ada lagi, semua urusan beralih kepadaku!" Sedikit lebih bersemangat dari sebelumnya ketika dia mendengar ada orang yang akan membeli tanah milik ayahnya


"Kalau begitu kita akan membicarakan bisnis ini denganmu saja" kata Raja Qin Shi.


"Tentu, tapi apakah tidak keberatan jika kita bicara di luar sini saja? Gubukku terlalu kecil untuk ditempati banyak orang"


"Tentu!" Sahut Raja Qin. Dia menoleh ke arah Zai. Zai memberi tanggapan dengan anggukan kepalanya saja.


Raja Qin mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan miliknya. Berupa kursi dan meja serta payung.


Mereka semua duduk dan membicarakan masalah harga. Setelah semua sepakat. Zai memberikan sebuah cincin spasial untuk anak dari Pak Tua Bai atau pemuda yang bernama Bai Zhong itu. Penandatangan surat menyurat pun disaksikan oleh raja Qin.


Bai Zhong pamit pergi meninggalkan tanah yang telah ditempati seumur hidupnya. Tanah warisan dari leluhur yang tak pernah mau orang beli meskipun dia memberikan penawaran yang cukup murah untuk harga tanah yang sangat luas itu.


Mendapat kesempatan untuk menjualnya bagaimana dia tidak bahagia dengan hal itu. Menurutnya hanya orang bodoh yang berani membeli tanah miliknya. Terkadang dia mendengar suara-suara aneh yang keluar dari hutan. Sudah lama dia ingin pergi meninggalkan tempat itu. Akan tetapi belum mendapatkan modal untuk hidup dikota sebagaimana mestinya. Keberuntungan pun berpihak kepadanya.

__ADS_1


Sepeninggal Baik Zhong. Raja Qin Shi juga meninggalkan tempat itu. Karena ada urusan yang harus dia selesaikan. Menjadi seorang raja untuk kota yang cukup besar akan sangat sibuk untuknya. Apalagi akan ada rencana pernikahan anaknya dengan pangeran Kang Hong. Terlebih akan menjadikan Kang Hong sebagai kaisar selanjutnya Kekaisaran Kanggo.


"Menurutmu apa yang perlu kita lakukan lebih dulu?" Zai bertanya kepada Laila. Hanya untuk sekedar meminta saran yang bagus. Terkadang sistem memiliki pemikiran yang lebih luas dan mendalam.


"Yang pertama, tuan muda harus membuat formasi ilusi untuk menutup keberadaan calon pabrik agar orang lain tidak mengetahui adanya pembangunan disini. Lalu membuat lagi formasi untuk suatu hal yang penting. Tandai semua perbatasan tanah tuan muda dengan formasi itu. Aku merasakan adanya binatang buas di hutan sana" Tunjuk Laila ke arah Hutan. "Setelah itu baru kita mulai meletakan pabrik dengan peralatan yang lengkap" Ucapnya lagi.


Zai segera mengangguk dan melambaikan tangannya menciptakan formasi ilusi. Setelah itu dia melambaikan lagi tangannya. Keluar empat bendera di tangannya. Dengan bendera itu dia akan membuat formasi pertahanan. Zai terbang cukup tinggi dan melempar satu persatu keempat mata angin lalu menggunakan gerakan tangan tertentu.


Bendera bergetar, keluar dari ujungnya cahaya yang masing-masing naik ke langit dan bertemu di tengah. Dimana Zai berdiri dan sudah bersiap.


Setelah menyatukan titiknya. Formasi besar pun tercipta. Zai merasakan Qi miliknya begitu banyak terkuras. Namun dia puas dapat membuat formasi seperti itu.


Zai turun dari ketinggian, sedikit rendah namun tidak menapak ke tanah kakinya. Lalu dia membuka layar biru di hadapannya. Dia menggunakan telunjuknya untuk menggeser-geser tampilan pabrik yang diinginkan.


Setelah cukup lama memilih. Zai memutuskan sebuah tampilan yang sederhana namun terlihat elegan dengan semua perlengkapan yang sudah terpasang di dalamnya.


Pabrik itu hanyalah copy dari bumi. Jadi semua itu memang sangat mirip.


Setelah itu semua selesai. Zai juga membangun rumah yang sedikit jauh dari pabrik. Beberapa buah rumah tinggi dan mewah. Itu akan dijadikannya sebuah tempat yang akan merubah tatanan kekaisaran Kanggo. Bisa jadi dia akan mendirikan kekaisaran sendiri yang tidak terikat dari kekaisaran manapun meskipun dalam lingkup wilayah yang kecil.


Selesai dengan semua itu, wajahnya pun terlihat sumringah dengan senyuman yang mengembang sempurna.


"Apakah tuan muda mau menjelajahi hutan disebelah formasi?" Laila bertanya dengan membawakan handuk untuk mengusap beberapa butir peluh yang muncul di kening Zai.


"Terima kasih. Sebaiknya kita berkunjung ke ibukota kekaisaran. Sebenarnya siapa putra mahkota yang harus kubantu? Aku masih bingung"


Laila tersenyum. "Sepertinya tuan muda baru menyadarinya. Putra mahkota yang berada pada tabel misi adalah salah satu dari tiga putra kaisar Kang Zihun"

__ADS_1


"Lebih spesifiknya!" Kata Zai, karena dia belum mendapatkan titik terangnya.


"Siapa yang baik hatinya adalah yang menjadi putra mahkota menurut sistem" ucap Laila.


"Baiklah jika begitu. Aku tidak akan bertanya lagi" kata Zai. Dia melempar kapal terbang dan naik bersama Laila yang tangannya dia genggam


"Berangkat!" Ucap Zai. Kapal terbang itu melaju dengan sangat cepat.


Satu menit kemudian. Kapal terbang muncul di langit. Keduanya turun dari kapal dan Zai menyimpannya kembali. Lalu berjalan santai menuju pintu gerbang kekaisaran. Laila membayar biaya masuk keduanya.


Hal yang paling mendasar untuk mencari informasi adalah restoran. Dan keduanya jelas menuju resto. Dan memesan makanan lalu memasang pendengaran.


Di ujung tempat duduk yang tidak begitu jauh dari Zai dan Laila. Dua orang berpakaian prajurit berbicara.


"Apa kau mendengar. Katanya Kaisar akan mengadakan sebuah pertandingan"


"Pertandingan apa? Aku belum mendengar apapun!" Salah satunya menjawab.


"Kau ketinggalan informasi. Tapi ini baru rencana kaisar dan belum diumumkan ke publik. Namun aku yakin para putra kaisar sudah mendengarnya" kata prajurit itu.


Sepertinya dia cukup tinggi posisinya di kediaman kaisar hingga bisa tau hal yang belum dipublikasikan.


"Aku rasa hanya pangeran Kang Hong yang belum mengetahui berita itu. Semenjak dia keluar dari istana karena tidak tahan akan perlakuan dua saudara tirinya. Dia seperti terputus koneksi dengan semua orang yang ada di kediaman kaisar"


"Kau benar sekali. Kasihan sekali ya dia. Padahal dia orang yang baik. Dan kedua saudaranya tidak ada yang mewarisi kebaikan kaisar. Aku rasa kekaisaran ini akan memasuki masa sulit" 


"Aku setuju jika pangeran Kang Hong yang jadi kaisar selanjutnya"

__ADS_1


"Hus! Jangan kencang bicaranya. Takut ada yang mendengar. Nanti posisi kita bisa bahaya"


Keduanya tidak menyadari bahwa sedari tadi ada yang mendengar pembicaraan mereka...


__ADS_2