
"Terima kasih banyak Om, tante! Aku akan membawa Selly ke indonesia. Tentunya om dan tante juga boleh ikut jik tidak ada halangan." Kata Zai.
"Tante percaya kau bisa menjaganya, dan jangan lupa bawa cucu bila kesini" kata Melly asal ceplos.
Selly melototkan matanya, sementara Zai hanya terkekeh.
Segera cubitan diberikan oleh Richard pada pinggang Melly. "Kau ini, memangnya anak kita apa?" Richard mengGelengkan kepala.
"Hati-hati nak disana, telpon ayah kalau sudah sampai, beberapa hari setelahnya, ayah akan menyusul dengan ibumu" kata Richard. Lalu menatap pemuda yang akan membawa anak tunggalnya itu "titip anak om ya! Jaga dengan baik" ucap Richard sambil menepuk bahu Zai pelan.
"Oke om!" Sahut Zai.
Kini keduanya masuk ke dalam Mobil, Zai mengemudikan Bugattinya menuju tempat tinggalnya lebih dulu, untuk mencari tahu apakah Laila sudah pulang atau belum.
__ADS_1
Tidak berapa lama, mobil bugatti warna cerah itu sampai. Selly tentunya ikut masuk, dia begitu terpukau melihat rumah yang bisa dihitung dua kali lebih besar dari rumahnya.
Indah dan elegan menurutnya.
Dia terus mengekori Zai, kemana Zai bergerak kesitu dia ada. "Kau duduklah dulu! Akan ku panggilkan pelayan untuk membawakan minum" Zai pergi dari tempat itu menuju kamarnya, dan dia melihat keindahan yang sedang membuat pose menggoda, dengan pakaian tipis yang menerawang. Sungguh lelaki tidak akan kuat iman ketika menatapnya.
"Apa kau kehilanganku?" Tanya Laila dengan senyuman mempesona terukir di wajahnya.
Zai langsung menghamburkan tubuhnya, dia melompat dengan cepat ke ranjang dan memeluk erat wanita yang sudah beberapa hari tidak kelihatan batang hidungnya itu.
"Kau sangat menggoda!" Kata Zai.
Pada akhirnya, Laila memberikan service terbaik miliknya, melalui data yang terkumpul pada otaknya, semua gerakan yang tercatat dipergunakan untuk menyenangkan tuannya itu.
__ADS_1
Waktu berlalu tanpa disadari, gelisah seseorang menanti. Sudah berapa gelas minuman yang dihabiskan hanya untuk menunggu. Menunggu seseorang yang tak kunjung datang.
Selly memutuskan untuk mencari Zai, hal utama yang ditujunya adalah dapur, dan dia bertanya kepada salah satu wanita yang ada disana "Dimana kamar Zai!?"
Yang ditanya malah terdiam, dia tentunya tidak berani mengatakan hal itu, karena bersifat pribadi dan itu adalah peraturan yang dibuat oleh Hendri untuk dipatuhi semua orang yang bekerja disana.
"Kau tenanglah, aku tidak akan mengatakan siapa yang memberitahu!" Ucap Selly.
Laila keluar dari kamar Zai dan turun ke lantai satu untuk mencari pelayan dan minta dibawakan makanan, karena Zai lagi tidak mood makanan dari sistem.
Laila melihat ada seorang wanita yang terlihat asing sedang bicara dengan pembantu. Masih dengan pakaian yang terlalu luar biasa untuk dilihat, Laila mendekat.
"Sarah! Buatkan makanan kesukan Zai dan antarkan ke kamar!" Kata Laila. Lalu dia menatap wanita asing itu. "Kau siapa?" Tanya Laila singkat. Dia tidak memindai Selly karena terlalu malas menggunakan kekuatan saat ini.
__ADS_1
"Aku calon istrinya Zai!" Kata Selly, dia menatap kecantikan luar biasa di hadapannya, dan merasa dirinya jatuh, karena wanita di depannya adalah sosok seperti bidadari, sangat sempurna menjadi seorang wanita tanpa jejak kecacatan. "Dan kau siapanya Zai?" Giliran Selly yang bertanya.